Jabatan seorang presiden dimanapun didunia akan merupakan catatan sejarah 
penting bagi perkembangan dan kemajuan negara ybs.  Demikianlah dengan Gus Dur 
seorang ulama Islam yang terbesar di Indonesia, bahkan di Asia.  Pemujanya 
di-mana2 bukan hanya yang umat Islam saja tetapi juga umat agama lain 
mengaguminya sebagai ulama yang pluralistik.  Gus Dur pandai bergurau, pandai 
bergaul, disukai di-mana2, seorang pendidik teladan, dan yang penting beliau 
ini rendah hati, jujur, blak2an bicara apa adanya.

Paradox dan kontrast dengan Suharto yang juga jadi presiden dengan cara2 
curang, culas, licik, kotor, main culik, main bunuh dan semua kerjaan kotor 
lainnya yang belum pernah anda dengar sekalipun sudah pernah dikerjakan oleh 
Suharto ini.  Bapak Suharto ini benar2 koruptor besar, koruptor agung, yang 
sebelum matinya pun sudah dihadapkan kemuka pengadilan, tapi anak buahnya dan 
bekas mereka2 yang beruntung selama beliau berkuasa ternyata mati2an berjuang 
dengan jalan yang kotor juga berhasil membersihkan nama beliau, dicabut semua 
tuduhan, dinyatakan bersih dan tidak bersalah hingga matinya pun dianggap 
pahlawan bangsa.

Jadi meskipun Suharto lebih kotor dari Gus Dur, tapi sejarah mencatat Gus Dur 
lebih buruk dari Suharto.  Karena Gus Dur dipecat dari jabatan ke presidenannya 
sebelum jatuh tempo, baru jadi presiden satu setengah tahun, terpaksa dipecat 
dan Megawati yang waktu itu jadi wakilnya akhirnya naik jadi presiden memenuhi 
sisa waktu yang harusnya dijalani oleh Gus Dur.

Gus Dur dipecat karena memerintahkan tukang pijatnya untuk mengambil uang 
tabungan milik pegawai Bulog yang disimpan di koperasi Bulog.  Gus Dur 
ketangkep basah jelas sangat memalukan meskipun jumlahnya kecil yang dicolong 
ini sekitar $6 milyard rupiah, tapi memalukan.

Begitulah ulama imam besar Gus Dur yang punya kemaluan yang kecil, tidak tahu 
malu, betul2 memalukan umat karena Gus Dur wakil Islam pertama yang berhasil 
jadi presiden.  Seharusnya NU membubarkan diri dan membentuk partai baru atau 
organisasi baru katimbang mempertahankan organisasi yang sudah tercela, 
ternoda, dan dicemoohkan dalam catatan sejarah bangsa ini.

Itulah sebabnya SBY menolak memasukan Gus Dur sebagai calon pahlawan nasional, 
karena sangat memalukan harga diri bangsa ini kalo sampai yang dibanggakan 
sebagai pahlawannya adalah seorang maling yang ketangkap basah sewaktu mencuri 
uang tabungan milik bawahannya.

> Wahyu Suluh <wahyusuluh@...> wrote:
> "Jangan pernah minder menjadi
> pembantu. Karena di mata Allah, 
> derajat kita sebagai manusia 
> sama," ujar Said, dalam siaran
> persnya.

Betul jangan minder jadi pembantu, TAPI yang lebih penting lagi, jangan sombong 
kalo jadi juragan, jangan sombong kalo jadi pejabat, dan jangan korup kalo jadi 
presiden.

Jadi maling dan jadi pembantu derajatnya dimata Allah tidak sama, biarpun 
jabatannya presiden, karena kalo jadi maling uang tabungan pegawai Bulog 
derajatnya jadi sangat rendah, memalukan dan memang harusnya malu meskipun 
ternyata Gus Dur tidak malu.

Ingat ya, sejarah RI sudah mencatat bahwa ketua NU yang pertama kali yang jadi 
presiden yaitu Gus Dur di pecat MPR gara2 kepergok korupsi nyolong uang 
tabungan pegawai BULOG yang disimpan di Koperasi Bulog.

Jadi pembantu tidak perlu malu, tapi jadi presiden yang dipecat gara2 tukang 
pijetnya disuruh nyolong tabungan pegawai BULOG, maka itu betul2 harus malu 
karena memang memalukan dan malu2in, apalagi jadi ketua NU yang juga sesepuh NU 
yang harusnya dijadikan teladan !!!

Ny. Muslim binti Muskitawati.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke