http://arrahmah.com/read/2012/08/22/22578-usik-kasus-kudeta-pki-1965-potensi-konflik-horizontal.html

Kamis, 5 Syawwal 1433 H / 23 Agustus 2012


Usik kasus kudeta PKI 1965 potensi konflik horizontal
Bilal

Rabu, 22 Agustus 2012 10:50:23

 
JAKARTA (Arrahmah.com) - Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 
1957 menolak usulan Komisi Nasional (Komnas) HAM dan beberapa Lembaga Swadaya 
Masyarakat (LSM) yang ingin mengungkap kembali kasus pelanggaran HAM tahun 1965.

Ketua DPP Kosgoro 1957, Leo Nababan, menilai hal tersebut bertolak belakang 
dengan peraturan TAP MPRS RI No.XXV/MPRS/1966 tentang pembubaran PKI masih 
berlaku hingga saat ini. 

"Kenapa? Karena sampai saat ini TAP MPRS tentang PKI masih dilarang di republik 
ini," tegas Leo, Senin (20/8/2012) malam dikutip okezone.

Leo khawatir jika ini kasus tersebut kembali diungkap, maka akan terjadi 
konflik horizontal di tengah masyarakat. Hal ini disebabkan, jutaan rakyat 
Indonesia siap untuk membela Pancasila, karena masih ada aturan tentang 
pelarangan terhadap PKI tersebut.

"Ini akan membuat konflik horizontal di tengah masyarakat. Kenapa? Bayangkan 
kalau kasus ini dibuka, jutaan orang akan siap untuk membela Pancasila. Ada 127 
ormas pancasila saat ini, dibawah pimpinan Kosgoro MKGR, dan ormas lainnya, 
Pemuda Pancasila. Terutama di garda terdepan adalah Nahdlatul Ulama, yaitu 
melalui GP Anshor," paparnya.

Saat ditanya, apakah ini mengartikan ada upaya penutupan sejarah, Leo menjawab 
itu bukan sekedar sejarah, tapi lebih mementingkan keutuhan Negara Kesatuan 
Republik Indonesia.

"Mana yang kau pilih?! Penutupan sejarah atau negara ini bubar?! Saya memilih 
negara NKRI harus tetap. Anda bayangkan, GP Anshor sudah bicara seminggu lalu. 
Tidak ada urusan penutupan sejarah, daripada negara ini bubar," terangnya.

Wakil Sekjen Partai Golkar tersebut meminta, kepada Komnas HAM, agar tidak 
bertindak terlalu jauh, karena dapat mengakibatkan kehancuran bagi Indonesia, 
walaupun dia tahu Komnas HAM bersifat independen.

"Saya lebih cinta negara ini. Saya ingatkan sekali lagi, boleh kita berbicara 
tentang teori-teori di bangsa ini, tetapi tidak menghancurkan NKRI. Artinya 
adalah NKRI ini harus segala-galanya, dan untuk itu saya minta jangan bicara 
sembarangan," simpulnya.

Politisi Golkar ini mengatakan akan mengambil sikap tegas dan mengambil posisi 
sebagai anti-anti komunis. Leo mengaku gerakan-gerakan di bawah masyarakat siap 
menghadapi hal tersebut, termasuk Kosgoro 1957. "Saya tidak memikirkan itu. 
Saya lebih memikirkan keutuhan NKRI daripada itu," tutupnya. 
(bilal/arrahmah.com)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke