Saya sependapat kalau akibat kebijakan yg keliru telah
membikin kita sibuk dgn ekses dan dampak yg terjadi
yaitu budaya serba instant yg digalakkan oleh
Kapitalisme.. Kapitalisme Pendidikan telah membikin
kita kewalahan untuk mengikuti terutama dalam
pengadaan buku pelajaran yg hampir tiap tahun ganti
baru dan berakibat sukarnya bagi para ekonomi lemah
untuk mengikuti

Saya kira memang sudah waktunya bagi dunia Pendidikan
untuk masuk ketahap pendalaman, tetapi bukan atas
inisiatif dari sekolah umum yg cenderung
menduplikatkan semua pemikiran menjadi searah.. saya
lebih pada pencapaian pribadi dgn sekolah pendidikan
hanya mengajarkan segala sistematika berfikir filsafat
yg lalu dalam segi kontemplasi perenungan hakekat
pendidikan lebih kepada upaya pribadi bukan atas
saranan dari gurunya.. Saya berharap nantinya akan
muncul pedagogis yg lebih tercerahkan dan paham apa
artinya mendidik bukan hanya mengajar..

Saya menilai budaya Kapitalisme telah memundurkan kita
hanya selaku konsumen semata dari produk-produk
industri Kapitalsit terutama industri percetakan..
alangkah baiknya jika kita paham sosio-budaya yg
berurat berakar dalam satu masyarakat dan dari sana
kita memulai sebuah upaya pendidikan yg lebih tepat
bagi sebuah kominitas.. misalkan didaerah pesisir
pantai dapat diajarkan segala pendalaman seluk beluk
kelautan, juga daerah pertanian dapat diketengahkan
sistematika pertanian dan pendalamannya...

Sekarang malahan penyamarataan dan penciptaan budaya
konsumtif buku dgn tujuan penyamarataan pendidikan
disegala sektor geografis, padahal sebuah komunitas
punya spesifikasi yg tidak sama dgn komunitas lainnya
sep masy Hutan tidak akan sama pola pikir dgn masy
kota.. dan butuh cara dan sistem pendidikan yg
berbeda.

Sang




From: "Denny" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tue Sep 6, 2005  12:43 pm
Subject: Re: Kekeliruan dan Kesalahan Teramat Sangat
Fatal Dari Dunia Pendidikan Indonesia.  


Penurunan kualitas pendidikan sepertinya bukan hanya
terjadi di
Indonesia atau negara berkembang lain.
Banyak hal juga bermain dan menjadi faktor yang
mempengaruhi,
misalnya di afganishtan atau negara-negara islam keras
lainnya
penurunan kualitas pendidikan ditengarai banyak
disebabkan faktor
politik pemerintahan.

Di amerika sendiri, dari satu wawancara yang saya
tonton di tv
(validitasnya mungkin bisa dipertanyakan - cuman yang
ngomong orang
sana juga jadi bolehlah diambil sebagai sekedar
referensi) disebutkan
ada penelitian yang mengatakan kalau pada anak-anak
amerika terjadi
penurunan kualitas penguasaan bahasa (vocab). Ini satu
sisi kecil
dari pendidikan, tapi diarah-arahkan juga ke situ.
Katanya kalau di
tahun limapuluhan anak amerika usia pra sekolah sudah
menguasai
puluhan ribu kata (sekali lagi ini katanya lho..), di
era sembilan
puluhan ada indikasi penguasaan kata (vocab) anak di
usia yang sama
mengalami penurunan drastis.

Satu sisi yang kait-mengait dengan pendidikan ada
dalam konteks
sosial-budaya masyarakat. Modernisasi yang menyebabkan
semua jadi
serba instan, serta lebih ditonjolkannya sisi
kapitalism dalam
seluruh aspek kehidupan sepertinya juga punya peran
besar menurunkan
kualitas pendidikan.

Pola pikir para pembentuk kurikulum kan juga
dipengaruhi sisitem
sosial budaya yang berkembang di masyarakat.

Rasanya sih semua pihak (masyarakat akademis,
pengajar, termasuk
pembuat kurikulum & badan pemerintahan yang ngurusin
soal pendidikan)
tetap punya tujuan meningkatkan kualitas. Cuman
masalah perkembangan
budaya menyebabkan adanya disparitas dalam ukuran
kualitas.

Logika simple yang sering dipake orang (meski tidak
benar) misalnya
dalam penggunaan komputer. Ketika komputer sudah
demikian canggih,dan
platform sistem operasi semakin dibuat untuk "user
friendly" orang
semakin merasa tidak perlu untuk mengetahui bahasa
pemrograman.

Apakah ini salah? Secara ideal sih iya kayaknya. Tapi
untuk
kepentingan praktis, ya memang yang dituntut dunia
sekarang cuman
sekedar bisa pake komputer. And no problemo soal
rusak-rusak salah
pake program, karena profesionalism-kapitalism sudah
menududukan
posisi "tukang benerin komputer" dalam posisi yang
khas.
Pendek kata, kalau bejat-bejat dikit sih suruh benerin
aja tukang
maintenance kompie (bukan cleaning service). Kalau
bejatnya parah ya
buang.. and beli lagi.

Hal yang sama terjadi dalam dunia pendidikan.
Diarahkan untuk
memenuhi kebutuhan hidup yang semakin simple, semakin
cepat, sehingga
pendalaman-pendalaman (apalagi filsafati) seringkali
dianggap buang-
buang waktu.

Masalah kemudian bangsa cuman jadi konsumer (nggak
bisa jadi produsen
karena cuman bisa pake dan nggak bisa bikin), akan
dipandang dalam
kerangka Profesionalism-Kapitalism. Ada yang bikin,
ada yang jual,
ngapain kudu bikin sendiri?

Ada yang ahli-ahli dalam pendidikan, ngapain juga kudu
jadi ikut-ikut
ahli? Tinggal bayar aja kok! Parahnya Indonesia
ternyata bukan bangsa
yang berduit juga. Jadi udah nggak pinter, nggak ahli,
nggak bisa
bayar pula!

Seruan perubahan dalam dunia pendidikan memeng kudu
diteriakin terus.
Bukan cuman sekedar masalah buku pegangan yang
gonta-ganti tiap
tahun, atau perubahan nama sekolah yang sama sekali
nggak signifikan
sama kualitas pendidikan, tapi dalam perubahan
paradigma berpikir
memandang kualitas pendidikan itu sendiri.

Kumaha kalau sangkakala ngajuin diri jadi menteri
pendidikan?
Mungpung katanya mau ada resapel kabinet.
Sapa tahu engdonesiah jadi lebi baek.

Sentaby,
DBaonk



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Life without art & music? Keep the arts alive today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/FXrMlA/dnQLAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke