http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=5738
Rabu, 22 Agustus 2012 , 18:25:00

Penembakan di Empat Daerah, Empat Tewas

 
 
Istri korban saat menjaga suami tercinta Alfian Kanal (24) yang masih menjalani 
perawatan intensif di RUSD Merauke akibat ditembak orang tak dikenal yang 
mengenai telapak kaki kiri tembus, Selasa (21/8).
Tiga Lainnya Luka-luka, Terjadi di Paniai, Deiyai, Keerom dan Merauke


JAYAPURA – Kasus penembakan kembali terjadi di beberapa daerah di Provinsi 
Papua. Jika pada Kamis (16/8) lalu seorang warga tewas tertembak di Paniai, 
maka Selasa (21/8) kemarin giliran seorang anggota polisi juga tewas tertembak 
di Paniai.
Kasus ini menimpa Brigadir Polisi Yohan Kisiwaito (29) anggota Shabara Polres 
Paniai. Ia ditembak oleh kelompok sipil bersenjata yang diduga dari kelompok 
Organisasi Papua Merdeka (OPM) di ujung Bandara Enarotali, ibu kota Paniai, 
Selasa (21/8) sekitar pukul 10.00 WIT.
Kasus penembakan berikutnya terjadi di Kampung Watiyai, Distrik Tigi Timur, 
Kabupaten Deiyai, Minggu (19/8) sekitar pukul 20.30 WIT. Akibatnya dua tewas 
yaitu Henock dan Marsel. Sedangkan dua korban lainnya mengalami luka-luka berat 
Enoy dan Simson.
Selanjutnya penembakan terjadi di Keerom, tepatnya di tikungan Jembatan Skanto, 
Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Sabtu (18/8) sekitar pukul 13.00 WIT. 
Akibatnya seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas Kehutanan (Dishut) 
Kabupaten Sarmi bernama Ayub Notanubun (52), warga Kotaraja, Kota Jayapura 
tewas.
Penembakan lainnya terjadi di Merauke. Kasus ini menimpa Alfian Kanal (24). 
Pegawai Otoritas Bandara Merauke. Ia ditembak oleh orang tak dikenal dan 
tembakan itu mengenai bagian telapak kaki kirinya. 
Dari data yang diperoleh Cenderawasih Pos menyebutkan, kasus penembakan yang 
menimpa Brigadir Yohan terjadi secara tiba-tiba. Setelah mendapat tembakan di 
bagian kepala bagian belakang dan dada kiri tembus belakang, korban langsung 
terjatuh.
"Saat itu Brigadir Yohan bersama satu rekannya tengah mencuci mobil di ujung 
Bandara Enarotali. Namun tidak lama berselang kami mendengar suara tembakan. 
Yang mana ternyata suara tembakan tersebut mengarah kepada korban. Sedangkan 
tembakan itu dari mana, kami susah memprediksinya. Akibat kejadian ini, situasi 
pun mulai memanas di Paniai," ungkap sumber terpercaya yang enggan disebutkan 
namanya.
Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Drs. Johannes Nugroho Wicaksono 
ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya membenarkan 
adanya aksi penembakan itu. "Benar anggota Polres Paniai tewas tertembak oleh 
kelompok OPM pimpinan John Yogi. Sementara saat ini anggota Polres Paniai masih 
melakukan pengejaran dan penyelidikan terhadap pelaku," ungkapnya.
Johannes menjelaskan saat itu korban bersama satu orang temannya bernama Briptu 
Gustab Wartanoi sedang mencuci mobil di ujung bandara. Kemudian rekan korban 
pergi ke sebuah warung yang tidak jauh dari lokasi untuk membeli makan.
"Saat Briptu Gustab meninggalkan Brigadir Yohan, para pelaku menembak korban 
dari arah danau. Kemudian setelah pelaku berhasil menembak kepala dan dada kiri 
korban, para pelaku kabur dengan menggunakan speed boat,” tuturnya.
Dari hasil penyelidikan, pelaku lebih dari satu orang. Sementara senjata yang 
digunakan pelaku diperkirakan dengan senjata jenis Revolver, karena di TKP 
ditemukan proyektil Revolver yang diduga milik para pelaku.
"Guna kepentingan penyelidikan, proyektilnya rencana akan dibawa ke Polda 
Papua, selanjutnya akan dikirim ke Mabes Polri untuk uji balestik. Semoga saja 
dengan barang bukti ini bisa membantu proses penyelidikan dan mengungkap kasus 
ini," tukasnya.
Johannes meminta kepada seluruh masyarakat di Paniai untuk bisa bersama-sama 
pihak keamanan kembali menciptakan situasi kondusif dan aman. "Saya minta 
masyarakat tidak terpengaruh dengan kejadian yang terjadi akhir-akhir ini di 
Paniai. Sebab diduga para pelaku hanya menciptakan suasana di Paniai kacau. 
Jadi mari bersama-sama kita menyikapinya dengan baik," ajaknya. 
Sementara untuk kasus penembakan di Deiyai, data yang diperoleh Cenderawasih 
Pos menyebutkan, kejadian ini dialami oleh 4 orang karyawan PT. Putra Dewa 
milik pengusaha Ray alias Jhon yang bergerak di bidang kontraktor. Awalnya ada 
4 orang masyarakat yang berpura-pura minta tolong kepada para korban untuk 
menumpang. Kemudian saat para korban hendak memberikan tumpangan, para pelaku 
langsung menyerangkan keempat korban.
“Penyerangan itu ada yang menggunakan senjata api dan ada yang menggunakan 
senjata tajam. Akibatnya dua orang tewas atas nama Henock dan Marsel. Sedangkan 
dua korban lainnya mengalami luka-luka berat Enoy dan Simson,” ungkap seorang 
pria yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. 
“Sabar, saya masih dalam keadaan sibuk, sebab saya harus fokus pada kejadian 
yang di Paniai dan Deiyai,” ungkap Kapolres Paniai AKBP Anton Diance, sambil 
mematikan telepon selulernya, Selasa (21/8).
Sementara Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf. Jansen Simanjuntak saat 
dikonfirmasi Selasa (21/8) membenarkan adanya kejadian itu. “Ya, benar ada 
kejadian itu. Dua warga tewas dan dua lagi luka-luka,” ungkapnya.
Mengenai kronologinya, Kapendam belum mendapatkan laporan yang jelas karena 
susahnya akses komunikasi ke lokasi kejadian, namun pihaknya berjanji akan 
mencari tahu kejelasan informasi tersebut. “Nanti saya coba cari tahu informasi 
yang selengkapnya,” ujar Jansen.
Kemudian kasus penembakan di Keerom menimpa seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), 
Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Sarmi bernama Ayub Notanubun (52), warga 
Kotaraja, Kota Jayapura. Korban tewas ditembak Orang Tak Dikenal (OTK) saat 
melintas menggunakan Mobil Patroli Dinas Kehutanan Sarmi di Jalan Lintas Arso 
15-3 tepatnya di tikungan Jembatan Skanto, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, 
Provinsi Papua, Sabtu (18/8) sekitar pukul 13.00 WIT. 
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs. Johannes Nugroho Wicaksono yang 
dikonfirmasi terkait kasus penembakan tersebut mengatakan, pihaknya masih terus 
melakukan penyelidikan di lapangan. "Yang jelas pelakunya dalam penyelidikan 
dan pengejaran aparat di lapangan,"katanya kepada Cenderawasih via telepon 
selulernya, Minggu (19/8).
Disinggung tentang siapa pelaku penembakan tersebut, Kombes Johannes Nugroho 
Wicaksono belum bisa memastikannya, sebab pihaknya masih melakukan 
penyelidikan. "Nanti setelah semuanya jelas baru kami umumkan,"katanya singkat. 
Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Swakarsa Keerom, namun nyawanya tidak 
tertolong karena pendarahan di kepala bagian belakang akibat terkena peluru. 
Kemudian sekitar pukul 14.15 WIT, mayat korban dibawa ke Rumah Sakit 
Bahayangkara Kotaraja untuk keperluan otopsi.
Sekitar pukul 20.15 WIT , petugas rumah sakit berhasil mengeluarkan peluru yang 
mengenai kepala korban. Sementara itu, salah seorang teman korban yang enggan 
namanya disebutkan mengatakan, dirinya kaget atas kejadian yang hingga 
menewaskan temannya.
"Kami mengutuk oknum yang menembak bapak Ayub, kami minta kepada Polda Papua 
dan Kapolres Keerom yang mempunyai wilayah untuk menuntaskan kasus ini,"katanya 
kepada Cenderawasih Pos di Rumah Sakit Bhayangkara.
Pihaknya mencurigai pelaku penembakan tersebut adalah orang yang terlatih. 
Sedangkan anak almarhum, Fery mengatakan, ayahnya keluar dari rumah sekitar jam 
07.30 WIT menuju ke Keerom dengan tujuan mau melakukan patroli.
"Bapa keluar dari rumah pagi, dia bilang mau patroli di atas (di Keerom). 
Ternyata sorenya kami keluarga menerima kabar di luar dugaan bahwa ayah saya 
ditembak orang," ujarnya dengan nada sedih. 
Terkait dengan itu, pihak keluarga mengharapkan kepada petugas kepolisian untuk 
menuntaskan kasus ini hingga selesai sehingga memberikan kepuasan bagi keluarga.
"Yang penting bagi kami, polisi bisa menuntaskan hingga mengungkap identitas 
pelakunya serta menjelaskan motif pelakunya," harapnya. 
Sementara kasus penembakan yang terakhir menimpa Alfian Kanal (24). Pegawai 
Otoritas Bandara Merauke ini ditembak oleh orang tak dikenal. Akibatnya timah 
panas menembus telapak kaki kirinya. Peristiwa itu terjadi di depan Gudang 
Pocari, Jalan Husein Palela tidak jauh dari rumah kontrakan korban, Minggu 
(19/8) sekitar pukul 04.30
WIT. 
Belum diketahui secara pasti kronologi kejadiannya, namun istri korban yang 
ditemui Cenderawasih Pos saat mendampingi suami yang terbaring lemas di rumah 
sakit, Selasa (21/8), kemarin mengungkapkan, saat itu suaminya pulang dari 
Bandara menuju ke rumah. Namun sampai di TKP, tiba-tiba mobil yang dikemudikan 
pelaku sudah memalang
jalan. Pelaku yang memakai jaket hitam dan berambut cepak dengan ditemani 2 
perempuan lainnya di dalam mobil tersebut menghalangi korban untuk lewat. 
Karena dihalangi sehingga terjadi saling dorong antara korban dan pelaku 
membuat pelaku langsung mengeluarkan pistol dan menembak korban ke arah bawah 6 
kali. ''Jadi yang kena tembakan ke-4,'' kata istri korban. 
Korban sendiri, lanjut sang istri, tidak mengenal wajah dari pelaku. Namun sang 
istri korban sangat mengenal wajah dari pelaku itu, karena menurutnya setelah 
pelaku penembak kaki suaminya pelaku datang kembali ke rumahnya dan mencari 
suaminya dengan mengeluarkan pistol yang dipakai sebelumnya. ''Waktu datang 
cari itu, suami saya sedang merangkak lewat rawa ke rumah Pak RT. Dan saya 
bilang tidak ada di rumah. Kalau saya dipertemukan orangnya saya kenal 
wajahnya,'' katanya. 
Meski begitu, lanjut istri korban, Kapolres Merauke AKBP Djoko Prihadi, SH 
sudah datang mengejuk suaminya dan menginformasikan jika pelaku penembakan dari 
suaminya itu sudah ditangkap dan dibawa ke Polda Papua. 
Kapolres Merauke AKBP Djoko Prihadi,SH yang dihubungi lewat telpon selulernya, 
mengaku jika pelaku penembakan tersebut masih dalam pendalaman. ''Kita masih 
dalam
pendalaman apakah benar atau tidak. Karena yang bersangkutan belum mengaku,'' 
katanya terkait diamankannya seseorang ke Mapolda Papua di Jayapura. 
(ro/mir/ulo/fud)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke