Pimpinannya Diduga Cabul, Pesantrennya Dibakar Massa

Pondok Pesantren Mashadul Al Mustatobah di Kampung Curug, Pondok Petir,
Sawangan, Depok, Jawa Barat, diamuk massa pada Senin (27/8) dini hari.
Pembakaran gedung pondok pesantren ini diduga karena kesal terhadap
pimpinan pondok pesantren yang diduga telah mencabuli seorang santri  di
bawah umur.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, sebab para santri masih
libur. Sedangkan Ustad FA, 30 tahun, yang diduga kuat sebagai pelaku
pencabulan terhadap MJ 18 tahun, saat ini telah diamankan dan ditetapkan
sebagai tersangka pencabulan.

Salah satu saksi mata, Ida, 45 tahun, yang rumahnya berada persis di
seberang ponpes, mengatakan aksi tersebut diikuti ratusan orang. Ida pun
sempat panik lantaran api yang ditimbulkan oleh massa yang mengamuk sempat
membesar dan berlangsung lama.

"Saya ngeri melihatnya. Saya takut api tadi menyambar rumah. Untung ponpes
itu masih kosong karena penghuninya masih pada libur Lebaran," ucap wanita
berkerudung itu dengan nada gemetar.

Sementara itu, data yang dihimpun VIVAnews, aksi brutal warga diduga karena
terbongkarnya kasus pencabulan yang dilakukan oleh FA, yang tak lain adalah
pimpinan dari ponpes tersebut. Kasus ini mencuat setelah MJ, salah satu
santri, mengadu pada orangtua jika dirinya telah kerap kali dicabuli oleh
FA.

Ironisnya lagi, aksi biadab itu telah dilakukan sejak 3 tahun lalu, saat MJ
masih berumur 15 tahun dan masih duduk di bangku setingkat SMP. Tak hanya
digauli, MJ pun mengaku dirinya kerap mendapat siksaan dari FA jika nafsyu
syahwatnya tak terpenuhi.

"Yang saya dengar seperti itu. Kami sekeluarga juga kaget. Malah kata
ponakan saya ini (MJ), dia sudah menikah segala. Anehnya dia menikah tanpa
dihadiri oleh siapapun alias cuma berdua. Ya itulah, selama tiga tahun ini
kami sekeluarga tak ada yang tahu. Padahal rumah kami hanya beberapa meter
dari ponpes," ucap Abudin paman korban.

Lantaran merasa sudah tak tahan dan kerap mendapat perlakuan kasar, MJ pun
akhirnya membeberkan persoalan yang dihadapinya pada sang ayah, Hermansyah.
Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani aparat.

"Saat ini FA, si pelaku telah kami amankan dan telah kami tetapkan sebagai
tersangka. Untuk kasus perusakan dan pembakaran ini masih kami selidiki.
Kami sangat menyayangkan aksi sepihak tersebut. Untuk itulah sejumlah saksi
telah kami periksa," ucap Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Ajun
Komisaris Besar Polisi, AM. Kamal pada VIVAnews di lokasi kejadian.

Guna menghindari aksi lanjutan, sejumlah aparat bersenjata lengkap telah
disiagakan di kawasan tersebut. Akibat amukan warga, kerugian ditaksir
mencapai ratusan juta rupiah. Tak hanya bangunan yang hancur, namun seisi
ruangan di gedung ponpes itu pun turut dirusak massa. (004-vivanews)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke