Dengan otak cebol nya yang sudah ciut dan, by a manner of speaking, jadi 
sekecil biji peler anjing chihuahua dan jadi busuk, nista lagi menjijikkan 
johny-indon tentu tidak juga paham, walaupun sudah saya jelaskan, bahwa tidak 
ada, sungguh tidak ada alasan bagi penduduk legal Swedia, termasuk yang berasal 
dari negeri manapun juga, untuk ngamen, karena jaminan sosial di Swedia itu 
sungguh aduhai dan tidak bisa dibayangkan oleh orang berotak cebol yang sudah 
busuk, nista lagi menjijikkan...

Dan telah pula saya jelaskan bahwa pengemis atau musisi yang ngamen di Eropa 
Barat itu, termasuk di Swedia, boleh dipastikan adalah Roma (gipsy) yang datang 
dari Eropa Timur seperti Rumania atau Bulgaria yang menjadi anggota EU tapi 
bukan penduduk legal Swedia..

Selanjutnya, sekedar mengingatkan saya ulang menyampaikan.....

Dengan berbaik sangka tadinya saya kira johny-indon itu sekedar
korban didikan
bapaknya yang serdadu dan yang, tentu saja, diajar membunuh manusia
dan yang
berkemungkinan pernah memimpin pembantaian atau ikut melakukan
pembataian yang
begitu sering dilakukan serdadu Indonesia...

Atau korupsi besar-besaran, yang juga sering dilakukan serdadu
Indonesia..

Atau dua-duanya: pernah memimpin atau ikut pembantaian dan korupsi
besar-besaran.

Yang jelas, bapak johny-indon itu adalah serdadu yang buas, begitu
buasnya,
begitu biadabnya, begitu kejamnya, begitu kejinya dan begitu ganasnya
hingga dia
tega-teganya memperlakukana anaknya kayak anjing budug dengan
menendang
johny-indo hingga terkencing-kencing...

Jadi, saya kira tadinya, otak johny-indo itu sekedar ciut hingga, by
a a manner
of speaking, menjadi sekecil biji peler anjing chihuahua..

Dan kelakuan johny-indo itu memang mirip kayak anjing: demen
menggongong asal
menyalak.

Mikir, dia jelas tidak bisa.

Tapi ternyata keadaan johny-indon itu jauh lebih parah: otaknya jelas
sudah
rusak berat dan jadi busuk, nista lagi menjijikkan.

Jelasnya: johny-indon itu bukan manusia waras.

Begitu rusak otaknya hingga dia tidak tahu, antara lain, bahwa sumo
itu adalah
sport orang Jepang dan Marlene itu adalah nama perempuan.

Dan seperti rezameutia juga, johny-indon itu jelas adalah psikopat
yang demen
memfitnah dan pamer isi otaknya yang sudah rusak dan jadi busuk,
nista lagi
menjijikan itu.





--- In [email protected], "johny_indon" <johny_indon@...> wrote:
>
> 
> 
> 
> selama di goteborg gua sering banget liat pengemis. 
> dari yg bermodal alat musik sampe yg modalnya gelas kertas berlogo mc d. 
> saking kasiannya gua pernah ngasih pengemis tua beberapa koin (mungkin 5 
> koin), yg 
> baru gua sadari belakangan itu pecahan koin 1 dan 2 euro. 
> abis repot sih bawa2 koin di saku celana suka berisik kalo lg jalan. 
> 
> --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@> wrote:
> >
> > 
> > Ogah niru Belanda? 
> > 
> > Contoh Sweden atau negeri Skandinavia lain..
> >  
> > http://en.wikipedia.org/wiki/Social_security_in_Sweden
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke