Manusia kayak elu paling2 cuma tepok tangan
apalagi agama orang2 itukan;tiap2 hari elu orang hujat&nistakan

ber-senang2 lah membual lah terus elu memihak yang mana?


________________________________
 From: item abu <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Monday, August 27, 2012 8:40 PM
Subject: Re: [proletar] Syiah-Sunni Membara, Sampang Berdarah
 

  
Bentrok? 1000 orang bersenjata nyerang puluhan orang itu yg lagi mudik itu 
dianggap bentrok?

Ngomong2, apa si johny_indon akan mengutuk perbuatan orang2 Sunni yg ngebantai 
orang Shia ini? Ngakunya sih anti pembantaian, tp kita hrs maklum bhw auloh si 
johny_indon itu adalah tukang tipu, jadi tiap ocehan johny_indon itu hrs 
dianggap sbg kibulan jg. Betul ga?

>________________________________
> From: Sunny <[email protected]>
>To: [email protected] 
>Sent: Tuesday, August 28, 2012 2:57 AM
>Subject: [proletar] Syiah-Sunni Membara, Sampang Berdarah
> 
>
>  
>http://www.gatra.com/nusantara/jawa/16781-syiah-sunni-membara-sampang-berdarah
>Syiah-Sunni Membara, Sampang Berdarah 
>Monday, 27 August 2012 08:23 
>
>Bentrok Sunni-Syiah di Sampang. Madura (FOTO ANTARA/Saiful Bahri)
>Suasana Idul Fitri di Madura, Jawa Timur, ternoda dengan tragedi bentrok antar 
>aliran beragama. Pada Minggu (26/8/2012), kelompok Islam Syiah dan Sunni adu 
>gebuk, hingga menyebabkan satu orang tewas. Bahkan Kapolsek Omben, AKP Aris, 
>turut menjadi korban dalam bentrokan tetsebut. Kapolsek dikabarkan mengalami 
>luka parah akibat sabetan parang. 
>Satu warga yang tewas akibat bentrokan di Desa Karang Gayam kecamatan Omben 
>dan Desa Bluuran Kecamatan Karang Penang Kabupaten Sampang, Jawa Timur, itu 
>adalah pengikut syiah bernama Hamamah (39). ia menghembuskan nafasnya di 
>tengah kerumunan masa.
>
>Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Hadiatmoko membenarkan informasi 
>tersebut. "Aksi tersebut menyebabkan satu korban tewas, dua orang mengalami 
>kritis dan empat orang luka-luka, termasuk di dalamnya Kapolsek Omben AKP Aris 
>Dwiyanto yang terkena lemparan pecahan genting di pelipis kirinya," terangnya.
>
>Ditambahkan Hadiatmoko, tindakan yang dilakukan sekelompok masyarakat tersebut 
>sudah anarkis, sehingga pihaknya akan melakukan tindakan tegas dan terukur. 
>"Ini murni pidana dan kami tegas untuk melakukan tindakan," tandasnya.
>
>Tak hanya itu menurut keterangan beberapa warga yang berada di lokasi, puluhan 
>warga antara Syiah dan Suni mengalami luka-luka akibat saling serang dengan 
>mengunakan clurit dan pedang. "Satu warga Syiah bernama Husin tadi saya lihat 
>tangannya putus," terang salah satu warga yang engan di sebutkan namanya.
>
>Sementara beberapa wartawan yang melakukan peliputan di larang masuk kelokasi 
>oleh sabagian warga lantaran isu adanya dipasangi bom atau ranjau yang teruat 
>dari petasan bom untuk mengamankan rumah pengikut syiah. Pada minggu sore, 
>massa dari Islam Sunni berkumpul dengan membawa berbagai senjata tajam.
>
>Sementara upaya aparat untuk membujuk warga untuk bubar, tidak membuahkan 
>hasil. Puluhan aparat kepolisian berjaga-jaga di lokasi pintu masuk Kecamatan 
>Omben hingga menuju Desa Karang Gayam yang menjadi lokasi basis Syiah. Tak 
>hanya itu, iring-iringan kendaraan pasukan Brimob juga memasuki lokasi.
>
>Pemicu Masalah
>
>Informasi yang beredar, bentrok Syiah-Sunni di Sampang berawal dari rombongan 
>siswa dari komunitas Syiah yang akan kembali ke Bangil, Pasuruan. Saat hendak 
>kembali itu, puluhan massa sudah menghadang dan mengancam akan membakar dan 
>membunuhnya.
>
>"Anak-anak komunitas tersebut akan kembali ke Bangil setelah mengikuti 
>Lebaran," kata Kulsum, istri Tajul Muluk, ustad kelompok Syiah. Tajul Muluk 
>adalah pimpinan dari komunitas Syiah Sampang yang telah divonis dua tahun 
>penjara oleh Pengadilan Negeri Sampang karena dituduh melakukan penodaan agama.
>
>Pelarangan dan penghadangan para pelajar Syiah itu kemudian berlanjut dengan 
>aksi pembakaran pekarangan rumah mereka di 20 titik. Jumlah rumah yang 
>terbakar mencapai 37. Sekelompok massa itu menyerbu dan mendatangi rumah istri 
>Tajul Muluk.
>
>Rumah Tajul Muluk pernah dibakar oleh sekelompok pemuda antisyiah pada akhir 
>Desember 2011. Namun rumah dari sisa-sia kebakaran yang ditempati oleh Ny 
>Kulsum, istri Tajul Muluk, beserta dua anaknya itu pun kembali dibakar oleh 
>para pemuda antisyiah.
>
>Aksi pembakaran mengakibatkan bentrok antara dua kelompok. Pemuda dari 
>komunitas syiah Sampang yang ingin melindungi keluarga Tajul Muluk membalas 
>aksi pelemparan dari sekelompok massa tersebut. Belasan rumah milik pengikut 
>Syiah hangus rata menjadi tanah.
>
>Setelah membakar belasan rumah pengikut Syiah, ribuan massa dari kelompok 
>Sunni mulai melakukan penyisiran dengan bergerombol di sekitar SDN Karang 
>Gayang, Omben, Sampang yang diduga menjadi tempat persembunyian beberapa warga 
>Syiah. Hingga minggu malam, beberapa rumah pengikut Syiah masih mengepulkan 
>asap pasca pembakaran oleh massa.
>
>Untuk mengantisipasi kejadian agar tidak meluas, beberapa pasukan bantuan 
>mulai didatangkan. Satuan Peleton Brimob Pamekasan pun menjaga lokasi tersebut 
>hingga Senin (27/8/2012) pagi ini. "Kami menerjunkan satu peleton," kata Iptu 
>Didik Sulityoso, Kasubden Brimob Pamekasan di lokasi, Minggu (26/8/2012), 
>seperti dikutip Antara.
>
>Persoalan Keluarga
>
>Konflik bernuansa SARA antara kelompok Islam Syiah dengan kelompok Islam Sunni 
>di Sampang, Madura ini bermula dari konflik pribadi antara pimpinan Islam 
>Syiah Tajul Muluk dengan saudaranya, KH Rois, yang beraliran Sunni. Ketua 
>Bidang Media dan Publikasi Ahlul Bait Indonesia, Hertasning Ichlas, pernah 
>mengatakan bahwa konflik Sampang bukan bermotif masalah perbedaan mazhab, 
>namun murni berlatar belakang masalah keluarga.
>
>"Saat ini telah terjadi opini yang salah kaprah di kalangan media. 
>Substansinya bukan pada pergolakan mazhab tetapi soal keluarga," ungkapnya. 
>Dituturkan oleh Hertasning, perseteruan berawal dari sebuah keluarga 
>terpengaruh, yakni antara Tajul Muluk Syiah dan Rois (33) yang merupakan 
>prepresentasi Islam Sunni di daerahnya.
>
>Suatu ketika, Rois berkeinginan untuk menikahi salah satu santri putri Tajul 
>Muluk. Hasrat Rois tidak dipenuhi Tajul Muluk. Pasalnya, Rois tukang kawin dan 
>tabiat negatif itu kurang mendapat tempat di hatinya, sehingga melarang Rois 
>mempersunting salah satu santri putrinya. Lantaran merasa ditentang, emosi 
>jiwa muda Rois meledak-ledak dan mengajak pihak-pihak lain yang memang punya 
>sentimen negatif kepada Tajul Muluk untuk melampiaskan amarahnya.
>
>Gayung bersambut, amarah Rois tersalurkan dengan melakukan pembakaran 
>pesantren dan rumah ibu serta adiknya. "Kebetulan Tajul Muluk ini dahwahnya 
>mulai naik daun dan mungkin ada yang merasa tersaingi. Pihak-pihak yang 
>tersaingi inilah yang ditunggangi atau dimanfaatkan Rois untuk membalas sakit 
>hatinya karena gagal melancarkan hasrat menikahi salah satu santri Tajul," 
>tuturnya.
>
>Dikatakan Hertasning, konflik keluarga dibawa-bawa ke medan mazhab. "Persoalan 
>mendasar yang memalukan ini tidak banyak diketahui orang. Media dan tokoh 
>agama lebih sibuk membincang masalah konflik antara Sunni dan Syiah," ujarnya.
>
>Dari konflik keluarga itu, lalu meluas menjadi konflik SARA setelah di 
>kalangan pengikut Islam Sunni tersiar kabar bahwa aliran Islam Syiah merupakan 
>aliran Islam sesat, sehingga pengikut Islam Sunni beramai-ramai mengusir 
>pengikut Syiah yang ada di wilayah Kecamatan Omben dan Kecamatan Karangpenang.
>
>Bentrokan pernah terjadi pada 29 Desember 2011. Kala itu terjadi pembakaran 
>rumah, madrasah, mushalla dan pesantren kelompok Islam Syiah. Sebanyak 335 
>orang pengikut aliran Islam Syiah dari total 351 orang lebih dievakuasi ke GOR 
>Wijaya Kusuma depan kantor Bupati Sampang akibat kerusuhan yang terjadi ketika 
>itu. (HP, Ant
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke