YESUS VS NARUTO Kalian tau ga “Naruto” (cari di gugle(baca; google) klo ga tau)…
Naruto itu menyimpan “siluman musang ekor 9″ dalam perutnya, Kekuatan siluman ekor 9 ini suangatlah hebuat…. Jadi Naruto itu 100% Ninja dan 100% Siluman ekor 9 (yang masukin musang ekor 9 ke perut Naruto adalah bapaknya naruto). Jadi klo Naruto kepepet dia mengeluarkan kemampuan musang ekor 9 nya…. Nah jadi yesus menyimpan Tuhan dalam perutnya yang dimasukin sama bapaknya, klo kepepet dikeluarin dah jurusnya Yesus seperti: atau Sage Mode (khek nya klo yg ini jadi kodok, tapi gapapa khan tuhan bebas jadi apa aja), Nah pada saat disalib, Siluman ekor 9 eh…. Tuhannya ngacir…, Tinggal Naruto-nya eh Yesusnya teriak dah tuh manggil bapaknya Yondaime…Yondaime….Mana Ekor 9 ku.. So…kesimpulanya….. Yesus punya 2 operating Sistem (God and Manusia): Yang pertama manusia trus dinstall God Mode dalam diri Yesus buat klo kepepet. (jadi Yesus bisa “God Mode” kaya “Ksatria baja hitam” getho….”BERUBAH….!!!!..jadi jambu eh Tuhan”)… di ending cerita Tuhannya ngacir… manusianya tewas… gitu khan? BANG PAUL lalu membuka wikipedia dan mencari tahu tentang Naruto karangan dari Masashi Kishimoto DAN YESUS KARANGAN BANG PAULUS, Inilah persamaan Yesus dan Naruto Mungkin Naruto hanyalah sebatas cerita fiksi mengenai seorang anak kecil yang ceria, pemberani, pembela kebenaran dan pantang menyerah. > > >Bagaimana dengan Yesus? Apakah Yesus juga ceriTa, pemberani dan pantang >menyerah? Sepertinya kurang… > > >Saran SAYA jika ada seorang anak kecil bingung memilih antara Bible dengan komik Naruto, maka sarankan aja komik Naruto… toh banyak kemiripan ditokoh utamanya, dan lebih baik karena mengajarkan untuk ceria, berani, membela kebenaran dan pantang menyerah. ________________________________ From: pinpinyuliansyah <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wednesday, August 29, 2012 2:24 PM Subject: [proletar] Kapan Yesus Diangkat Jadi Tuhan ? Kapan SK yang memutuskan Yesus 100% Tuhan sekaligus 100% manusia ditetapkan? Hal itu diputuskan pada Konsili di Efesius Juni 431 M (400 tahun setelah Yesus wafat) yang disponsori oleh Kaisar Romawi, Theodosius II. ["We confess therefore our Lord Jesus Christ, the only begotten Son of God to be perfect (100%) God and perfect (100%) man" (Oleh karena itu kita mengakui bahwa Tuhan Yesus Kristus, anak Tunggal Tuhan, sebagai Tuhan yang sempurna (100%) sekaligus manusia yang sempurna (100%) Keputusan ini kemudian diperkuat lagi oleh SK yang diterbitkan dalam Konsili di Chalcedon, Oktober 451 M yang disponsori oleh Kaisar Romawi saat itu, Marcion. "Following the holy fathers we confess with one voice that the one and only Son, our Lord Jesus Christ, is perfect in Godhead and perfect in mahood, tryly God and tryly man…" (Sesuai dengan ajaran para pemimpin gereja, kami bersaksi dengan suara bulat bahwa satu-satunya Anak, Tuan kita Yesus Kristus, adalah Tuhan sempurna (100%) dan manusia yang sempurna (100%), Tuhan yang sesungguhnya dan manusia yang sesungguhnya). Prof. John Hick dalam bukunya The Myth of God Incarnate mengatakan : "What the orthodoxy developed as the two natures of Jesus, divine and human coinhering in one historical Jesus Christ remains a form of words without assignable meaning… for to say without explanation that the historical Jesus of Nazareth was also God is a devoid of meaning..That Jesus was God the Son incarnate is not literally true since it has no literal meaning but it is an application to Jesus of a mythical concept whose function is analogous to that of the nation of divine son ship ascribed in ancient word to a king" (Apa yang diciptakan oleh golongan Kristen Orthodoks tentang ke dwi sifat-an (dua kodrat) Yesus sebagai Khalik dan makhluk dalam diri Yesus hanyalah merupakan kata-kata tanpa arti… karena dengan mengatakan tanpa penjelasan bahwa manusia Yesus adalah juga Tuhan, adalah suatu yang tidak memiliki makna…Bahwa Yesus adalah inkarnasi Tuhan secara harfiah tiak benar, karena secara harfiah tidak ada artinya dan hanya dapat diterapkan kepada Yesus dalam mitos yang fungsinya mirip seperti pandangan tentang raja sebagai anak dewa dalam legenda). Huston smith, pakar perbandingan agama dalam bukunya The World's Religion hal. 340 mengomentari ke-dwisifat-an Yesus : "to be fully devine mean one has to be free human limitation. If he has only one human limitation then he is not God. But according to the creed, he has every human limitation. How then can he be God?" (Untuk sepenuhnya ilahi, berarti dia harus bebas dari segala keterbatasan manusia. Kalau dia memiliki satu kelemahan manusia, berarti dia bukan Tuhan. Tetapi berdasarkan kredo, dia (yesus) memiliki segala keterbatasan sebagai seorang manusia. Oleh sebab itu mana mungkin dia Tuhan?) Randolph Ross dalam bukunya Common sense Christianity dengan tegas menyatakan: "Not because it is difficult to understand, but because it can not be meaningfully be said..not only impossible according to our understanding of the laws of nature..but impossible according to the rule of logic upon which all our reasoning is based" (bukan hanya karena sulit dimengerti, tetapi karena tidak ada maknanya..tidak hanya mustahil berdasarkan hukum alam tetapi juga mustahil berdasarkan akal sehat dimana logika berfikir kita didasarkan) Namun walaupun ajaran yang tidak masuk akal ini mendapat tantangan dari ilmuwan dan pakar Alkitab, Gereja tetap mempertahankannya mati-matian karena umat Kristiani sudah terlanjur diajari bahwa dua kodrat Yesus merupakan syarat untuk menjadikannya sebagai Juru Selamat sesuai agama Yunani. Apakah upaya yang dilakukan Gereja untuk menjadikan anak Allah sebagai Tuhan? Dengan mengatakan bahwa Anak Allah (Tuhan) adalah Logosnya filsafat Yunani. Siapa yang mengatakan bahwa Logos (Firman) adalah anak Allah (Tuhan)? Yang mengatakan demikian adalah Philo dari Alexandria. Dia mendifinisikan Logos sebagai "Protogenes huios theou" Gelar anak Tuhan ini kemudian digunakan oleh Paulus untuk Yesus. Selanjutnya penyalin Injil yang umumnya adalah pengikut Paulus juga ikut-ikutan menyebut Yesus sebagai Anak Allah (Tuhan) dengan menambahkannya ke dalam ayat-ayat Injil. "Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, anak Allah" (Markus 1:1) "Jawabnya : "Aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah" (Kis. 8:37). Kata "Anak Allah" dari kedua ayat tersebut di atas tidak ada dalam teks Injil Markus maupun Kisah Para Rasul yang diperkirakan ditulis pada tahun 325 M. Kata "Anak Allah" dalam kedua kitab diatas, baru diselipkan di akhir abad ke IV atau awal abad ke V. Sebentar Lagi ada SK pengangkatan Item Abu Jadi Malekat ! [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
