Dan ini belum termasuk agresi Belanda setelah Indonesia menyatakan Merdeka, 
si Belanda masih menganggap Indonesia adalah jajahannya.
Akibat si Belanda sialan lah, membuat Amerika ikut campur ke Indonesia.
++++++


Beberapa kelompok revolusioner yang mendorong lahirnya proklamasi pada 
tanggal 17 Agustus 1945.

"Kelompok Sukarni"
Sukarni bekerja di kantor Sendenbu (Barisan Propaganda), pernah juga menjadi 
anggota Pengurus Besar Indonesia Muda di Jaman Belanda. Kelompok ini 
didukung oleh: pemuda-pemuda Kusnaeni, Abdul Muluk, Adam Malik, Armunanto, 
Pandu Kartawiguna, M. Nitimihardjo, Syamsuddin, dan banyak yang lain. Mereka 
sering membuat brosur-brosur provokatif bermarkas di Menteng-31.

"Kelompok Syahrir"
Mula-mula disebut "Kelompok Hatta Syahrir", tapi karena Hatta sangat 
berkompromi dengan Jepang, maka terjadi perpecahan diantara mereka. Kelompok 
ini memiliki jaringan ke masyarakat luas lewat kelompok politik bawah tanah. 
Kelompok Syahrir didukung Sudarsono, Sugra, Hamdani, Kartamuhari.

"Kelompok para pelajar"
Terdiri dari 2 (dua) kelompok, yaitu yang berhimpun di Asrama Ika Daigaku 
(sekolah kedokteran tinggi) di Prapatan-10, dan kelompok BAPERPI, berpusat 
di Cikini-71. Mereka memiliki organisasi yang bernama Persatuan Mahasiswa, 
dipimpin oleh Djohan Nur, Sayoko, Syarif Taib, Darwis dan Eri Sudewo.
Kelompok ini mengajukan tuntutan "Bebas dan Merdeka".
Para pemuka kelompok pelajar al.: Chairul Saleh, Djohar Nur, Darwis, 
Kusnandar, Subadio Sastrosatomo, Eri Sudewo, Bahar-razak, Cenan, Abu Bakar, 
Rasyid Siregar, Wahidin, EA Ratoelangi dan banyak lainnya.

"Kelompok Kaigun"
Kelompok Kaigun (Angkatan Laut Jepang) terdiri dari tenaga revolusioner yang 
bekerja di kalangan Angkatan Laut Jepang dengan tokoh-tokoh al. Mr. 
Subardjo, Sudiro, Wikana, E. Chairudin, Djojo pranoto, dll. Kelompok ini 
bangkit karena politik "Kemerdekaan Hadiah" dari Jepang, mereka sangat 
disiplin dan cukup berwawasan luas serta memiliki informasi tentang 
kekalahan pertempuran laut antara Jepang dan Sekutu di perairan 
Asia-Pasifik. Di Asrama Pemuda Angkatan Laut yang saat itu dipimpin oleh 
Wikana, pelajaran umum dan politik sering diberikan oleh Syahrir, Soekarno, 
Hatta, Iwa Kusumasumantri, Subardjo, Suwandhi dkk. Kelompok ini
----------

Perundingan Cikini, 15 Agustus 1945.
Pada malam hari 15 Agustus 1945 beberapa pemuda mewakili kelompok 
masing-masing hadir dalam rapat di Cikini-71. Rapat itu dibuka oleh Chairul 
Saleh. Masing-masing utusan menyampaikan keterangan-keterangan serta 
pikiran-pikirannya.
Setelah larut malam dicapai mufakat bersama, bahwa
(a): kemerdekaan harus dinyatakan sendiri oleh rakyat, jangan menunggu 
kemerdekaan sebagai hadiah;
(b): Bung Karno-Bung Hatta harus dibawa menyingkir keluar kota.
------------

Sukarno-Hatta disingkirkan keluar kota.
Pukul 4 pagi, dari Jl. Cikini-71, Chairul Saleh, Sukarni, J.Kunto dan Dr. 
Muwardi berangkat mula-mula ke rumah D. Asmoro di Jl. Pekalongan. Kemudian 
Dr. Muwardi diantar ke Pegangsaan Timur 56 untuk menjemput Soekarno. Sukarni 
dan J. Kunto ke rumah Bung Hatta.

Tercatat tanggal 16-Agustus-1945 pukul 04:30 pagi mereka semua berangkat 
keluar kota dengan bergegas-gegas. Chairul Saleh kembali ke Cikini-71 untuk 
mengorganisir pemuda lain.

Rengas Dengklok, daerah pertahanan Republik yang pertama
Bung Karno, Fatmawati, Guntur (bayi), Hatta tiba dengan selamat ditangsi 
Rengas Dengklok dan tinggal sementara di rumah Djiauw Kie Siong. Rengas 
Dengklok adalah basis pertama daerah Republik.
Sejak tgl 14/8/1945, daerah ini mendapat penjagaan ketat dan tunduk pada 
peraturan pemuda republik.
---------------

Jakarta tgl 16/8/1945.
Chairul Saleh - sebagai pemimpin Komite van Actie, mengambil inisiatif 
menggalang rakyat dan pemuda yang sudah tidak sabar, kemudian mengadakan 
perundingan untuk menyusun siasat dan aksi.

Dibantu Cudanco Abdul-Latif (Peta), Daidanco Kasman Singodimedjo (Peta), di 
ruangan bilyar di Kebon Binatang, tgl 16/8/1945, pukul 11:30 Chairul Saleh 
mengadakan perundingan dengan pemimpin Seinendan. Keputusan penting adalah: 
"Peta-Heiho memelopori perlawanan rakyat terhadap kekuasaan militer Jepang 
di kota Jakarta". Rakyat dan pemuda digerakkan.
---------------

Persetujuan Rengas Dengklok.
Kira-kira pukul 04.00 sore, J.Kunto dan Mr. Soebardjo & Soediro berangkat 
menemui Bung Karno-Hatta di Rengas Dengklok dan menyampaikan berita bahwa 
"Jepang sudah menyerah kepada Sekutu". Sukarno-Hatta menyatakan siap sedia 
bersama seluruh rakyat menyatakan proklamasi kemerdekaan dan setuju 
menanda-tangani proklamasi kemerdekaan di Jakarta.
Persetujuan ini dinamakan Persetujuan Rengas Dengklok.
---------------

Pertemuan malam di Oranje Nassau Boulevard.
Tengah malam 16/17 Agustus 1945, Rombongan Rengas Dengklok tiba di rumah 
Laksamana Maeda. Disana sudah dinantikan oleh BM Diah (harian Asia Raya); 
Semaun Bakri, Sayuti Melik Mr. Iwa Kusuma Sumantri.
Sukarni dan J. Kunto meninggalkan tempat untuk pergi ke Jl. Bogor Lama, 
dimana Chairul Saleh, Adam Malik, Wikana, Pandu Wiguna, M. Nitimihardjo, 
Kusnaeni dan Syahrir berkumpul. Setelah berunding, akhirnya Sukarni dan 
Chairul Saleh berangkat ke Oranje Nassau Boulevard.

Kira-kira pukul 01:30 malam, dimulai pembicaraan susunan kata-kata 
proklamasi.
Text proklamasi secara mufakat diselesaikan oleh Bung Karno dengan 
corat-coret perbaikan, kemudian di ketik oleh Sayuti Melik.
-------------

Penanda tanganan Naskah Proklamasi RI.
Dengan di saksikan oleh Sukarni, Chairul Saleh, Mr. Soebardjo, Mr. Iwa 
Kusuma Sumantri, Sudiro, BM Diah, Sayuti Melik, Semaun Bakri, kira-kira 
pukul 02:00 pagi dinihari tanggal 17 Agustus 1945 - pernyataan proklamasi 
ditanda-tangani oleh Bung Karno - Bung Hatta atas nama rakyat.
-----------------

Proklamasi RI di Pegangsaan Timur-56.
Setelah Proklamasi ditanda-tangani di Oranye Nassau Boulevard, di Jl. Bogor 
Lama para pemuda segera mengadakan perundingan mengatur cara-cara 
penyebarannya. Kemudian perundingan dipindahkan ke Kepuh, dan pindah lagi ke 
Def-Van den Bosch 56. Tiga kelompok (pelajar, Sukarni & golongan Kaigun) 
melakukan pencetakan kilat pengumuman pernyataan proklamasi kemerdekaan yang 
disebarkan pagi buta tgl 17/8. Dengan spontan seluruh rakyat pagi-pagi 
bergerak dan menyambut gembira.

Tepat tgl 17/8/1945, pukul 10:00 pagi, Sukarno memberikan pembukaan singkat, 
lalu membacakan NASKAH PROKLAMASI REPUBLIK INDONESIA, disusul dengan upacara 
menaikkan bendera Merah-Putih (yang dijahit oleh Fatmawati).
Dengan Proklamasi Republik Indonesia oleh Sukarno-Hatta, berkobarlah 
Revolusi Indonesia - dalam perjuangan kemerdekaan. 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke