Surat ustadz Abu Bakar Ba’asyir untuk presiden Myanmar, Thein Sein mendapat
balasan. Tanggal 22 Juli 2012 lalu ustadz Abu Bakar Ba’asyir menulis sebuah
surat yang ditujukan untuk presiden Myanmar terkait konflik antara Muslim
Rohingya dan Budha.

Surat yang dikirimkan ke Kedutaan Besar Myanmar, Senin (30/7/2012) itu
memuat tiga tuntutan umat Islam yang disuarakan ustadz Abu Bakar Ba’asyir
untuk membela Muslim Rohingya:

Hentikan kezaliman berupa pengusiran, pembantaian terhadap ummat Islam di
Myanmar.
Berikan mereka kebebasan untuk memeluk Islam dan menjalankan ibadahnya.
Jangan ada lagi diskriminasi terhadap ummat Islam.

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir juga menegaskan dalam suratnya bahwa umat Islam
di Indonesia tak rela suadara muslimnya di Myanmar ditindas. “Kami tak
ingin mendengar tangisan saudara-saudara muslim kami di buminya Alloh
negeri kalian dan negerinya ummat Islam yang tinggal di sini, kami tidak
ridho setetes darah pun tertumpah dari kaum muslimin.”

Tak sia-sia, surat ustadz Abu Bakar Ba’asyir itu pun mendapatkan respon
dari pemerintah Myanmar. Melalui Duta Besarnya di Indonesia, Pyi Soe,
pemerintah Myanmar mengirimkan surat balasan yang ditujukan langsung kepada
ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Surat tertanggal 8 Agustus 2012 dengan bahasa
Inggris tersebut diterima ustadz Abu Bakar Ba’asyir beberapa hari setelah
hari raya Idul Fitri. Berikut terjemahan surat pemerintah Myanmar untuk
ustadz Abu Bakar Ba’asyir.

Bapak ustadz Abu Bakar Ba’asyir
Rumah Tahanan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia
Jakarta

Perihal : Situasi Di Negara Bagian Rakhine

Yang terhormat,

Atas nama Duta Besar Republik Persatuan Myanmar, saya mendapat kehormatan
untuk menerima surat anda pada tanggal 22 Juli 2012 yang ditujukan kepada
H.E.U Thein Sein, Presiden Republik Persatuan Myanmar dan ingin memberitahu
bahwa hal tersebut akan dikirim sesuai dengan tujuannya.

Kami memahami perasaan dan kepedulian anda atas peristiwa yang belakangan
ini terjadi di Rakhine, Myanmar yang disebabkan oleh berita-berita yang
berlebihan dan dibuat-buat maupun informasi yang diterima dari pihak-pihak
yang berbeda dan dari berbagai sumber media. Walaupun ini terlihat seperti
konflik antara dua agama seperti yang digambarkan oleh beberapa sumber,
yang sesungguhnya tidak benar. Presiden Republik Indonesia, Dr. Susilo
Bambang Yudhoyono menyebutkan dengan benar dalam konferensi persnya pada
hari sabtu, 4 Agustus 2012 bahwa konflik Rakhine – Rohingya adalah konflik
umum, bukan agama, “kebetulan suku Rohingya adalah Muslim dan suku Rakhine
beragama Buddha”.

Dalam hubungan ini, kami ingin meyakinkan anda bahwa peristiwa yang
akhir-akhir ini terjadi di negara bagian Rakhine bukan disebabkan oleh
penindasan agama ataupun diskriminasi. Itu hanya konflik komunal/umum.
Sejak awal kekerasan, pemerintah telah mengambil langkah-langkah yang
diperlukan untuk segera memulihkan stabilitas di tempat-tempat dimana
kerusuhan terjadi di negara bagian Rakhine. 16 anggota Komite Investigasi
telah dibentuk pada tanggal 6 Juni 2012 agar membongkar kebenaran dan untuk
mengambil tindakan hukum terhadap para pelaku kejahatan yang terlibat dalam
pelanggaran hukum dan tindakan anarkis  dalam peristiwa tersebut. Pada
waktu yang bersamaan, pemerintah mengambil tindakan berdasarkan
undang-undang yang berlaku untuk memastikan supaya fenomena tersebut tidak
terulang kembali.

Pemerintah juga bekerjasama penuh dengan para tokoh agama dan tokoh
masyarakat, partai politik dan organisasi sosial untuk mengatasi isu-isu
tersebut. Demikian pula, pemerintah telah bekerjasama dengan instansi
Perserikatan Bangsa-bangsa dan INGO (Organiasai Non-Pemerintahan
Internasional) untuk bantuan, rehabilitasi dan rekonstruksi untuk para
korban dari kedua komunitas dengan cara yang non-diskriminatif dan
transparan.

Kami juga akan meneruskan kepada anda sebuah salinan dari siaran pers yang
dikeluarkan pada tanggal 30 Juli 2012 oleh Kementrian Luar Negeri Myanmar
kepada negara bagian Rakhine untuk baca teliti dengan jelas.

Atas pengertian dan dukungan terhadap proses rekonsiliasi Myanmar dalam
masalah ini, kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami,

Pyi Soe
Duta Besar


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke