MUI Jatim: Syiah Sungguh Tak Layak Berkembang di Indonesia

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur telah mengeluarkan fatwa bahwa
Syiah adalah ajaran sesat. "MUI sudah mengeluarkan fatwa, kalau ajaran
Syiah atau yang juga disebut Syiah Imamiyyah Itsna'asyriyyah adalah sesat.
Tak layak ada di Indonesia. Karenanya tidak boleh ada di Jawa Timur," kata
Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jatim Achmad Zein Alkaf, Rabu 29 Agustus 2012.

Fatwa kesesatan Syiah itu tertuang dalam Kep No 01/SKF-MUI/JTM/I/2012
tentang ajaran Syiah, dikeluarkan sejak 21 Januari 2012. Menurut Achmad,
Fatwa itu sebenarnya dikeluarkan terlambat. Mengingat sejumlah ulama-ulama
di dunia telah lebih dulu mengeluarkan fatwa sesat terhadap Syiah. Termasuk
Malaysia dan Brunei Darussalam yang melarang Syiah hidup di negara itu.

Kata Ahcmad, Syiah di Iran tidak sesat karena persepsi negara tersebut.
Selain itu mayoritas penduduknya adalah Syiah. Artinya, aliran ini di bawah
naungan sebuah negara.

Dia menuturkan, banyak ajaran-ajaran Syiah yang bertentangan dengan Alquran
dan Hadis. Contohnya, Rukun Iman versi Syiah ada tambahan dengan Al Imamah.
"Termasuk juga beda Rukun Islam," imbuhnya.

Untuk memperkuat fatwa MUI Jawa Timur itu, Gubernur Jawa Timur telah
mengeluarkan Surat Keputusan (SK) nomor 55 Tahun 2012 tentang Pembinaan
kegiatan Keagamaan dan Pengawasan Aliran sesat di Jatim. Dengan demikian,
lanjut Achmad sudah ada kepastian hukum terkait ajaran Syiah.

"Yang menegaskan adalah pasal 5 ayat 2 yang berbunyi 'kegiatan keagamaan
sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dikategorikan sebagai aliran sesat apabila
memenuhi kreteria dari MUI untuk ajaran agama Islam dan untuk agama lain
dan majelis agama yang bersangkutan," jelasnya.

Meski demikian, MUI Jatim kata Achmad, mengutuk keras aksi kekerasan di
Desa Karang Gayam dan Desa Bluuran yang mengakibatkan dua orang tewas dan
pembakaran rumah pengikut Syiah.

Dia menegaskan, keluarnya fatwa dan SK Gubernur itu bukan bentuk pelegalan
aksi kekerasan terhadap warga Syiah. "Apapun alasannya segala bentuk
kekerasan kami tidak sepakat. Terlebih lagi sampai menelan korban jiwa,"
tegasnya.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke