Rencananya adalah untuk menyergap pedagang2 Quraysh pada saat mereka sedang
lengah, yakni pada saat mereka sedang sendirian, tidak banyak tentara, atau
jauh dari tempat aman di Mekah. Ini berarti menyerang kafilah2 pedagang
Quraysh, meneror dan merampok mereka di perjalanan dagang dengan Syria atau
saat mau balik ke Mekah. Tapi Muhammad juga penuh perhitungan dan tidak
terburu-buru. Dia sabar menunggu kesempatan baik untuk menyerang kafilah2
Quraysh yang sedang lengah. Rencana ini memang sangat cerdik dan licik.
Tidak dapat disangkal bahwa dengan penjarahan ini Muhammad dapat mengompori
pengikutnya, para Jihadis, untuk membalas dendam pada “penyiksa” mereka dan
di waktu yang sama mereka juga dapat banyak harta jarahan yang sebelumnya
tidak dapat disediakan Muhammad pada para Muhajirs (pengikut Nabi yang
setia yang pindah dari Mekah ke Medina) yang miskin dan kelaparan ini.
Dengan pemikiran ini, Muhammad mulai bergerak. Dia mengirim beberapa mata2
untuk mencari tahu kegiatan2 kafilah Mekah. Akan tetapi, kafilah2 Quraysh
selalu dilindungi dan dijaga baik2 oleh para tentara penjaga keamanan untuk
mencegah dirampok di jalan. Meskipun begitu, Muhammad tetap mencoba
keberuntungannya karena kafilah2 Mekah itu penuh dengan harta benda yang
sangat berharga. Biografer (penulis kisah hidup) Nabi apologis (= berusaha
menutupi kejelekan Islam) seperti Hussein Haykal, (Haykal, Ch. The First
Raids and Skirmishes) tentu mencoba mencari pembenaran dengan mengatakan
bahwa para Muhajir dari Mekah rindu pulang kampung dan sedang cari
kesempatan untuk balas dendam. Memang merasa rindu kampung halaman sih
wajar saja, tapi alasan yang sangat jelas untuk merampok kafilah Quraysh
adalah karena ingin menjarah dan merampas harta benda. Sederhana saja dan
sudah jelas. Alasan Haykal ini pupus karena setelah Muhammad menaklukkan
Mekah, tidak ada satu pun Muhajir yang katanya tadi ‘rindu kampung halaman’
yang mau balik pulang ke Mekah.
Mari kita bahas secara singkat penyergapan atau serangan teror atas kafilah
Quraysh. Ada pertentangan mana perampokan atas kafilah Quraysh yang pertama
dilakukan Muhammad. Ibn Ishak menulis bahwa Muhammad sendiri melaksanakan
serangan pertama, dan ini adalah terhadap kafilah di Waddan. Buku Ibn Ishak
tidak cukup memberi keterangan kapan hal ini terjadi. Waqidi menulis bahwa
serangan pertama dipimipin oleh Hamzah. Biografer2 lain setuju dengan versi
Waqidi tentang tanggal2 penyerangan2 Muhammad. Kami juga akan menggunakan
keterangan Waqidi tersebut.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke