Sifat sebenarnya Muhammad yang haus darah tampak saat tentara2 Muslim
berhenti di Saffra. Ketika sedang membagi-bagikan tawanan, Muhammad
mengenali al-Nadr b. al-Harith, penyair Quraish yang ditangkap Jihadis.
Dulu waktu Muhammad masih tinggal di Mekah, al-Nadr menyusun ayat2 yang
lebih bagus daripada Qur’an. Muhammad benci sekali terhadap komposisi ayat
al-Nadr. Sebagaimana disinggung di QS 8:31 (Dashti, hal. 47), Al-Nadr b.
al-Harith juga mengritik ayat2 Qur’an dengan mengatakan ayat2 itu hanyalah
dongeng kuno yang telah didengar orang2 Mekah. Muhammad tidak punya ampun
bagi Al-Nadr b. al-Harith. Untuk memuaskan keinginan balas dendamnya, sang
Nabi penuh kasih ini memerintahkan agar Al-Nadr yang telah tak berdaya itu
dibunuh. Ali melaksanakan perintah Muhammad dengan memenggal kepala Al-Nadr
di Saffra, tepat di hadapan Muhammad.[ Ibn Ishak, p.337] Inilah contoh
toleransi dari ciptaan Allah yang terbaik terhadap lawannya yang berani
menantangnya secara intelektual. Rodinson [p.168] menulis bahwa Muhammad
sangatlah sensitif (gampang tersinggung) pada celaan intelektual terhadap
dirinya. Setelah menghabisi pengritiknya, Muhammad dengan puas
memerintahkan rombongan melanjutkan perjalanan ke Medina.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke