>From : "Full Gospel Indonesia" [EMAIL PROTECTED] Syallom,
Ada alat untuk menyemprot obat penangkal flu burung, buatan pabrik di Korea Selatan, harga 1 unit Rp.600.000,hubungi Ibu Linda 031 704 35260 atau HP 0815 5187221. Mohon informasi, bisa beli dimana obat penangkal flu burung ini ? sebab akan saya siarkan diratusan millis berita ini , kalau sudah tahu bisa beli dimana obat penangkal itu. Saya tunggu. Terima kasih. Bambang Wiyono HP 0812 327 3886 From:"Vitri Caroline Diaz" [EMAIL PROTECTED] Sehubungan dengan ditemukakannya kembali beberapa pasien di Jakarta yang dinyatakan positif mengidap virus penyebab Flu Burung, maka kami kembali mengingatkan mengenai apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi Flu Burung tersebut. Di bawah ini adalah beberapa tindakan pencegahan Flu Burung yang dapat kita lakukan: Hindari bepergian ke daerah peternakan unggas dan babi atau kebun binatang. Hindari membeli hewan hidup untuk dikonsumsi. Anda/anggota keluarga yang membersihkan hewan tersebut akan melakukan kontak langsung dengan kotoran yang masih melekat pada bulu-bulu atau kulit (yang membahayakan jika ternyata unggas tersebut terserang virus flu burung). Lebih aman jika anda membeli hewan potong yang telah dibersihkan dan direndam air panas. Tingkatkan sistem imunitas tubuh dengan pola hidup sehat. Makan dan istirahat teratur. Jika perlu, konsumsilah multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jagalah kebersihan, diantaranya dengan sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun dan/atau desinfektan. Jika Anda / Anggota Keluarga mengalami: Demam/Panas tinggi di atas 38 derajat C, DAN Salah satu gejala di bawah ini, DAN: Batuk Nyeri Tenggorokan Sesak Napas Memiliki riwayat mengunjung peternakan unggas/babi dan/atau kebun binatang dalam jangka waktu 21 hari Segera hubungi RS terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Saat ini, rumah sakit yang menjadi rujukan dalam penangana flu burung ini adalah: Rumah Sakit Pusat Nasional Penyakit Infeksi -- Prof. Dr. Sulianti Saroso ( R S P N P I - S S ) Jl. Baru Sunter Permai Raya No. Telp. 021 - 650 6559 http://www.infeksi.com/hiv/ Informasi mengenai lebih terperinci mengenai Flu Burung -- penyebab, pencegahan dan pengobatannya -- terdapat dalam notes di bawah ini. Terima kasih dan mari kita menjaga kesehatan keluarga bersama! Rekan - rekan IBMers, Saat ini di Indonesia sedang marak berjangkit virus burung. Berikut ini adalah artikel mengenai Flu Burung yang dapat menjadi acuan dalam menjaga kesehatan keluarga kita. Apa itu flu burung ? Infeksi yang disebabkan oleh virus influensa, serta dapat menyerang unggas, babi dan manusia. Bila menyerang manusia, maka akan terdapat gejala flu yang tidak kunjung sembuh bahkan terus memberat dan disertai gejala sesak nafas dalam 2-3 hari. Hal ini merupakan indikasi terjadinya serangan flu burung yang dapat merenggut nyawa penderita dengan cepat (dalam hitungan 1minggu) . Penyebab Penyebab flu burung adalah virus influensa tipe A. Virus influensa tipe A adalah virus influensa yang dapat berubah-ubah bentuk dan dapat menyebabkan epidemi dan pandemi. Turunan virus yang sangat ganas dan dapat menyebabkan flu burung adalah subtipe A H5N1. Virus ini dapat bertahan hidup di air bersuhu 22 derajat selama 4 hari dan selama lebih dari 30 hari pada suhu 0 derajat. Virus akan mati pada pemanasan 60 derajat selama 30 menit dan dengan deterjen, atau desinfektan. Gejala Flu Burung Gejala flu burung dibedakan atas gejala pada manusia dan pada unggas Gejala pada manusia : Demam ( suhu badan diatas 38 derajat celcius) Batuk dan nyeri tenggorokan Radang saluran pernapasan atas Pneumonia ( radang paru) Infeksi mata Nyeri otot Jika anda atau keluarga mengalami gejala di atas, segeralah menghubungi dokter atau Rumah Sakit terdekat. Gejala pada unggas : Jengger berwarna biru Borok dikaki Mati mendadak Cara penularan Flu burung menular : Dari unggas ke unggas Dari unggas ke babi Dari unggas ke manusia Penularan melalui udara yang tercemar virus influensa H5N1 yang berasal dari air liur, lendir, dan kotoran unggas yang sudah mengering dan terbawa udara. Penularan juga dapat terjadi jika bersinggungan langsung dengan unggas yang terinfeksi flu burung. Untuk itu, jangan membeli ayam yang hidup karena kita/pembantu dapat berhubungan dengan kotoran ayam secara langsung apabila ayam tersebut terserang virus. Sampai saat ini belum dapat dibuktikan adanya penularan dari manusia ke manusia, juga dari makanan berbahan dasar unggas ke manusia. Masa inkubasi: Pada unggas : 1 minggu Pada manusia : 1-3 hari Pada anak : bisa sampai 21 hari Pencegahan Pada unggas : Vaksinasi pada unggas yang sehat untuk mencegah tertular virus influensa H5 N1. Pemusnahan unggas atau burung yang terinfeksi flu burung Pada manusia -- Masyarakat umum : Meningkatkan daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi dan beristirahat yang cukup. Multivitamin dapat membantu kita untuk meningkatkan daya tahan tubuh Mengolah unggas dengan cara yang benar yaitu dengan cara : Memilih unggas yang sehat ( tidak terdapat gejala-gejala penyakit) Memasak daging ayam sampai suhu 100 derajat celcius selama lebih kurang 10 menit Memasak telur sampai 100 derajat celcius selama lebih kurang 6.5 menit Jangan pergi kepeternakan ayam, unggas, dan lain-2 Jangan membeli unggas hidup, karena anda/anggota keluarga yang membersihkan unggas akan melakukan kontak langsung dengan kotoran yang masih melekat pada unggas tersebut (yang membahayakan jika ternyata unggas tersebut terserang virus flu burung) Pada manusia -- Kelompok berisiko tinggi (warga yang memelihara unggas, pekerja peternakan dan pedagang) Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja. Menghindari kontak langsung dengan unggas atau burung Menggunakan alat pelindung diri (misalnya masker dan pakaian kerja) Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja Membersihkan kotoran unggas setiap hari Pengobatan Bila flu tampak berat dan disertai sesak nafas penderita harus dirawat dirumah sakit karena membutuhkan : Oksigen untuk membantu pernafasan Pemberian cairan infus Pemberian obat anti virus Pemberian obat anti infeksi sumber: Dr. Fiastuti Let's keep our family healthy..... >From : [EMAIL PROTECTED] Lalat Bisa Sebarkan Virus Flu Burung JAKARTA - Hasil penelitian terhadap lalat yang berasal dari peternakan unggas yang terinfeksi virus flu burung membuktikan, lalat pun bisa menyebarkan virus flu burung. Karena itu, sangat penting menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan personal, terutama mencuci tangan, kata peneliti virus flu burung dari Universitas Ga- djah Mada (UGM) Prof drh R Wasito MSc PhD kepada Pembaruan, Rabu (21/9). Menurut dia, hasil penelitian yang dilakukannya pada 2005 bersama Prof drh Hastari Wuryastuti MSc PhD dan ahli virus dari Amerika Serikat Prof Roger K Maes membuktikan, virus flu burung tidak hanya disebarkan unggas. Lalat pun menjadi pembawa (karier) virus flu burung. Dia menjelaskan, sebanyak 100 miligram lalat (sekitar enam ekor) yang diperiksa dan berasal dari enam lokasi, dengan pemeriksaan reverse transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) positif flu burung sub tipe H5N1. Sampel lalat berasal dari peternakan unggas yang terinfeksi virus flu burung di provinsi Sulawesi Selatan. Sampel diperoleh dari Balai Besar Veteriner di Maros, Sulawesi Selatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dinamika penyebaran virus flu burung. Sampel lalat yang diteliti juga ada yang berasal dari Tuban, Jawa Timur dan Karanganyar, Jawa Tengah. Hasil pemeriksaan RT-PCR, sampel lalat dari Tuban dan Balai Besar Veteriner Maros positif flu burung. Melalui Mukosa Menurut Wasito, mantan Direktur Jenderal Peternakan Departemen Pertanian, sekalipun lalat membawa virus flu burung, dan bila lalat itu hinggap pada makanan dan kemudian manusia menelan makanan itu,ujarnya, virus flu burung tidak menyebar ke manusia lewat makanan tapi menular melalui mukosa (kelenjar) saluran pernapasan. "Kalau tangan menyentuh benda-benda yang dihinggapi lalat pembawa virus flu burung, kemudian tangan tidak dicuci bersih dan memegang hidung maka hal ini yang bisa menularkan virus flu burung ke manusia. Jadi sebenarnya memakan daging ayam, telur ayam aman. Selama ini orang yang meninggal karena infeksi virus flu burung bukan karena makan ayam atau makan telur," katanya. Seekor lalat, ungkapnya, bisa terbang sejauh 20 kilometer. Sepasang lalat (betina dan jantan) dalam tempo tiga sampai lima bulan bisa menghasilkan triliunan lalat baru. Waktu untuk berubah dari telur lalat menjadi lalat baru memakan waktu tiga sampai lima hari. Hasil penelitian lalat yang positif membawa virus flu burung tersebut akan ditindaklanjuti untuk mengetahui apakah virus flu burung yang ada pada lalat itu sama dengan virus flu burung yang ada di Hong Kong, dan negara lain. Juga untuk mengetahui apakah lalat sebagai perantara (vektor) mekanik virus menempel pada lalat dan lalat menjadi sakit), dan apakah virus flu burung berkembang biak di tubuh lalat. "Hasil penelitian ini belum saya sampaikan ke Departemen Pertanian karena masih berlangsung. Penelitian terhadap lalat akan dikembangkan ke daerah lain, seperti ke Sumatera Utara. Sekarang yang perlu diperhatikan adalah menjaga kebersihan lingkungan, dan masyarakat jangan panik," ucap Wasito. (N-4) --- End forwarded message --- __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
