GALAMEDIA
03/10/2005 Duka Selimuti Keluarga Daf dan Dharmawan
SBY, "Ini Bom Bunuh Diri"
ant
Dua anggota Polri tampak berjaga di depan Kafe Raja, sedangkan tim
Labfor Polri melakukan olah TKP di lokasi ledakan bom Kafe Raja di kawasan Kuta
Square, Minggu (2/10).
DENPASAR, (GM).-
Ledakan bom di kawasan Jimbaran dan Kuta, Kab. Badung, Bali, Sabtu (1/10) malam
yang menewaskan 26 orang dan meangkibatkan 122 luka berat dan ringan dipastikan
bom bunuh diri. Kepastian tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) dalam konferensi pers di Hotel Inna Kuta Beach, Jln. Pantai
Kuta, Kuta, Bali, Minggu (2/10).
Dalam konferensi pers tersebut, SBY menyatakan, bom Bali itu mengarah sebagai
bom bunuh diri. "Hasil investigasi, arahnya pengeboman ini dilakukan oleh para
pelaku bom bunuh diri," katanya.
Pernyataan SBY diperkuat oleh Kapolda Bali, Irjen Pol I Made Mangku Pastika.
"Ada bukti-bukti yang menyatakan bahan peledak tersebut menempel pada tubuh
orang itu sehingga hancur di bagian tengah badannya. Kalau menempel di bagian
tubuh, itu sudah salah satu ciri bahwa ini bom bunuh diri," kata Made Pastika.
Keyakinan Made Pastika kalau bom yang meluluhlantakkan Raja's Bar and
Restaurant, Kuta Square dan Nyoman Cafe itu didasarkan pada dua bukti yang
ditemukan kepolisian di tempat kejadian perkara (TKP). Sebab, di lokasi ledakan
ditemukan potongan tubuh manusia yang tercerai berai. Antara lain kepala
terpisah dari badan, bagian tengah tubuh habis menjadi kepingan-kepingan kecil
daging yang menempel di mana-mana, dan hanya kaki yang tersisa.
"Tersebar di mana-mana. Kemudian tersisa kakinya, kepalanya terpental jauh.
Terutama di Jimbaran, kira-kira 25 meter dari pinggir lubang. Itu yang
pertama," kata Pastika.
Bukti kedua, lanjutnya, kepolisian juga menemukan serpihan yang diyakini
menjadi media pembawa bom tersebut. Dugaan sementara, media itu berbentuk jaket
atau tas. "Yang kedua, banyak serpihan-serpihan yang diperkirakan merupakan
wadah dari bom itu. Entah itu tas, entah itu jaket. Artinya dalam jaket
ditempatkan bahan peledak atau tas yang menempel di tubuhnya," ujarnya.
Sasaran empuk
Selain menyatakan, insiden "Bom Bali Jilid II" sebagai bom bunuh diri, dalam
kesempatan itu, SBY juga mengatakan agar tidak terjadi lagi, ke depannya harus
dicari cara efektif untuk mencegah kejadian yang sama. Sebab, teroris tidak
lagi melakukan peledakan dengan kendaraan seperti roda dua atau roda empat.
Ditambahkannya, sasaran peledakan juga bukan ruangan tertutup, tapi ruangan
yang relatif terbuka. "Teroris mencari lagi sasaran yang lebih empuk dan
diarahkan seperti tadi malam (Sabtu, red) yaitu pada tempat-tempat relatif
terbuka. Persoalan ini luar biasa dan bagaimana kita melakukan pencegahan di
tempat-tempat seperti itu," ujar SBY.
Ditambahkannya, selama ini, pemeriksaan dengan menggunakan metal detector telah
dilakukan oleh pemilik gedung. Tapi, teroris sudah melakukan tindakan brutalnya
di tempat-tempat yang tidak terdeteksi dengan metal detector.
"Yang tidak tertangkap metal detector, bagaimana kita mendeteksi hal-hal
seperti itu. Jadi ini agenda kami. Sebab, jangkauan, cakupan, dari pengecekan
pengamanan sekarang hanya ada di gedung, hotel yang relatif tertutup," katanya.
Buru pelaku
Dalam kesempatan itu, SBY berjanji akan terus memburu dan menyeret pelaku
pengeboman ke pengadilan, seperti yang telah dilakukan selama ini. Namun, SBY
mengaku lebih memprioritaskan tiga langkah cepat dan darurat terkait tragedi
yang menyedihkan ini.
Ketiga langkah tersebut adalah perawatan terhadap korban yang meninggal dan
luka-luka dengan sebaik-baiknya untuk menyelamatkan jiwa mereka, melakukan
penyelidikan cepat di tempat kejadian, dan melakukan langkah-langkah
penyelidikan lain oleh polisi serta intelijen. Selain itu, mengamankan
tempat-tempat publik, di Bali khususnya agar kegiatan di kota wisata ini bisa
kembali pulih, meskipun dengan kewaspadaan tertentu.
Terekam kamera
Dari Jakarta, Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Komjen Makbul
Padmanagara menyatakan, kepolisian telah mendapatkan rekaman wajah salah
seorang pelaku pengeboman di Jimbaran dari seorang warga yang sempat mengambil
gambar menjelang dan pada saat terjadinya ledakan.
Untuk melakukan identifikasi terhadap wajah pelaku pengeboman yang terekam
kamera itu, Bareskrim langsung menerjunkan tim Detasemen 88 (Den 88). "Ya, kita
sudah dapat rekamannya dan sedang mengidentifikasi si pelaku," kata Makbul di
Jakarta, kemarin.
26 Tewas
Berdasarkan data terakhir dari Posko Relawan Pol Bedah RSUP Sanglah, Denpasar,
Minggu (2/10) sore, jumlah korban tewas dalam tragedi "Bom Bali Jilid II" ini
tercatat 26 orang. Sedangkan korban luka-luka mencapai 122 orang.
Dari daftar korban meninggal dunia dan berhasil diidentifikasi, sebagian besar
merupakan warga negara Indonesia/WNI sebanyak 14 orang. Sisanya adalah
wisatawan mancanegara berkebangsaaan Jepang (1) dan Australia (2). Ke-14 orang
tewas itu terdiri atas 6 orang berjenis kelamin laki-laki dan 8 orang
perempuan. Korban meninggal lainnya yang belum berhasil diidentifikasi 4 orang
dan dua potongan kaki.
Korban tewas yang berhasil diidentifikasi adalah Akiyo Kawasaki (Jepang),
Dafansyah (Indonesia), Gusti Ketut Sudana (Indonesia/Bali), Brendon Fitzgerald
(Australia), Edwin Sindu (Indonesia), Colin Zwinsky (Australia), Darmawan
(Indonesia), Arthur Kevino (Indonesia), Nyonya Darmawan (Indonesia), Ratih
Jayanti (Indonesia), Kojawati (Indonesia), Eny (Indonesia), Mega (Indonesia),
Wayan Sudika (Indonesia/Bali), Yuni Trisnawati (Indonesia), Veny (Indonesia),
dan Ely Sunarto (Indonesia).
Korban yang mengalami luka-luka dalam peristiwa itu dirawat di tujuh rumah
sakit. Dengan rincian, 83 orang dirawat di RSUP Sanglah (17 pulang, 66 masih
dirawat), BIMC (8 orang/masih dirawat), Surya Husada (9 orang: 5 pulang, 4
masih dirawat), RS Kasih Ibu (6 orang: 2 pulang/4 masih dirawat), Prima Medika
(6 orang/masih dirawat), RSAD (1 orang/masih dirawat), dan RS Graha Asih
(3/masih dirawat).
Di pelukan ibunda
Sementara itu, suasana duka menyelimuti rumah duka keluarga besar Sjaiful
Anifi-Susina Hartati di Jln. Surapati No. 65 Bandung. Sebab, cucunya, Teuku
Daffansyah (6) turut menjadi korban dalam insiden bom Bali itu. Kendati lolos
dari maut, kedua orangtua Daf, sapaan Teuku Daffansyah, Teuku Danielsyah (37)
dan Dwi Yuniarti (35) juga mengalami luka cukup serius.
Jenazah korban tiba di rumah duka sekitar pukul 23.30 WIB. Kedatangan korban
yang disertai kedua orang tuanya langsung disambut tangis duka, peluk-cium
keluarganya yang sudah menunggu sejak siang hari.
Menurut penuturan paman Daf, Ananda, keponakannya meninggal dalam pelukan
ibunya ketika dilarikan ke rumah sakit. "Menurut cerita abang ipar saya
(Danielsyah, red), Daf tidak meninggal di tempat kejadian, melainkan di pelukan
ibunya ketika sedang dibawa ke rumah sakit," katanya.
Dari cerita abangnya itu, Boy --sapaan Ananda-- pada saat kejadian, kakak dan
abangnya yang baru tinggal dua bulan di Denpasar mengajak Daf jalan-jalan ke
Jimbaran dan makan malam di Cafe Madega. "Ketika itu, Daf duduk di samping
ibunya. Sedangkan ledakan bom datang dari arah belakang. Kabarnya, bagian
belakang kepala Daf terhantam oleh benda tumpul dari arah belakang," katanya.
Dikatakan Boy, kedua kakaknya juga mengalami cedera cukup serius. "Kakak saya
(Dwi, red) mengalami luka ringan. Sedangkan abang saya (Danielsyah, red) harus
menjalani operasi karena di dalam tangannya ada semacam mimis (peluru bulat,
red) yang mungkin berasal dari pecahan bom. Tapi, mereka masih kuat untuk ke
Bandung dan rencananya operasi baru akan dilakukan di Bandung," katanya.
Mengenai firasat yang dirasakan keluarganya, Boy menceritakan, akhir-akhir
semua keluarga selalu merasa kangen pada Daf. "Kami terakhir kali bertemu Daf
ketika mereka akan pindah ke Bali dua bulan lalu. Akhir-akhir ini, kami semua
selalu merasa kangen pada Daf. Bahkan, omanya selalu tidak enak makan dan
minum," ujarnya.
Rencananya, jenazah Daf yang baru tiba di Bandung sekira pukul 22.00 WIB akan
dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikutra, Senin (3/10) pukul 09.00 WIB.
Keluarga Dharmawan
Selain Daf, korban bom Bali asal Bandung lainnya adalah pasangan suami-istri,
Dharmawan (71) dan Mien Dharmawan (65). Seperti di rumah Sjaiful Anifi-Susina
Hartati, kediaman keluarga korban di Komplek Pos dan Telekomunikasi, Jln.
Materai No. 9 Buahbatu Bandung, juga diselimuti suasana duka.
Salah seorang keponakan korban memaparkan, Salman Ramdan menceritakan,
keluarganya tidak menduga peristiwa tersebut akan menimpa Dharmawan. Sebab,
beberapa jam sebelumnya adik korban, Nur Dwisasih sempat mendapat kabar melalui
short message service (SMS) dari Mien kalau ia sedang jalan-jalan di Bali.
Dalam SMS-nya, Mien sempat menawarkan oleh-oleh buatnya.
"Mau oleh-oleh apa, kalau pulang nanti?". Sayang, SMS tersebut belum sempat
dibalas karena ledakan bom sudah terjadi. "Itulah SMS terakhir darinya," ungkap
Salman.
Dipaparkannya, peristiwa ledakan yang menewaskan keluarganya tersebut baru
diketahui setelah Bobby Nugroho, salah seorang putra korban menelepon
Sabarudin. Sehingga, Sabarudin pun menghubungi keluarganya yang ada di Bandung.
"Tadinya informasi itu menyebutkan hanya Bi Mien saja yang meninggal. Sedangkan
Om Dharma luka-luka. Ternyata, keduanya pun meninggal di sana," kata Salman.
Ketika peristiwa terjadi, kata Salman, paman dan bibinya sedang makan malam
bersama anak dan cucunya, Sheri Suryo (30), Reza Suryo (31), Mirza (5), dan
Aulia (1).
Sebelum peristiwa tersebut terjadi, lanjut Salman, Mien telah merencanakan
untuk memperingati 40 hari meninggalnya Hj. Sukaesih, ibunya pada 20 Oktober
mendatang. Bahkan, ia menginginkan agar pada saat Lebaran nanti, keluarga
memakai baju batik semua. Rencananya, kedua korban akan dimakamkan di TPU Jeruk
Purut, Jakarta, Senin (3/10). (B.82/B.99/B.98/rem/ant/kcm)**
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/