Janganlah menuduh seseong sebagai pencuri hingga bukti2 dipengadilan terbukti 
dan hakimlah yang berhak menjatuhkan vonisnya.  Jadi vonisnya pun bukan 
dijatuhkan atau dilaksanakan oleh si orang yang tercuri.

Sama ya dengan agama !!!

Janganlah memastikan adanya Allah hingga ada bukti2nya yang diterima semua 
orang dan semua agama sehingga setelah terbukti barulah perintah2nya bisa 
dijalankan dan bisa dipaksakan.  Tanpa bukti2 tidak ada hak siapapun untuk 
menjalankan perintah2nya sehingga menimbulkan jatuhnya korban2 mereka yang 
dituduh murtad, kafir, yahudi, sesat dll.  Bahkan sesama Islam yang sama2 
percaya Allah pun jadi korbannya seperti umat Ahmadiah, umat Syiah, dan umat2 
Islam lainnya termasuk juga mereka yang bukan Islam sehingga kehilangan bukan 
cuma jiwanya saja, tapi juga harta benda, rumah, dan kehidupan bahagia mereka 
yang mereka idam2kan.

Jadi kalopun Allah bisa dibuktikan ada, maka pelaksanaan hukumnya tidak boleh 
dilakukan oleh semua orang kecuali oleh hakim dipengadilan, jadi bukan 
dilaksanakan umat yang rame2 menjarah dan membantai untuk merebut pahala yang 
dijanjikan Allah tadi.

Demikian ya... hidup dizaman modern ini ada aturannya, bukan seperti ajaran 
AlQuran bahwa kewajiban setiap muslimin adalah menghancurkan patung2 berhala, 
menegakkan Syariah Islam, berjihad membunuhi mereka yang dianggapnya musuh2 
Islam, memenggal kepala musuh dari belakang.  Dizaman dulu memang begitu setiap 
orang berkewajiban melakukan tegaknya hukum Islam ditangannya sendiri karena 
pahalanya juga untuk dirinya sendiri, seperti merajam perempuan sampai mati 
dilakukan oleh orang tua, saudara dan tetangga2nya yang kemudian diikuti oleh 
orang2 lain yang lalu lalang.  Dizaman sekarang hal seperti itu biadab sudah 
dilarang diseluruh dunia kecuali di-negara2 Islam secara sembunyi2 atau 
terang2an dengan dilindungi negara.

> emmanuel Mehmet <emmanuelmehmet@...> wrote:
> Jangan melihat islam dari perilaku
> pemeluknya krn perilaku mereka
> seringkali tidak sesuai dgn ajarannya,
> lihatlah Islam dari ajarannya.

Pemahaman anda selalu salah, karena hasil suatu ajaran selalu dinilai dari para 
penganutnya.  Kalo ada penganut yang melakukan tindakan2 yang tidak sesuai 
dengan ajaran yang dianutnya, maka si penganut itu tidak diakui sebagai 
penganut ajarannya.

Demikianlah halnya, Amrozy penganut Islam maka kelakuannya melakukan teror 
sehingga banyak umat yang bukan Islam menjadi korban2nya itu merupakan hal 
kewajiban yang ada dalam ajaran Islam yang dianugerahi pahala oleh Allah yang 
diyakininya.

Jadi ajaran Islam bisa disimpulkan sebagai agama kebencian, sebagai agama teror 
cukup dari apa yang dilakukan Amrozi dan hal ini didukung juga dengan hal yang 
sama yang dilakukan umat sesama Islam lainnya di 911, di inggris, di Mumbay 
India, di Cina, di Russia, di Israel, dan juga di Indonesia terhadap sesama 
Islam itu sendiri seperti yang dialami Ahmadiah dan Syiah.

Jadi kalo menurut anda teror2 yang dilakukan diatas itu tidak sesuai dengan 
ajaran Islam, lalu siapa dong yang anda anggap tindakannya sesuai dengan agama 
Islam ????  bisa enggak anda beri contoh adanya orang2 Islam yang menolong umat 
agama lainnya seperti yang dilakukan orang2 Barat yang menolong sesama manusia 
tanpa membedakan agamanya ??

Setiap terjadi bencana Alam, tidak pernah Islam Sunni memberi pertolongan 
apabila Islam Syiah mengalami bencana, yang datang menolong justru orang2 
Barat, demikian juga sebaliknya.

Singkat cerita tidak ada muslimin yang bisa anda jadikan teladan sebagai 
penganut ajaran Islam, tapi bukan berarti tidak ada muslimin yang menolong 
menyelamatkan orang Yahudi yang diculik terorist jihad sehingga selamat.  Namun 
muslimin yang begini bukanlah teladan ajaran Islam, mereka disebut "murtad".

Gus Dur juga seorang ulama besar Islam yang berulang kali menolong umat yang 
bukan Islam, tapi beliau memang melakukannya atas dasar HAM bukan atas ajaran 
Islam yang seutuhnya.  Itulah sebabnya Gus Dur dianggap penganut Islam umumnya 
sebagai "Ulama Murtad".

Tidak bedanya dengan nasib umat Ahmadiah yang bersedia saling tolong menolong 
dengan umat yang bukan Islam, tapi mereka malah tidak bersedia untuk saling 
tolong menolong dengan Islam Sunni atau Islam Syiah, dan akibatnya Islam 
Ahmadiah juga dianggap bukan Islam.

Jadi gimana maunya anda kalo menilai Islam bukan dari tingkah laku atau 
perbuatan umatnya, lalu harus darimana dinilainya ????

Jadi jangan cari2 pembenaran terhadap ajaran yang jelas2 salah, tapi anda 
mengharuskan dianggap benar dengan hanya menggunakan kata2 diatas.

Berkatalah benar bagi yang benar, katakan salah bagi yang salah.  Jangan 
membenarkan yang salah hanya karena itu adalah agama yang aku anut.

Biarpun saya turun temurun beragama Islam, tapi secara moral saya harus jujur, 
Islam agama biadab yang anti-HAM dan anti-Demokrasi.  Dan dengan kenyataan 
inipun, tidak ada alasan bagi saya untuk keluar dari agama Islam, melainkan 
harus saya perbaiki dan ubah dari dalam tanpa perlu pindah keagama lainnya yang 
juga melakukan hal yang sama.

Kalo ada muslimin yang menganggap ajaran Islam tidak bisa diubah, justru saya 
akan mengubahnya, terbukti saya sendiri berhasil mengubah pandangan dan 
kepercayaan saya terhadap Islam tanpa keluar dari agama Islam dan tetap masih 
menjadi muslimah.

Ny. Muslim binti Muskitawati.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke