Ref: Apa yang mau dibicarakan oleh State Secretary Clinton tentang Freeport. 
Emasnya sudah hampir habis. Keamanan tambang dan sekitarnya dijaga ketat oleh 
TNI dan Polri. jadi buat apa Clinton repot. Tiap tahun mengalir miliaran dolar 
ke kas rezim. Dari miliaran dollar ini berapa banyak yang diperoleh rakyat 
Papua?

Kalau mau dibicarakan tentunya datang dari pihak rezim neo-Mojopahiit agar 
supaya dinaikan upeti bagi petinggi rezim begitu pun pajak perusahaan, deviden 
serta sumbangan uang lauk pauk, uang operasi dsbnya untuk TNI dan Polri yang 
bertugas disana. Agaknya dibicarakn ialah perkembangan di politik Asia timur 
dan juga oleh-oleh sejumlah pesawat terbang F16 untuk memperkuat rezim.


http://www.antaranews.com/berita/331054/tidak-ada-pembicaraan-soal-freeport-dengan-hillary
"Tidak ada pembicaraan soal Freeport dengan Hillary"
Selasa, 4 September 2012 13:51 WIB | 1190 Views

 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kanan) didampingi Menlu Marty 
Natalegawa (kanan) berbincang dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat 
Hillary Clinton (kiri) (ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menegaskan tidak 
ada pembicaraan mengenai Freeport dalam kunjungan kerja Menteri Luar Negeri 
Amerika Serikat Hillary Clinton ke Indonesia.

Menlu Marty seusai mendampingi Presiden bertemu dengan Hillary di Kantor 
Presiden, Jakarta, Selasa, mengatakan, kedatangan istri mantan Presiden AS Bill 
Clinton itu hanya membicarakan terkait hubungan bilateral dan masalah regional.

"Masalah itu sama sekali tidak dibahas. Masalah yang menyangkut Freeport baik 
Presiden dengan Clinton (Hillary), maupun Clinton dengan kami (Menlu). Saya 
kira itu sesuatu yang bisa dipahami karena ini tidak menyangkut pemerintah AS 
dan pemerintah Indonesia, jadi masalah itu tidak dibahas," katanya.

Menlu juga menegaskan, kunjungan Menlu AS ke Indonesia juga tidak membahas 
masalah di Papua dan Papua Barat. 

"Jadi semata masalah bilateral dan regional dan global," katanya.

Sementara itu, Menlu Hillary, Selasa pagi, bertemu dengan Presiden Yudhoyono 
selama lebih kurang 45 menit di Kantor Presiden, Jakarta. 

Sebelumnya, Menlu AS yang tiba ke Indonesia Senin petang (3/9), langsung 
mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di 
Kementerian Luar Negeri, Jakarta. 

Beberapa kalangan awalnya menengarai akan adanya pembicaraan mengenai 
renegosiasi dan perpanjangan kontrak karya dengan Freeport terkait kunjungan 
Menteri Luar Negeri AS tersebut ke Indonesia.

Hal ini mengingat, pemerintah tengah mengupayakan renegosiasi kontrak karya 
perusahaan tambang yang beroperasi di Indonesia termasuk dengan PT Freeport 
Indonesia sesuai UU No 4/ 2009 tentang Minerba. 

Selain itu juga adanya keinginan, PT Freeport Indonesia untuk dapat 
memperpanjang kontrak karya yang akan selesai pada 2021 menjadi 2041. 

PT Freeport menandatangani kontrak karya ke II pada 1991 saat Presiden Soeharto 
memimpin dengan tenggang waktu 30 tahun atau selesai 2021 nanti.
(M041)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke