http://www.equator-news.com/utama/20120904/keamanan-ketat-parang-dan-iwak-peyek
Mordiadi 
| Selasa, 4 September 2012 
Keamanan Ketat, Parang, dan Iwak Peyek 
Tak Satu pun Basmi KKN di Singkawang

Mordiadi 
Pemeriksaan di pintu masuk ruang utama rapat paripurna 
Singkawang – Tak satu pun dari empat pasangan kandidat Walikota Singkawang yang 
menyenggol perihal pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam visi 
dan misinya.

“Pemberantasan korupsi seharusnya menjadi prioritas, apalagi di mana-mana 
pemerintah komitmen untuk itu termasuk presiden berkepentingan memberantas 
korupsi,” tutur Drs H Edy R Yacoub MSi, Wakil Walikota Singkawang ditemui usai 
Paripurna Penyampaian Visi dan Misi Calon Walikota dan Wakil Walikota 
Singkawang Periode 2012-2017 di Gedung DPRD, kemarin (3/8).

Waktu masing-masing 30 menit yang diberikan pimpinan sidang untuk menyampaikan 
visi dan misinya jadi berkepanjangan dengan program. Tanpa berpikir negatif, 
Edy Yacoub enggan komentar banyak soal itu.

“Kalau konsep yang mereka sampaikan itu sepertinya ada, cuma mungkin karena 
keterbatasan waktu jadi terlewatkan. Tadi saya dengar ada yang komitmen 
pemberantasan KKN,” ujarnya.

Menurut dia, sudah sepatutnya pasangan kandidat walikota terpilih kelak 
mempunyai motivasi yang kuat untuk menyelesaikan permasalahan KKN di Kota 
Singkawang.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan walaupun tidak 
disebutkan dalam visi dan misi itu, pemberantasan KKN tetap menjadi keharusan 
bagi siapa pun yang memimpin Kota Singkawang. “Itu sudah menjadi tanggung jawab 
moral setiap pemimpin nantinya,” katanya.

Tjhai Chui Mie menjelaskan, visi dan misi yang disampaikan seluruh pasangan 
Calon Walikota dan Wakil Walikota Singkawang memang lebih mengedepankan pada 
upaya-upaya untuk membangun kota masa mendatang. Bukan bermaksud meremehkan 
komitmen pemberantasan KKN, tetapi dikarenakan peraturan saat ini sudah 
memberikan ruang sempit untuk terjadinya tindak pidana KKN.

“Lihat saja, peraturan-peraturan sekarang ini, misalnya mengenai penganggaran, 
semakin tahun semakin ketat. Sehingga tidak gampang bagi pejabat negara untuk 
korupsi,” kata Tjhai Chui Mie optimis.

Belum lagi proses penganggarannya yang sampai pada pengauditan BPK-RI. Hal itu, 
menurut Tjhai Chui Mie menutup peluang-peluang KKN dalam penyelenggaraan 
pemerintahan daerah. “Jadi tidak gampang bagi pejabat negara untuk korupsi dan 
lepas dari jerat hukum,” kata Tjhai Chui Mie.

Sementara itu penyampaian visi dan misi Calon Walikota Singkawang disampaikan 
pasangan calon berdasarkan nomor urutnya masing-masing, yakni Awang 
Ishack-Abdul Mutalib nomor urut satu, Henoch Thomas-Rozanuddin nomor urut dua, 
Hasan Karman-Ahyadi nomor urut tiga, dan Nusantio Setiadi-Tasman nomor urut 
empat.

Visi Awang Ishack-Abdul Mutalib adalah “Singkawang Aman, Nyaman dan Sejahtera 
Berbasis Jasa, Perdagangan dan Agro Industri”. Visi tersebut dicapai dengan 9 
misi, 17 kebijakan prioritas, 41 program prioritas, dan 86 kegiatan prioritas 
yang pro kesejahteraan rakyat.

Awang, yang pernah menjadi Walikota Singkawang ini, hingga berakhirnya 
penyampaian visi dan misinya secara langsung tidak menyalahkan berbagai 
kebijakan incumbent.

Awang Ishack-Abdul Mutalib pun menyalami pimpinan sidang, wakil-wakil Ketua 
DPRD, kapolres, sekda, para kandidat termasuk dengan incumbent Hasan Karman.

Penyampaian Henoch Thomas-Rozanuddin memberikan kesempatan wakilnya Rozanuddin 
untuk juga membacakan visi dan misi mereka. Pasangan yang mengusung Visi 
“Bercahaya”, kependekan dari Bersih, Efektif-efisien, Rapi, Cerdas, Aman, 
Harmonis, Yakin, dan Amanah. Masing-masing dijabarkan dan dijelaskannya secara 
panjang lebar dan sering diselipkan bahasa Inggris.

Pasangan selanjutnya yang menyampaikan visi dan misi merupakan incumbent, yakni 
Hasan Karman yang pada periode keduanya ini menggandeng Ahyadi.

Ketika Hasan Karman naik ke podium, beberapa undangan yang hadir malah 
meneriakinya dengan “huuu”. Tidak dapat dipastikan pendukung siapa yang 
mengeluarkan teriakan ejekan itu. Sehingga ruang sidang mulai ribut.

Pada penyampaian visi dan misinya kali ini, Hasan Karman kembali mengulang 
caranya ketika kali pertama mencalonkan diri sebagai walikota 2007 silam, yakni 
berpidato tidak di depan podium. Dia berdiri berhadapan langsung dengan para 
tamu undangan. “Biasanya kalau visi dan misi seperti ini jadi ngantuk, jadi 
saya berdiri di depan supaya tidak ngantuk,” katanya.

Awal penyampaian visi dan misinya dimulai dengan penjelasan mengenai visi 
tersebut bukan berupa janji-janji. Ia mengusung “Singkawang Spektakuler Jilid 
II” singkatan dari terwujudnya Kota Singkawang sebagai Sentra Pembangunan 
Ekonomi di Kalbar yang Terpercaya, Aman, Kompetitif, Unik, memiliki Layanan 
publik yang prima, serta berorientasi kepada pengembangan ekonomi rakyat.

Di tengah penyampaian visi dan misinya itu, tiba-tiba para tamu undangan ribut 
bukan main, tidak jelas apa yang diributkan. Pimpinan Sidang Tjhai Chui Mie 
segera menenangkan dan meminta semua untuk menghargai paripurna tersebut, 
setelah tenang barulah dilanjutkan.

Dalam pidatonya Hasan menjelaskan pembangunan itu bukan semata kewajiban 
pemerintah, tetapi masyarakat dan pihak swasta. “Fakta mengatakan, kalau 
pembangunan itu dilakukan masyarakat dan swasta, pemerintah itu membuat 
kebijakan, fasilitasi, itu baru benar. Sinergi ini mutlak,” katanya.

Giliran Nusantio Setiadi-Tasman, yang diusung pasangan nomor empat ini “Bersama 
Membangun Singkawang” kependekan dari Bersatu dan Bekerja sama untuk mewujudkan 
Kota Singkawang yang Damai, Makmur, Modern, Berdaya dan Berbudaya.

Selain menyampaikan visi dan misi, Nusantio juga menyampaikan motto yang 
diusungnya, yakni “Bersatu dalam Keberagaman”. “Memandang keberagaman sebagai 
karunia Tuhan (given) dan bersatu untuk bekerja sama dalam perdamaian, 
kemakmuran, keberagaman budaya, tradisi dan bahasa yang merupakan aset positif 
bagi Kota Singkawang,” katanya.

Nusantio juga menyampaikan rencana pembangunan jangka pendek, menengah, dan 
panjang. Pasangan Tasman ini hanya menyampaikan visi dan misinya sekitar 15 
menit atau tidak menghabiskan waktu yang diberikan pimpinan sidang 30 menit. 
(dik)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke