Politik luar negeri sebuah negara disemua negara maju ditetapkan arahnya oleh 
rakyatnya melalui kampanye pemilu.  Sayang di Indonesia capres2 selalu hati2 
agar suaranya jangan terpotong maka tidak ada yang berani menguraikan politik 
luar negerinya dengan jelas selain yang sudah diketahui disukai rakyatnya.  
Padahal si capres sendiri sebenarnya juga tidak tahu pasti apa yang disukai 
rakyatnya.

Demikianlah, saya hanya ingin mengulas mengenai pemimpin Palestina.  Bahwa 
pemerintah RI sudah tegas berpihak dan mendukung Abbas sebagai pemimpin 
Palestina yang resmi, terbukti bahwa kedutaan besar Palestina yang resmi dibuka 
pun adalah dutabesar yang dikirim oleh Abbas.

Dari banyak ulasan muslimin Indonesia di milis2, ternyata kebijaksanaan 
pemerintah RI tidak sejalan dengan mayoritas pendapat kaum muslimin di 
Indonesia yang ternyata lebih berpihak kepada Hamas katimbang Abbas.  Hal ini 
jelas lebih bisa dipahami karena Hamas mewakili lebih dari 95% rakyat 
Palestina, sebaliknya Abbas hanya didukung oleh kurang dari 5% rakyat Palestina.

Jadi dari kenyataan2 ini, saya ingin komentar dan saran2 muslimin dan para 
ulama di Indonesia, apakah tidak sebaiknya pemerintah RI diberi arahan yang 
lebih mewakili keinginan mayoritas rakyat Indonesia agar pengakuan terhadap 
Abbas dibatalkan saja untuk kemudian digantikan dengan Hamas yang lebih 
mewakili rakyatnya katimbang Abbas ???

Usul ini sangat penting, karena mempertahankan Abbas pun pasti sia2, dengan 
dukungan yang kurang dari 5%, dan kedudukan Presiden yang sudah kadaluwarsa, 
maka dimata Internasional pun Abbas tidak diakui dunia dan sama sekali tidak 
memiliki legitimasi untuk menyuarakan atau mewakili rakyat Palestina.

Memang, ada sekelompok orang2 pemerintah yang ingin mempertahankan Abbas dengan 
alasan bahwa dia lebih mendapat pengakuan Internasional dibandingkan Hamas.  
Tapi kenyataannya sama sekali berbeda, dengan dukungan cuma kurang dari 5%, 
dengan popularitas yang sangat rendah, kepercayaan rakyat juga rendah, dan 
jabatan presidennya sudah kadaluwarsa, maka tidak mungkin dunia Internasiona 
bisa mengakui beliau sebagai mewakili rakyat Palestina.  Hal inipun terbukti 
bahwa Israel sendiri tidak mau berunding dengan Abbas karena dianggap bukan 
mewakili Palestina sehingga perundingan akan sia2.  Lebih nyata lagi, dalam 
pertemuan tingkat tinggi negara2 non-blok baru2 ini, ternyata usul Abbas untuk 
membicarakan dukungan terhadap Palestina kepada ketua konperensi tingkat tinggi 
ini diabaikan hingga pertemuan ini ditutup pun tidak sepatah katapun ada 
menyinggung permasalahan maupun dukungan terhadap Palestina.

Jadi, aspirasi muslimin Indonesia dalam mendukung berdirinya negara Palestina 
dan secepatnya atau sesegera mungkin mendapat pengakuan UN menjadi ter-katung2 
akibat permasalahan Abbas ini yang menjegal tercapainya cita2 tersebut.  Pemilu 
Palestina harus sesegera mungkin dilakukan dan hanya Hamas yang berhak 
menyelenggarakan pemilu ini bukan Abbas karena Hamas-lah yang mendapat dukungan 
mayoritas rakyat Palestina.  Untuk saat ini, kedutaan besar Palestina di 
Jakarta yang mewakili Abbas harus di-non-aktifkan menunggu duta besar yang baru 
yang diutus oleh pemimpin Palestina resmi yang mendapatkan legitimasi dari 
rakyatnya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke