Semua jendral didunia ini tahu bahwa Gaza dan Westbank bisa direbut Israel hanya dalam waktu 25 menit !!! Hal begini bukan kesombongan, bukan karena Israel lebih kuat, juga bukan karena persenjataannya lebih canggih, tapi penyebab utama yang mutlak adalah bahwa memang Gaza dan Westbank sudah diduduki Israel sejak 1967. Jadi ini bukan kesombongan, melainkan memang kenyataannya begitu bahwa Gaza dan Westbank telah direbut Israel dari para penyerang pengecut orang2 Arab muslimin yang mau menghancurkan Israel. Tapi mereka gagal, mereka kalah, mereka bathil, mereka sombong, senjata mereka waktu itu lebih kuat, lebih canggih, lebih banyak, tapi satu hal mereka lupa, yaitu kesombongan. Dengan cara yang tidak bermoral Israel diserang 12 negara2 Islam dari sekelilingnya yang merupakan tetangga2nya sendiri.
Atas dasar ketulusan hati, Israel bersedia memberikan (bukan mengembalikan !!!) Gaza dan Westbank untuk dijadikan negara Palestina apabila negara Palestina bersedia memberi pengakuan dan menjamin keamanan dengan menghentikan semua serangan2 teror yang lebih dari 60 tahun dilakukannya sehingga ratusan atau ribuan orang2 Israel menjadi korban dikarenakannya. Dengan ber-pura2 setuju sesuai ajaran Islam strategi Al-Taqya dipergunakan untuk mengelabui, menipu, dan menjerumuskan Israel dalam perangkap "Camp David Convention" yang ternyata dikhianati orang2 Arab Islam ini. Akibat penipuan alTaqya Camp David ini, ratusan ribu orang2 Arab Palestina menduduki tanah Gaza dan Westbank yang dihadiahi Israel kepada mereka. Setelah mendapatkan kedua wilayah ini gratis tanpa perang dan tanpa darah setetespun para syuhada, mendadak Arab2 Islam ini menyerang dengan bomb2 bunuh diri dikombinasikan roket2 yang ditembakan dari jarak sangat dekat karena Gaza dan Westbank notabene berada didalam wilayah Israel sendiri. Dengan susah payah disertai jatuhnya banyak korban dipihak Israel akhirnya berhasil memukul mundur dan menghancurkan semua basis pusat pelatihan bomb2 bunuh diri yang dibiayai dari Israel sendiri dari uang yang dialokasi untuk pendidikan dan pembangunan Palestina tapi diselewengkan oleh para pemimpin Palestina termasuk Arafat dan Abbas. Masyarakat Israel menyalahkan pemerintahnya karena terlalu mempercayai Amerika yang memaksakan Israel untuk menanda tangani alTaqya Camp-David ini., menyaksikan kejadian ini, wajar kalo Amerika makin marah, karena penipuan yang sama pun terjadi terhadap Amerika dalam tragedy 911 oleh orang2 Arab yang sama yang dirasuk ideology Islam yang sama biadabnya. Kesabaran rakyat dan pemerintah Israel akhirnya membuahkan hasil bergeraknya hati dan perasaan bangsa Amerika yang akhirnya bersedia mengubah sikapnya dalam menegakkan keadilan, kebenaran dan kejujuran yang telah ditunjukkan bangsa Israel atas kejahatan, kebohongan, kedholiman, dan kecurangan2 bangsa Arab yang beragama Islam. Keputusan Amerika adalah final, bahwa Jerusalem adalah ibukota Israel yang didukung dengan kenyataan2 sejarah, agama, politik, dan budaya, bahwa hanya Israel satu2nya negara didunia ini yang punya commitment yang paling kuat untuk melindungi kota ini beserta isinya dan peninggalan2 nenek moyang mereka. Jadi akhir kata, saya persilahkan semua muslimin sekali lagi mem-baca kata perkata dari setiap tulisan saya diatas, tidak ada satu patah katapun yang bisa ditentang atau diputer balik fakta2nya agar bisa membenarkan bahwa Jerusalem tidak tepat sebagai ibukota Israel. Saya bersedia menerima debat anda dengan syarat bahwa semua pernyataan harus sejujurnya atas fakta2 yang bisa dipertanggung jawabkan. Debat kusir tidak akan dijawab dan tidak pernah diladeni. > "################" <tamanbaru03@...> wrote: > Pertarungan pemilihan presiden Amerika > Serkat bukan antara Presiden Barack Obama > dengan Mitt Romney, dan bukan pertarungan > antara Partai Republik dan Demokrat. > Tetapi, ini pertarungan antara siapa yang > lebih menunjukkan kesetiaannya terhadap > Zionis-Israel. Antara partai yang lebih > membela kepentingan keamanan Zionis-Israel. Kurang tepat, yang lebih tepat adalah pertarungan antara "Kebenaran" dan "Kebathilan". Karena dalam sidang kedua partai telah dilakukan adu argumentasi mana yang lebih benar, baru kemudian divoting. Jadi kalo soal kesetiaan sama sekali tidak ada kaitannya, Amerika tidak mengenal ideology kesetiaan, dan Amerika tidak bisa didikte dari manapun negra diluar ini. Memang, dunia Islam dan Arab sering menuduh, menghina dan merendahkan Amerika dengan menyebut negara adi daya ini sebagai anjing yahudi, budak yahudi, dlsb yang tujuannya memaksa Amerika agar memihak kepada Arab-Islam. Tentu sebagai negara adikuasa tentunya tidak perlu marah atas hinaan2 tikus Islam ini. Tapi pengaruhnya kepada rakyat Amerika yang memberi voting SANGAT besar sekali. Karena perlu diketahui, fanatisme Kristen di Amerika ini sangat membenci Yahudi sehingga sikap Rakyat Amerika susah untuk bisa membela Yahudi. Tapi dengan bantuan sikap2 yang sangat melecehkan perasaan rakyat Amerika disertai dengan posisi Israel yang selama ini selalu berada dipihak yang benar, maka tidak perlu waktu lama sidang partai Demokrat tadi malam untuk mengambil keputusan dengan suara absolut yaitu semua senator memberi pengakuan resmi kepada Jerusalem sebagai ibukota Israel. Perlu anda muslimin dan muslimat semuanya mengetahui, bahwa sayapun sebagai muslimah ikut memberi suara mendukung Jerusalem sebagai ibukota Israel, dan pendirian saya ini tidak pernah goyah selama 30 tahun terakhir ini. Dan keyakinan saya dipihak yang benar telah saya uji lebih dari 10 tahun di Internet ini dimana semua milis2 di Indonesia saya tantang untuk memberi argument yang valid kenapa Jerusalem harus jadi ibukota orang Arab dan Islam ??? Ternyata tidak satupun muslimin dan muslimat dan para ulamanya yang mampu memberi argument yang bisa menyokong pendirian mereka. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
