REf: Namanya bagi-bagi rejeki, jadi bukan saja di Ambon dan Poso, tetapi lain 
tempat juga mendapat bahagian hadiah yang disponsor SBY dan komplotannya.

http://www.fajar.co.id/read-20120907004116-ingin-buat-solo-seperti-ambon-dan-poso
Jumat, 07 September 2012 | 00:41:16 WITA | 



Ingin Buat Solo seperti Ambon dan Poso 



int 
Ilustrasi  

Berita Terkait:

JAKARTA, FAJAR -- Bayu, anggota kelompok teror Solo, menyampaikan testimoni 
lewat rekaman video di Mabes Polri kemarin. Pria yang ditangkap di Karanganyar, 
Jawa Tengah, itu meminta maaf kepada warga Solo. 

’’Untuk warga Kota Solo, saya minta maaf sebesar-besarnya atas kelakuan saya. 
Saya ucapkan ini dari hati saya terdalam. Saya ikhlas dan tidak ada tekanan 
dari aparat polisi. Alhamdulillah, saya sehat-sehat karena ada dampingan dari 
pihak polisi dan Tim Pengacara Muslim (TPM),’’ katanya.

Bayu menjelaskan, posisinya dalam kelompok yang berjumlah enam orang itu adalah 
surveyor. Dia mengintai beberapa pos polisi yang rencananya dijadikan sasaran 
tembak. Bayu mengatakan, mereka sengaja membunuh polisi karena kerap menangkap 
dan menganiaya koleganya.

Bayu juga mengungkapkan bagaimana kelompoknya mendapat suntikan dana. Salah 
satu di antaranya, merampok toko emas di Pasar Klewer, Solo. Namun, usaha itu 
tidak berhasil karena keburu diketahui orang. Sejak itu mereka memutuskan dana 
didapat dari patungan.

Bayu bertemu dengan Firman (terduga teroris yang tertangkap di Depok) pada 
2011. Setelah kedatangan salah seorang pimpinan dari Jakarta, mereka menyusun 
rencana. ’’Pimpinan kami mengupas buku karangan Ustaz Abdurrohman. Polisi harus 
dibunuh karena sering menzalimi,’’ tandasnya.

Rencananya, kelompok tersebut ingin membuat Solo seperti Ambon atau Poso. 
Mereka berdalih, chaos bisa menegakkan syariat Islam. Pemahaman seperti itu 
terus dicekokkan oleh pemimpin yang menurut Bayu tidak diketahui namanya. Nah, 
malam Lebaran dipilih menjadi hari eksekusi karena banyak polisi bertugas.

Setelah Bayu melakukan survei, selanjutnya tugas Farhan, Firman, dan Mukhin 
melakukan eksekusi. Pelaku pelempar granat adalah Farhan dan Mukhin. Sedangkan 
yang menembaki pos polisi Singosaren adalah Farhan dan Firman. ’’Peran saya 
sebagai pengintai. Sasaran dan target sudah ditentukan Farhan,’’ jelasnya. 
(jpnn./sil)

     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke