(Kalau agak sehat saroman ko buliah awak badiskusi saketek mah Fiq)
............. Dan saya tak terima generalisasi, termasuk penghinaan terhadap
Tuhan dan Rasul. Itu saja. Tapi kalau berdiskusi caranya fakta dan logika mau
dibolak-balik sembari melakukan character assassination ya ayo saja. Awak ini
ahlinya, karena awak ini psikiater di RSJ Ulu Gaduik yang antara lain pernah
merawat Jusfiq Hadjar St. Madjo Lelo tahun 1970an.
Jadi kalau keterlibatan yang sadis dari kalangan macam Pater Beek (1970an)
dalam merekonstrusikan pembunuhan sistematis terhadap anggota PKI dan, kemudian
aktivitas kalangan Muslim, harus ditutupi, kenapa anda (anda) bersikeras
memaksa semua pihak sekarang ini harus menyalahkan Islam sebagai ajaran atas
apa yang tidak diijinkannya (pemboman, contohnya).
Pater Beek (didukung gereja dan internasionale kristen) sukses membangun
platform politik orde baru, yang dicirikan oleh dua hal: (1) PKI sebagai musuh
bersama (2) Islam sebagai musuh bersama. Dalam kaitan dengan yg terakhir ini,
Pater (m) Beek mengeluarkan doktrin: Hadapkan setan kecil (TNI) dengan setan
besar (Islam). Alias politik adu domba. Apa sumber kekuatan pemaksanya: Bantuan
ekonomi pada Indonesia.
Di era akhir pemerintahannya, kelompok Islam politik naik daun. Kompolotan
jenderal kristen radikal nan sadis (dibawah komando LB Moerdani) disingkirkan
oleh Soeharto karena berambisi merebut kekuasaan. Soeharto mendekat pada
komplotan reaksioner di tubuh TNI, jenderal-jenderal Muslim yang selama LB
Moerdani dipurukkan seperti tawanan perang.
Apa yang terjadi? Kelompok radikal kristen langsung bergerak, karena
mengkalkulasi kelompok Islam politik akan mengambilalih kekuasaan.
Kampus-kampus kristen bergerak. Jaringan luar negeri kembali aktif.
Pertannyaannya adalah: Mengapa kelompok politik kristen tidak bergerak, malah
menikmati, di saat kaum muslim dibantai oleh rejim Beek-Soeharto? Ketika Muslim
disingkirkan dari politik?
Singkat cerita, Soeharto jatuh. Namun, bagi kalangan kristen radikal dan
politisk, reformasi justru sebuah kesialan. Karena yang naik justru Amien
Rais, Habibie, Gus Dur yang dalam jangka panjang tidak mereka sukai. Partai
yang tumbuh justru Partai Keadilan. Semua kemudian terpental dan
perlahan-lahan mengalami "pembunuhan dan pembusukan karakter". Tinggal
sekarang Partai keadilan, satu-satunya yang bertahan di level politik formal
(sudah dan sedang mengalami pembunuhan karakter).
Sial lagi bagi kelompok kristen radikal. Di level masyarakat, justru yang
muncul kader-kader Muslim. Aa Gym populer, contoh aja nyet jangan dibahas,
setelah popularitas penceramah Islam terdahulu mulai memudar.
Kelompok kristen radikal tidak tahan dengan buah demokrasi ini. Mayoritas di
Indonesia ternyata "brengsek", tentu saja menurut kacamata mereka sendiri.
Lalu berselingkuhlah mereka dengan: Islam liberal (pada level society) dan
PDI-P pada level negara. RMS dihidupkan, separatist movement di Papua
dikomporin. Tidak cukup!!! dilakukan uji coba politik "menggerakkan" Ambon,
Sampit dan Poso. Sejalan dengan itu, para pastor dan pendeta dipaksa untuk
cuap-cuap kayak bebek dientotin monyet bonobo minta "bantuan" ke Eropa dan As
agar menekan pemerintah RI dengan keras.
Itulah sekelumit skenario kelompok kristen radikal di Indonesia. Silahkan
ditarik kesimpulannya. Kalau ada yang mau mengutip, jangan lupa mencantumkan
nama: Parewa, psikiater RSJ Ulu Gaduik (mantan dokternya St. Jusfig Hadjar)
Jusfiq Hadjar <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dan wongkeren nggak becanda kok....
Teringat berita di eramuslim dulu tentang kekacauan di Darfur
dan IslamonLine?
Yang berbunuhan orang Islam - Janjawid membunuhi orang Fur -
tapi yang disalahkan lagi-lagi orang Nasrani...
Dan ketika orang kafir berdatangan menolong - sedangkan orang
Islam sendiri juga banyakan diem dihadapan mayat orang Islam
yang ribuan bergelimpangan - lalu ada orang Islam yang teriak:
awas bahaya Kristenisasi....
Ada saatnya saya paham kenapa Harry Adinegara bertanya: " Am I
living in a world of fools? "
PAREWA PAREWA <[EMAIL PROTECTED]> menulis:HOAHAHAHAHAHHA AHAHAHAHAHAHA
Kalua juo waan akhirnya Jusfiq. Hoahahahaooaha. Satu lagi rahasia si Jusfiq:
Dia ini Bapak biologis dari misionaris kristen yang mengaku-ngaku sebagai
adiknya Buya Hamka tahun lalu di Padang.
Jadi harap pemirsa tidak tertipu dengan nama dan gelar Setannya, yang
ngaku-ngaku Islam Mutazilah. Dia ini aslinya misionaris Kristen yang dibiayai
belajar dan tinggal di Padang. Jadi fasih dia bahasa Minang. Rantau.net sudah
ketipu menyangka si Jusfiq orang Minang. Makanya jangan percaya simbol
primordial. Orang ini pula yang menyiarkan radio misi kristen berbahasa Minang
dari Leiden. Duitnya mak besar.
HOAOAOAOAO Rahasia berikutnya menyusul.
---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam.
http://id.mail.yahoo.com/
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/