Kamu bodoh,  hanya  mengembi seperti kambing. Tentara KNIL terdiri dari 17000 
orang Jawa apakah mereka itu beragama Kristen?  Baca ini artikel :


 
http://sejarah.kompasiana.com/2012/02/25/pengaruh-karakter-suku-dalam-organisasi-pasukan-knil/


Pengaruh Karakter Suku dalam Organisasi Pasukan KNIL
REP | 25 February 2012 | 04:02 Dibaca: 447   Komentar: 3   1 dari 1 Kompasianer 
menilai bermanfaat 
 
Ilustrasi/www.flickr.com

Anda tahu suku apa saja yang digunakan oleh KNIL (Koninkiljke Nederlandsche 
Indische Leger) dalam menumpas berbagai perlawanan di tanah air? Rata-rata 
hampir semua suku di Nusantara menjadi bagian dari pasukan KNIL, namun 
persentasenya berbeda-beda. Hal ini merupakan salah satu politik Devide et 
Impera Belanda dalam melemahkan perlawanan di tanah air. Selain itu, pasukan 
Belanda yang sebelumnya bertugas menggempur perlawanan di daerah banyak yang 
gugur akibat terbunuh atau menderita sakit  kolera, sehingga prajurit pribumi 
diharapkan lebih tahan terhadap penyakit tropis. Belanda juga tidak perlu 
mendatangkan prajurit Belanda dalam jumlah banyak karena akan memboroskan 
anggaran.

Komposisi Prajurit Pribumi dalam Pasukan KNIL

   
  Pengumuman Perekrutan Prajurit KNIL (Sumber/engelfriet.net)Menurut catatan 
Capt. R.P. Suyono dalam bukunya yang berjudul Peperangan Kerajaan di Nusantara 
terbitan Grasindo, sejak terbentuk (tahun 1830) pasukan KNIL sangat kekurangan 
prajurit karena rata-rata kebutuhannya adalah 2.000 per tahun, namun prajurit 
Belanda yang dikirm ke Hindia Belanda rata-rata hanya 1500 hingga 1600 per 
tahun. Selisih 500 orang merupakan hal urgent mengingat sebagian pasukan yang 
dikirim juga gugur dalam menjalankan tugas sehingga kebutuhan prajurit semakin 
membengkak. Tentu saja hal ini tidak dapat memenuhi kebutuhan untuk menaklukan 
daerah-daerah yang belum dikuasai –pada abad 19 daerah kekuasaan Hindia Belanda 
masih kecil– serta menumpas pemberontakan di daerah-daerah yang bergejolak.

Melihat perbandingan antara jumlah prajurit dan kebutuhan yang tidak seimbang 
maka perekrutan prajurit pribumi merupakan satu-satunya solusi. Perekrutan ini 
memberikan kemenangan pihak kompeni terhadap berbagai perlawanan di tanah air, 
terbukti prajurit Ambon, Manado dan Jawa berhasil menumpas perlawanan di Bali  
pada tahun 1860. Seiring makin masifnya perekrutan parajurit pribumi serta 
bergabungnya anak-anak prajurit KNIL yang lahir di tangsi maka jumlah prajurit 
pribumi di dalam pasukan KNIL meningkat dari tahun ke tahun.

Suyono mencatat pada tahun 1916, jumlah prajurit KNIL terdiri dari 17.854 orang 
Jawa, 1.792 orang Sunda, 151 orang Madura, 36 orang bugis –menurut Maulwi 
Saelan (mantan Wakil Komandan Tjakrabirawa), orang bugis dan Makasar jarang 
dijadikan prajurit KNIL karena tingkat kesetiaan yang rendah– dan 1.066 orang 
Melayu. Adapun orang Ambon yang berjumlah 3.519 orang, orang Manado 5.925 dan 
59 orang Alfuru. Jumlah pasukan pribumi ini dilengkapi dengan 8.649 orang Eropa 
sehingga kekuatan pasukan KNIL menjadi kuat terutama pada awal abad ke 20 
hingga sebelum Perang Dunia (PD) II. Komposisi suku dalam pasukan KNIL ini 
sangat dinamis dari tahun ke tahun namun rata-rata orang Jawa tetap memiliki 
jumlah prajurit terbanyak karena bisa mencapai 50 %. Orang Sunda 5 %, Manado 15 
% dan justru orang Ambon hanya mencapai 12 %. Sisanya adalah suku Timor 4 % dan 
suku-suku lain seperti Aceh, Batak, Madura dan Bugis masing-masing 1 %.

Komposisi kesukuan yang memiliki sifat dan karakter berbeda ini ternyata juga 
berpengaruh pada organisasi berperang pasukan KNIL. Hal ini terbukti dari 
penempatan prajurit ke dalam empat Kompi yang berbeda dalam satu batalyon 
infanteri. Kompi pertama adalah gabungan orang Eropa dan Manado yang 
difungsikan berhadapan langsung dengan musuh, menyerang, menembak dan membuat 
lubang perlindungan. Mereka juga bertugas untuk menghitung kekuatan musuh 
dengan mengintai. Kompi kedua yang terdiri dari orang Ambon dan Timor merupakan 
pasukan penggempur yang bertugas melibas musuh namun harus segera ditarik 
kembali sebelum semuanya hancur. Setelah ditarik maka fungsi kompi ketiga dan 
keempat yang terdiri dari orang Sunda dan Jawa yaitu melakukan pendudukan dan 
meciptakan perdamaian. Tugas terakhir ini diberikan kapada prajurit Jawa dan 
Sunda karena mereka memiliki sifat tenang dan mampu menahan diri.

Diskriminasi Dalam Pasukan KNIL

Belanda selalu senang menciptakan segregasi antara satu kelompok dan kelompok 
yang lainnya termasuk antar

   
  Para Prajurit KNIL yang berdarah Ambon (Sumber/engelfriet.netsuku di dalam 
pasukan KNIL. Segregasi yang diciptakan berupa diskriminasi dalam bentuk 
penggajian dan fasilitas. Orang Jawa yang merupakan mayoritas ternyata tidak 
serta merta dihargai oleh Belanda, justru merekalah yang mengalami perlakuan 
diskriminasi.

Jika ada penghargaan medali kuning untuk keberanian dan kesetiaan (Voor Moed en 
Trouw) maka prajurit Ambon dan Manado akan mendapatkan tambahan gaji f10,9 
(gulden), sedangkan prajurit Sunda dan Jawa hanya mendapat f6,39. Hal ini juga 
berlaku dalam berbagai fasilitas termasuk tingkat kelas jika bepergian. Sebelum 
tahun 1905 prajurit Jawa tidak mendapatkan fasilitas sepatu karena keunggulan 
berperang dianggap tidak sebaik prajurit Ambon dan Manado. Prajurit Jawa yang 
cenderung nrimo dengan perlakukan ini menyebabkan selalu mengalami diskriminasi.

Nasib prajurit Jawa mengalami perbaikan setelah diprotes oleh J. van der Weiden 
–menantu Jendral van Heutsz (komandan pasukan Belanda yang berhasil menaklukkan 
Aceh)– yang mengatakan bahwa prajurit Jawa juga gagah berani –selain prajurit 
Aceh– terbukti dari perang Jawa yang sangat sulit dihentikan Belanda. Orang 
Belandalah yang berpikiran bahwa prajurit Jawa lebih lemah sehingga mendapatkan 
perlakuan diskriminasi.

Kekuatan pasukan KNIL mengalami penurunan setelah Perang Dunia II berakhir dan 
Belanda ingin menguasai kembali Indonesia dengan melancarkan Agresi Militer I 
dan II. Sebagian besar pasukan KNIL –antara lain A.H Nasution, Urip Sumoharjo, 
Alex Kawilarang dan yang lainnya– pada masa ini sudah terpengaruh ide revolusi 
dan kemerdekaan sehingga mereka berjuang untuk kemerdekaan Republik Indonesia.



From: Musik hari Ini 
Sent: Saturday, September 08, 2012 5:19 PM
To: [email protected] 
Subject: Re: [proletar] Re: Jusfiq Setan Meraja ( BAHAYA )

  

Di luar Maluku, orang lebih mengenal orang Ambon adalah Kristen, hal ini
disebabkan oleh serdadu Belanda penghianat bangsa asal Maluku yang bertugas di 
luar 
Maluku (Jawa, dsbnya) relatif tidak ada yang beragama Islam, sehingga 
terjadi opini bahwa Ambon identik dengan nashrani.

Sejumlah pahlawan perang Ummat Islam seperti Pattiwane, Kakiali, 
Gimelaka Laliato, Gimelaka Lulu, Tulukabessy, Kiayi Lessy, Rijali, 
Khairubia, Kapitan Ulupaha, Sudardi Monia Latuwirinnyai, Sultan 
Babullah, Sultan Khairun dan terakhir Sultan Nuku adalah para pemimpin 
perang yang gagah berani mampu mengalahkan penjajah di banyak medan 
pertempuran.

Perlawanan dari Kerajaan-kerajaan Islam seperti Perang Hitu (1502-1605), Perang 
Banda(1609-1621), Perang Hoamual (1625-1656), Perang Wawane 
(1633-1643), Perang Kapaha (1636-1646), Perang Alaka (1625-1637), Perang Iha 
(1632-1651), dan sejumlah perang yang dilancarkan oleh beberapa 
kesultanan di Maluku Utara, dan terakhir Perang Tidore (1780-1805) yang 
dipimpin oleh Nuku yang sempat menunjukkan kekuatan dan kebesarannya.

Terakhir yang bisa kita catat dari fakta ini adalah kedatangan Pangeran 
Diponegoro dengan rombongan dalam status buangan Belanda. Bersama para 
pengikutnya, Pangeran Diponegoro pun berdiam di kampung yang sekarang 
bernama Kampung Diponegoro.

________________________________
From: "mailto:jack_fanotona%40yahoo.com"; <mailto:jack_fanotona%40yahoo.com>
To: "mailto:proletar%40yahoogroups.com"; <mailto:proletar%40yahoogroups.com> 
Sent: Saturday, September 8, 2012 10:39 AM
Subject: Re: [proletar] Re: Jusfiq Setan Meraja ( BAHAYA )


  
G bingung ama ribut ∂ï ambon, apa yg ∂ï ributkan yah? Yg kristen bilang banyak 
∂ï bunuh orang kristen. Yg islam bilang banyak ∂ï bunuh orang islam. Kalo 
menurut g seh ini dah adu domba 
Sent from my BlackBerry® 
powered by Sinyal Kuat INDOSAT 

-----Original Message----- 
From: "Tawangalun" <mailto:tawangalun%40yahoo.com> 
Sender: mailto:proletar%40yahoogroups.com 
Date: Sat, 08 Sep 2012 10:24:27 
To: <mailto:proletar%40yahoogroups.com> 
Reply-To: mailto:proletar%40yahoogroups.com 
Subject: [proletar] Re: Jusfiq Setan Meraja ( BAHAYA ) 

Ini saya dapat bahan,kau namanya Ambon malah gak ngerti soal Ambon. 

By: Hartono Ahmad Jaiz 
Pemimpin Redaksi Nahimunkar.com 

Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) mengirimkan utusannya, M Hafidz MSc, ke 
Ambon untuk mengirimkan bantuan dan meliput tragedi pembantaian Muslimin yang 
dilancarkan oleh orang-orang Kristen. Penyerangan dan pembantaian itu 
berlangsung sampai 3 bulan, sejak Januari hingga April 1999. Berikut ini 
kesaksian M Hafidz, Wakil Ketua Komite Penanggulangan Krisis DDII. Sejumlah 
gambar foto hasil rekamannya pun dimuat lengkap di buku "Ambon Bersimbah Darah" 
terbitan Dea Press, Jakarta, 1999. Berikut cuplikannya: 

Penyerangan yang dilakukan orang-orang Kristen terhadap Muslimin di Ambon 
khususnya, dan di Maluku pada umumnya, jelas-jelas menunjukkan tingginya 
kebencian mereka terhadap umat Islam. 

Bayangkan. Mereka sudah menyerang umat Islam di Hari Raya Idul Fitri 1419H 
tanggal 19 dan 20 Januari 1999M. Mereka membantai umat Islam, maka banyak jatuh 
korban tewas, dan banyak pula yang luka-luka. Orang-orang Kristen itu menyerang 
dalam keadaan mabuk habis minum-minum. Setiap kali mereka menyerang selalu 
dalam keadaan mabuk seperti itu. Senjata mereka adalah panah beracun, panah 
berapi, parang, tombak, bom molotov, senjata api, bahkan basoka RPG7, senjata 
Amerika atau NATO. Semuanya itu sudah dipersiapkan sejak Oktober 1998, 4 bulan 
sebelum mereka menyerang Muslimin. Sedang Umat Islam tidak siap apa-apa. Maka 
kala itu (awal-awal diserangnya itu) umat Islam banyak jatuh korban. 

Setelah Umat Islam diserang orang-orang Kristen, korban-korban yang luka dibawa 
oleh Muslimin ke rumah sakit umum di Kampung Kuda Mati, Kota Ambon. Kampung 
Kuda Mati itu kampung Kristen. Lalu orang-orang Kristen menyerbu masuk ke rumah 
sakit umum itu, memeriksa para medis RSU dengan memeriksa KTP (kartu tanda 
penduduk), kalau ternyata Islam maka diserang. Sedang pasien-pasien yang luka 
yakni korban-korban akibat serangan orang Kristen yang kemudian dikirim ke RSU 
ini, lalu dibunuhi oleh orang-orang Kristen yang datang dan menyerang secara 
membabi buta itu. Ini jelas-jelas biadab, dan perang agama. Sampai-sampai, 
orang-orang Kristen itu menyerbu ke kantor-kantor Pemda (Pemerintah daerah), 
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Pos dsb di Ambon, dengan memeriksa 
KTP para pegawai. Kalau ternyata pegawai itu KTPnya bertanda agama Islam maka 
dibunuh. Ada yang dibunuh di halaman kantor. Itu semua tidak ada lain, hanya 
karena mereka itu benci kepada
Islam. 

APARAT LOKAL MEMBANTAI MUSLIMIN 

Kebrutalan mereka yang sudah sebegitu itu masih pula ditambahi dengan 
pembunuhan atau penyelenggaraan pembunuhan yang dilakukan oleh aparat keamanan 
yakni polisi dan tentara lokal yang beragama Kristen terhadap umat Islam. 

Bukti-bukti ikut sertanya aparat lokal membunuhi ummt Islam itu, pertama, di 
Masjid Al-Huda Kampung Rinjani Ambon, yakni peristiwa shubuh berdarah, 1 Maret 
1999M. Yang ditembak mati di dalam masjid 1 orang, dan yang ditembak mati di 
luar masjid 2 orang, sedang yang luka tembak beberapa orang. 

PENEMBAKAN DARI LUAR MASJID 

Jama'ah shubuh itu imamnya yang imam rawatib (rutin tiap waktu) tak hadir. Maka 
digantikan yang lain. Di sinilah kemudian kalau ada perbedaan keterangan, itu 
karena yang dimintai keterangan itu imam rawataib yang ketika itu tak hadir. 
Nah, yang mati karena ditembak di dalam masjid (menembaknya dari luar masjid) 
itu seorang makmum masbuq(ketinggalan). Yang lain sudah selesai shalat, sedang 
dia belum, maka meneruskan shalatnya. Dia inilah yang ditembak mati sedang 
shalat. Yang menembak adalah polisi dari Polda Maluku (setempat). Saya ada 
rekaman video orang-orang yang ditembak itu. Yang masih hidup, di antaranya 
yang kakinya hancur kena tembak, masih bisa ngomong(bicara), menjelaskan. Jadi 
jelas yang menembak itu memang aparat keamanan lokal. 

Bukti kedua, penembakan di Masjid Tantui Kampung Tomia di Kota Ambon. Tiga 
orang Muslim ditembak mati oleh polisi dan tentara lokal. Yang meninggal itu 
(1) Faisal Marasabessi, (2) Abu Bakar Nankatu dipukuli dan ditembak, dan (3) 
Baharuddin Bugis ditembak dengan senjata laras panjang ditempelkan di bawah 
tenggorokan lalu didor, maka pelurunya muncrat menembus ubun-ubun. Saya melihat 
dan memvideo (merekam dengan kamera video) korban beberapa saat setelah 
ditembak itu. Yang menembak itu aparat beragama Kristen dan masih tetangganya. 
Jadi masyarakat kenal semua: nama, pangkat, dan kesatuannya. Dan memang 
penembak itu orang Kristen (Protestan). Di Ambon, yang Kristen kebanyakan 
Protestan, sedang di Maluku Tenggara itu Katolik. 

CARA-CARA MENYERANG 

Cara-cara orang Kristen menyerang Muslimin yaitu mereka datang bergelombang, 
dalam keadaan mabok, matanya merah-merah karena habis minum-minuman keras. 
Mereka membawa panah beracun, panah berapi, parang, dan bom-bom molotov untuk 
membakar. Orang-orang Kristen itu sudah mempersiapkan diri untuk menyerang 
Muslimin. Parang (golok) yang dijadikan senjata tu sudah dipersiapkan sejak 
Oktober 1998. Mereka memesan ratusan parang dari Kampung Iha di Saparua. Hanya 
saja orang Islam tidak faham, untuk apa ratusan parang didatangkan ke Ambon 
oleh orang-orang Kristen itu. Ada juga yang merakit senjata. 

Menurut sumber dari Korem --yang tentu saja tidak bisa dise­butkan namanya-- 
senjata-senjata itu diantaranya didatangkan dari Belanda dibarengkan dengan 
pengiriman mayat. Ada pengiriman mayat dari Belanda sebanyak 6 atau 7 kali, 
tidak sekaligus. Peti-peti mati yang dikirim dari Belanda itu diisi pula dengan 
senjata RPG7 Basoka (senjata Amerika ataupun NATO). Itulah yang kemudian untuk 
menyerang umat Islam, di antaranya di Saparua. 

Tragedi berdarah itu, awal-awalnya yang banyak jadi korban adalah orang Islam, 
yakni penyerangan oleh orang Kristen terhadap umat Islam di Hari Raya Idul 
Fitri 1419H/ 19-20 Januari 1999M. 

Karena orang Islam tidak siap, dan tidak tahu kalau akan diser­ang. Lantas, 
mulai Februari 1999M aparat dikirim ke Ambon, yakni Kostrad dari Ujung Pandang. 
Tugasnya mengamankan. Dalam logika aparat, pihak yang menyerang --yakni 
orang-orang Kristen-- itu perusuh, maka diberi tembakan peringatan ke atas. 
Tetapi orang-orang Kristen itu tetap saja menyerang umat Islam. Kemudian ada 
yang ditembak. Itulah kemudian yang mereka klaim sebagai banyak korban dari 
pihak mereka. Tapi sebenarnya tidak banyak. 

Rumah-rumah orang Kristen dan gereja-gereja banyak yang utuh, karena memang 
orang Islam tidak membakar. Orang Islam hanya mem­pertahankan diri. Terakhir, 
untuk memancing umat Islam, malah mereka (orang-orang Kristen) sendiri yang 
membakari rumah-rumah mereka. Itu jelas-jelas diketahui oleh para saksi mata. 
Orang menyaksikan kejadian itu, dan memang mereka (orang Kristen) sendiri yang 
membakari rumah mereka yang telah dikosongkan. Licik, memang. 

Dari segi korban orang-orang Kristen, karena umat Islam sifatnya hanya bertahan 
atau mempertahankan diri, maka pihak Kristen yang mati hanyalah yang menyerang. 
Jadi tidaklah wanita-wanita atau anak-anak atau orang-orang tua, yang terbunuh 
di pihak Kristen itu. Orang Islam tidak menyerang. 

Sebenarnya, belum ada jumlah korban yang akurat secara pasti. Karena tidak 
terdata semuanya. 

Para korban yang Muslim kita yakini sebagai syuhada', mati syahid karena 
mempertahankan Islam, agama Allah. Dibunuh oleh orang-orang Kristen yang 
menyerang. Maka para syuhada' itu tidak dimandikan, tidak dikafani, dan tak 
dishalati, cukup dikubur bersama pakaiannya yang berlumuran darah, sebagai 
saksi di hadapan Allah SWT. 

Mengenai orang Muslimah hamil tua lalu dibelah perutnya oleh orang Kristen, 
bayinya dikeluarkan lalu dicincang-cincang, saya datang ke sana sudah berlalu, 
saya tidak melihatnya. Namun berita itu diketahui oleh seluruh masyarakat. 

Penyerangan di luar Ambon, selain di Ahuru, terakhir di Maluku Tenggara, 
tepatnya di Tual, di Kampung Larat, Jum'at berdarah (2 April 1999M). Dalam 
penyerangan brutal itu imam Masjid Larat, H Abdul Aziz Rahayantel dibunuh di 
dalam masjid, Jum'at itu, 3 orang Muslim dibunuh di dalam masjid. Tidak sampai 
seminggu, korban meninggal sudah mencapai lebih dari seratus orang. Di kampung 
Kei Besar yang meninggal paling banyak Muslim, sedang di Kampung Kei Kecil 
kebanyakan yang meninggal Katolik. Ini baru saja saya berhubungan dengan pihak 
sana. 

Orang-orang Kristen menyerang umat Islam itu tidak tentu waktunya. 
Kadang-kadang malam, kadang-kadang subuh, kadang siang atau sore. Seperti di 
Hari Raya Idul Fitri itu penyerangan terhadap umat Islam dilakukan siang hari 
menjelang sore, tetapi saat lain, peristiwa subuh berdarah itu waktu subuh. 
Sedang di Larat, penyerangan terhadap umat Islam dilakukan ba'da Jum'at, siang 
hari. Itulah kebencian orang Kristen terhadap umat Islam yang diwujudkan dengan 
penyerangan, pembunuhan, pembakaran, dan pengerusakan, yang justru didukung 
oleh aparat keamanan setempat. [voa-islam.com] 

Tawangalun. 

--- In mailto:proletar%40yahoogroups.com, "Sunny" <ambon@...> wrote: 
> 
> Tawang, 
> 
> Kalau kamu tidak bisa tunjukan tempat pembantaian, jangan mutar-mutar dengan 
> pakai dalih RMS segala macam untuk menutup sifat kambing mengembik, jangan 
> juga pakai adat gurun pasir yang suka menipu. Kalau kamu tidak tahu bilang 
> terus terang atau katakan saya dengar dari orang. Selain itu kalau kamu 
> dibilang anggota teroris Islam fundamentalis, maukah kamu? Jangan tuduh orang 
> sebarang, kalau tidak punya argumen dan hanya raba-raba seperti Nabi Muhammad 
> waktu hidup dalam goa. 
> 
> Katanya kamu beragama Islam dan taat pada agama 1000%, mana itu cahaya 
> agamamu yang tersurat dalam ayat Al Quran 5:8 “ Hai orang-orang yang 
> beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakan (kebenaran) 
> karena Allah menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu 
> terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku 
> adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada 
> Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.†
> 
> Kalau mau tahu tentang RMS dapat saya beritahukan bahwa wakil presiden RMS di 
> eksil bernama Dr Hassan Tan, yang beragama Islam dan lagi keturunan Tionghoa, 
> Panglima RMS alm Abdullah Lesteluhu (beragama Islam) dan Menteri Dalam Negeri 
> Abdullah Soulisa, pernah menjadi imam mesjid El Fatah di Ambon. Orang RMS 
> akan bertanya apakah ada larangan dalam Al Quran atau hadits untuk RMS? 
> Tidakah kamu tahu bahwa dalam mukadimah UUD 45 dikatakan bahwa kemerdekaan 
> adalah hak semua bangsa? 
> 
> Jangan perkecilkan otakmu sebesar biji korma dan bersuara seperti kambing 
> mengembik mengikuti suara gembala buta huruf. 
> 
> Sampaikan salamku kepada isteri mudamu yang cantik itu. 
> 
> Wassalam, 
> 
> From: Tawangalun 
> Sent: Saturday, September 08, 2012 10:41 AM 
> To: mailto:proletar%40yahoogroups.com 
> Subject: [proletar] Re: Jusfiq Setan Meraja ( BAHAYA ) 
> 
> 
> Kamu itu katanya loper koran kan tiap hari baca koran masak malah nanyak 
> kesaya.Waktu itu memang banyak RMS nya yg mau memisahkan diri,la yg dianggap 
> penghalang RMS adalah muslimnya makane kudu dipateni.Jadi konflik itu baru 
> bisa terjadi kalau Islamnya minoritas kayak di Poso itu. 
> 
> Tawangalun. 
> 
> --- In mailto:proletar%40yahoogroups.com, "Sunny" <ambon@> wrote: 
> > 
> > Di tempat mana saja pembantaian itu terjadi pada idulfitri? Supaya kamu 
> > tahu di Ambon dan Maluku pada umumnya, kalau hari raya idulfitri yang 
> > kristen kunjungi yang islam begitupun kalau tahun baru yang islam kunjungi 
> > kristen. Hanya pendatang yang tidak tahu lalu bikin rusuh di zaman merdeka. 
> > 
> > From: Tawangalun 
> > Sent: Saturday, September 08, 2012 12:34 AM 
> > To: mailto:proletar%40yahoogroups.com 
> > Subject: [proletar] Re: Jusfiq Setan Meraja ( BAHAYA ) 
> > 
> > 
> > Yo di ambon itu pas Idul Fitri pagi2 orang2 yg beragama Kristen rupanya 
> > sudah dikasih tahu hari itu jangan ada dirumah,berarti kalau ada rumah yg 
> > diketuk pintu ada manusianya berarti wong Islam,tinggal kre kres kres. 
> > Waktu itu Gus Dur bilang katanya kurbannya hanya 5 ekor.Gak puas dg omongan 
> > Gus Dur Jakfar Umar Thalib mengerahkan pasukan Laskar Jihad kesana.TNI 
> > waktu itu mandul gak boleh nembak penduduk karena takut nglanggar HAM.La 
> > begitu ganti Mega lalu Ambon bisa diatasi.Gus Dur itu sontoloyo. 
> > 
> > Tawangalun. 
> > 
> > --- In mailto:proletar%40yahoogroups.com, "Sunny" <ambon@> wrote: 
> > > 
> > > Tawang, 
> > > Dimana dibeleh Islam di Ambon? Mengapa baru dibeleh pada tahun 1990 dan 
> > > tidak dilakukan sebelumnya. 
> > > 
> > > Wassalam 
> > > 
> > > From: Tawangalun 
> > > Sent: Friday, September 07, 2012 9:37 AM 
> > > To: mailto:proletar%40yahoogroups.com 
> > > Subject: [proletar] Re: Jusfiq Setan Meraja ( BAHAYA ) 
> > > 
> > > 
> > > Coba kalau Ambon dulu Islam dibeleh suruh meneng wae bisa habis,sing 
> > > bener itu Laskar Jihad nglawan,nah akirnya mereka ada yg kapalnya 
> > > melarikan diri ke Papua.Padahal mereka itu ketika mau mendarat kan sudah 
> > > dihadang petugas gak boleh maksudnya.La mereka berani kok nyemplung laut 
> > > hanya menggunakan ban. 
> > > 
> > > Tawangalun. 
> > > 
> > > --- In mailto:proletar%40yahoogroups.com, Rahwana <nyawa.iblis@> wrote: 
> > > > 
> > > > hwakakakak... 
> > > > 
> > > > betul itu...salah satu contohnya FPI....xixixixixixi..... rusuh 
> > > > teruss..... 
> > > > 
> > > > 2012/9/7 ayub yahya <ayubyahya@> 
> > > > 
> > > > > ** 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > Ajaran pipi kiri ditampar lalu yg kanan dikasihkan itu maknanya 
> > > > > kekerasan jangan dibalas dengan kekerasan... 
> > > > > Kalo di palak preman jangan balas malak Wang.. kasih-lah job. 
> > > > > preman di kasih job jadi Kepala Keamanan tuh ide bagus 
> > > > > 
> > > > > ya udah trus Wang.. ide bagus kalo lo acak2 islam dgn cara lu, 
> > > > > setidaknya islam rusak dari internal.. bukan faktor external 
> > > > > 
> > > > > silahkan di lanjut Wang....!! 
> > > > > 
> > > > > he he he he..... 
> > > > > 
> > > > > ________________________________ 
> > > > > From: Tawangalun <tawangalun@> 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > Ajaran pipi kiri ditampar lalu yg kanan dikasihkan itu tdk 
> > > > > workable,cuman 
> > > > > indahlah kata. 
> > > > > Islam ngambah lemah kok. 
> > > > > 
> > > > > Tawangalun. 
> > > > > 
> > > > > --- In mailto:proletar%40yahoogroups.com, ayub yahya <ayubyahya@> 
> > > > > wrote: 
> > > > > > 
> > > > > > Wang... itu yg berbahaya !! 
> > > > > > se-olah2 ajaran islam "gak bisa konsisten baik"-nya 
> > > > > > 
> > > > > > islam makin ancur.. oleh ummatnya sendiri 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > ________________________________ 
> > > > > > From: Tawangalun <tawangalun@> 
> > > > > > Â 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > Â 
> > > > > > Ini jurus kalau yg dihadapi SAW (Saulus Anak Wedus),kalau orangnya 
> > > > > pintar yo lain lagi. 
> > > > > > 
> > > > > > Tawangalun. 
> > > > > > 
> > > > > > --- In mailto:proletar%40yahoogroups.com, ayub yahya <ayubyahya@> 
> > > > > > wrote: 
> > > > > > > 
> > > > > > > wang.. lu islam kan ?! 
> > > > > > > hasil didikan islam cuma begini...?? 
> > > > > > > 
> > > > > > > he he he... lu udah ngakuin sendiri. 
> > > > > > > 
> > > > > > > 
> > > > > > > 
> > > > > > > 
> > > > > > > ________________________________ 
> > > > > > > From: Tawangalun <tawangalun@> 
> > > > > > > 
> > > > > > > 
> > > > > > > Â 
> > > > > > > 
> > > > > > > Â 
> > > > > > > saya ledek kalau Tuhan dia punya kontol,ning karena Tuhane tadi 
> > > > > > > bego 
> > > > > gak ada 
> > > > > > > cewek yg gelem ngangkang akibate 30 th gur dinggo nguyuh. 
> > > > > > > Â 
> > > > > > > Tawangalun. 
> > > > > > > 
> > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] 
> > > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] 
> > > > > > 
> > > > > 
> > > > > [Non-text portions of this message have been removed] 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > [Non-text portions of this message have been removed] 
> > > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been removed] 
> > > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed] 
> > 
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed] 
> 

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke