Belum pernah ada terorist di Indonesia yang dihukum mati kecuali Amrozi yang 
juga disebabkan tekanan politik dari Australia. Jadi semua pelaku terorist yang 
banyak mengorbankan bangsa sendiri paling lama dihukum 3 tahunan, dan itupun 
tidak banyak hanya beberapa, sisanya semuanya dilepas.

Beberapa kali polisi mati tertembak menjadi korban terorist karena si polisi 
menyalahi prosedur berusaha menangkap pelaku terorist bersenjata hidup2 tanpa 
tembakan yang berakibat fatal si polisi yang mati ditembak terorist.  Polisi 
manapun yang melakukan kesalahan prosedur mencoba menangkap hidup2 terorist 
yang bersenjata harus dipecat sebelum lebih banyak lagi korban2 polisi 
berjatuhan.  Semua terorist bersenjata tidak boleh dibiarkan hidup, tembak mati 
ditempat kalo tidak melempar senjatanya apabila dalam penggerebakan, tidak 
perlu polisi memberi peringatan lagi karena dengan terorist bersenjata tidak 
ada peringatan yang bisa diberikan kecuali ditembak tepat dikepalanya.  Karena 
polisi bukanlah koboy seperti di filem western adu tembak2an dan adu kecepatan 
cabut pestol... bukan ... bukan sekali lagi bukan.  Penangkalan terorist bukan 
adu kecepatan menembak bukan pertandingan tetapi melumpuhkan total pelaku 
terorist hidup atau mati.

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=259725:cegah-teroris-ri-bisa-tiru-arab-saudi-dan-singapura&catid=77:fokusutama&Itemid=131

"Pengamatan kami Singapura dan Arab Saudi yang telah melaksanakan 
deradikalisasi secara efektif," ujar Irfan.  Irfan menambahkan, Singapura dan 
Arab Saudi telah melaksanakan sertifikasi dai dan imam masjid di negaranya.  
Tak hanya itu, sambungnya, tindakan preventif lebih diperlukan dibanding dengan 
aksi main tembak yang tidak berperikemanusiaan terhadap pelaku terduga teroris. 
Hal itu disampaikan Jurubicara Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), Son Hadi, dalam 
diskusi yang sama, hari ini.

Pendapat Son Hadi jubir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) sangat menyesatkan tidak 
sesuai dengan kenyataan, karena di Singapore tidak ada sertifikasi karena 
pemerintah Singapore bukan negara Islam.  Sertifikasi di Singapore dilakukan 
bukan oleh pemerintah Singapore ataupun oleh badan keamanan Singapore, 
melainkan dilakukan oleh persatuan dakwah Islam disana, dan tujuannya pun bukan 
untuk pencegahan terorisme melainkan untuk standarisasi pengajaran dan khotbah 
agama Islam sesuai sekte mereka saja bukan berlaku Nasional.

Arab Saudi memang melakukan sertifikasi, tapi juga bukan untuk mencegah 
terorisme melainkan untuk standarisasi aliran Islam Wahabi.  Karena soal 
penanganan terorisme, pemerintah Arab Saudia berlakuk tegas, tertangkap hidup 
atau mati tetap langsung ditembak mati tidak perlu pengadilan.  Karena 
terorisme di Arab Saudia dilakukan oleh kelompok Islam dari sekte aliran yang 
bertentangan dengan Wahabi satu2nya aliran yang dibolehkan pemerintah.

JADI SEKALI LAGI SAYA TEGASKAN, di Singapore dan di Arab Saudia tidak ada 
sertifikasi Imam untuk mencegah terorisme karena mencegah terorisme adalah 
tugas badan keamanan, dan bukan dengan standarisasi aliran Islam tunggal 
dipaksakan dalam sebuah negara.

Ny. Muslim binti Muskitawati.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke