Kita semua tahu, bahwa kepolisian RI, pemerintahan RI, badan legislatif, judicatif dan executif pemerintahan RI SUDAH DISUSUPI oleh kelompok2 Islam yang bersimpati, membiayai, dan menggerakkan terorist2 Jihad ini untuk mencapai tujuan final mendirikan negara Syariah Islam yang menjadi kewajiban setiap muslimin yang setia mengikuti ajaran2 AlQuran dan Hadist2nya.
Amerika sebagai pelopor penumpasan terorist jihad diseluruh dunia akhirnya membiayai berdirinya Densus 88 yang langsung dibawah perintah dari Amerika, bukan dari kepala kepolisian RI. Dengan car inilah akhirnya semua terorist berhasil dilumpuhkan hidup atau mati. Namun kelompok2 Islam yang bersimpati, melindungi, membiayai dan menggerakkan terorist2 ini melalui jalur wakil2nya dilegislatif berusaha menghentikan kegiatan Densus 88 dalam penumpasan tanpa ampun ini dengan memberi alasan bahwa "sebaiknya para terduga terorist itu jangan langsung ditembak tapi ditangkap hidup2 agar bisa diselidiki latar belakangnya". Padahal protocol Densus 88 pun tidak ada yang lengsung menembak mati melainkan mereka yang bersenjata yang melawan polisi saja yang ditembak mati ditempat. Terrorisme pada akhir2 ini meningkat aktivitasnya, tetapi peningkatan ini bukan dalam arti balas dendam. Tidak pernah ada terorist membalas dendam kepada polisi, karena polisi diserang oleh para terorist dikarenakan karena terjepit harus melawannya untuk bisa meloloskan diri. Polisi juga diserang para terorist karena Polisi menjadi penghalang tujuan para terorist ini dalam melindungi masyarakat banyak. Melalui tulisan disini saya menghimbau dan mengajak semua masyarakat termasuk juga para pembaca disini untuk waspada karena peningkatan terorisme ini akan makin meningkat menjelang pemilu ditahun 2014 dimana mereka menyadarinya kalo tidak dengan cara2 teror, menculik masyarakat dan memaksa mereka dengan berbagai cara2 ancaman untuk mencoblos calon2 mereka dalam pemilu yang akan mendatang, maka calon2 mereka tidak akan bisa menang suara yang sudah terbukti dalam berbagai pemilu dimana partai2 Islam yang bertujuan mendirikan Syariah Islam di Indonesia tidak pernah mampu mengumpulkan suara lebih dari 10%. Oleh karena itu waspadalah menjelang pemilu ini, karena mereka akan menggunakan cara2 yang paling biadab dalam memenangkan pemilu ini. Misalnya, mereka bisa menculik seorang kepala keluarga untuk kemudian memaksa anggauta2 keluarganya memilih calon mereka dalam pencoblosan dimana kalo calon mereka tidak berhasil menang diwilayah itu maka sandera2 ini akan dibunuhnya. Juga akan mengancam setiap wilayah pemilu ini agar tidak melaporkannya kepada polisi. Dalam melakukan aksinya ini para terorist akan selalu se-olah2 mengatas namakan masyarakat banyak. Berita ini perlu saya peringatkan karena jumlah Densus 88 itu tidak sebanyak polisi atau tentara sehingga apabila para penggerak terorist ini melakukan gerakan simultant di-mana2, maka Densus 88 pun akan kewalahan, terutama dimasa menjelang pemilu nanti. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
