Kontribusi Islam ke Indonesia, hehehe...
>________________________________ > From: Sunny <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Monday, September 10, 2012 2:56 AM >Subject: [proletar] Ngruki Disebut Cetak Teroris > > > >http://www.indopos.co.id/index.php/berita-indo-rewiew/27490-ngruki-disebut-cetak-teroris.html >Ngruki Disebut Cetak Teroris > >Sunday, 09 September 2012 15:26 > >Follow > > >JAKARTA-Ketika aksi terorisme muncul di tengah kehidupan masyarakat, sejumlah >kalangan termasuk pemerintah, selalu mengaitkan benih pembuat teror itu dengan >Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah. > >Saat mencuat penembakan polisi di Solo, misalnya, Kepala Badan Nasional >Penanggulangan Teroris (BNPT) Ansyaad Mbai mengatakan, pelaku teror di Solo >bukan pemain baru. Dia juga menyebut-nyebut Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki >pimpinan ustad Abu Bakar Baasyir. ’’Itu dari Hizbah, Solo. Kemudian juga masuk >Mujahidin Jakarta. Soal nama organisasi itu tidak terlalu penting,’’ kata >Ansyaad seusai menghadiri pelantikan duta besar di Istana Negara, (3/9). > >Dia lantas membeberkan sejumlah penangkapan teroris. Antara lain di Bali >sebanyak lima orang, penangkapan Abu Umar, penangkapan di Medan, Palembang, >dan Bandung. ’’Mereka punya dana miliaran. Ratusan juta sudah sampai ke Poso >untuk pelatihan,’’ bebernya. > >Menurutnya, puluhan orang sudah dilatih, di antaranya yang sudah tertangkap, >yakni Naim dan Mujid. Ansyaad menyebut mereka diketahui sudah merangkai bom >dan menyiapkan penyerangan untuk 17 Agustus di Solo, Poso, dan Jakarta. ’’Di >Jakarta ketat, di Solo dia main. Dan tiga-tiganya mereka Ngruki. Ditangkap itu >baru keluar dari Ngruki,’’ katanya. > >Ansyaad mengatakan, pergerakan teroris tersebut sudah lebih dulu diikuti >selama beberapa bulan. ’’Jaringannya itu-itu juga. Komandonya tetap,’’ >sambungnya. > >Sementara itu, Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mukmin Ngruki memastikan dua >terduga teroris yang tewas dalam penggerebekan Densus 88 di Tipes, Solo, >jebolan ponpes setempat. Namun, pengurus ponpes menolak dikaitkan dengan aksi >yang dilakukan mantan anak asuhnya itu. > >’’Dari informasi sedikit di media massa, kami mencari data dan memang Farhan >serta Muchsin ada (di daftar santri). Tapi keduanya jebolan karena belum >memenuhi persyaratan (lulus),’’ ungkap Direktur Ponpes Al-Mukmin Ngruki Ustaz >Wahyuddin. > >’’Farhan keluar dari ponpes 2008. Sementara Muchsin dua tahun lalu. Jadi >keduanya sebenarnya tidak pernah menimba ilmu dalam kurun waktu yang sama, >meski bisa dikatakan satu angkatan,’’ terang dia. > >Meski keduanya jebolan ponpes pimpinannya, Wahyuddin menegaskan Al-Mukmin >Ngruki tidak terkait dengan tindakan Farhan dan Muchsin. Pasalnya, ponpes >tidak lagi bertanggung jawab atas segala aktivitas alumninya. Selain itu, >tindakan yang dituduhkan dilakukan keduanya hanya merugikan Al-Mukmin, baik >secara kelembagaan maupun keumatan. Namun dia merasa perlu meminta maaf atas >kejadian yang ditimbulkan mereka. > >Ngruki Membantah > >Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Saleh Daulay mengatakan, publik tak bisa >terus-menerus menyalahkan Ngruki dan menggeneralisasi semua lulusan Ngruki >sebagai jaringan teroris. >’’Ngruki selalu dijadikan landasan ketika ada teror. Jika memang lembaga itu >menghasilkan terorisme, kenapa tidak ditutup saja Ngruki, kenapa pemerintah >mau terus memelihara, kalau memang dianggap berbahaya,’’ ujar Saleh dalam >diskusi Teror Tak Kunjung Usai di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu >(8/9). >Saleh mempertanyakan aparat, pemerintah maupun BNPT yang mengaku telah >memiliki data identitas orang yang diduga terkait teroris. Jika memang >memiliki, kata dia, kenapa tidak ditangkap dan diamankan. Pemerintah dan >aparat justru baru bertindak setelah ada aksi teror. >’’Aparat dan sejumlah kalangan selalu mengambinghitamkan Ngruki, ketika mereka >tidak bisa menyelesaikan masalah terorisme. Banyak aliran radikal, tapi kenapa >Ngruki yang selalu dituju.BNPT punya data lengkap, kenapa tidak diantisipasi >saja,’’ sambungnya. >Sementara itu, menurut Peneliti Gerakan Islam Indonesia, Edy Sudarjat, lulusan >pesantren di Ngruki kebanyakan melakukan jihad sesuai ajaran Islam di >Afghanistan dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Jadi salah besar jika >beberapa kalangan selalu menyudutkan bahwa mereka adalah benih teroris. >’’Sudah pernah ada penelitian ke ke sana dan tidak ajaran yang menyesatkan. >Ada yang pulang dari Afghanistan dan mereka berjualan sepatu, baju dan buka >warung, jadi tidak semua lulusan Ngruki seperti itu,’’ paparnya. >Menurutnya, Pemerintah dan aparat perlu berkaca diri, mencari tahu penyebab >adanya gerakan radikal yang diselipi anarkisme tersebut. Ngruki, tuturnya, tak >bisa terus menjadi kambinghitam dalam masalah terorisme. >’’Jika ada yang lulusan dari Ngruki keluar dan menjadi teroris, bukan berarti >di Ngruki mereka belajar menjadi teroris. Jika di luar ada lulusan yang >berbuat jahat, itu bukan lagi tanggung jawab Ngruki,’’ pungkasnya. > >Diduga Bom Meledak > >Sementara itu, tadi malam, pukul 21.50, bom diduga meledak di Jalan Nusantara, >Beji, Depok, Jawa Barat. Akibatnya, satu lupa parah, dan dua luka ringan. > >’’Iya, ada ledakan. Tidak ada korban jiwa. Namun kami belum bisa menyimpulkan >itu bom atau bukan karena masih diselidiki,’’ kata Kapolsek Beji, Depok, AKP >Agus Widodo kepada wartawan tadi malam. > >Atap rumah yang diketahui Yayasan Pondok Yatim Piatu Bidara itu hancur >berantakan. Atap rumah yang tersusun dari seng berhamburan di sekitar rumah. >Kaca jendela rumah itu pecah dan pintunya rusak. Kondisi rumah juga gelap >gulita. Saat ini rumah yang diketahui sebagai Yayasan Pondok Yatim Piatu >Bidara itu dipasangi police line. Tim Gegana saat ini sedang melakukan >penanganan. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih menyelidiki ledakan >yang diduga bom tersebut. (dfi/flo/jpn > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
