ngentot lu semuanya!!

emangnya lu pada kagak punya kerjaan lain, selain buang2 waktu main internet 
sampah kayak gini?

pantesan, mana bakalan maju indonesia kalo orang2 kelas menengah nya jancok-an 
kayak gini?

menyedihkan...











________________________________
 From: ################ <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; Abbas Amin <[email protected]>; Alexander Edbert 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; Dimas H. Pamungkas 
<[email protected]>; Gabriella Rantau <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; item abu 
<[email protected]>; Jhonny Research <[email protected]>; Kabarmu 
Kutunggu <[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; Richan S <[email protected]>; Slamet 
<[email protected]>; Tawangalun
 <[email protected]> 
Sent: Monday, September 10, 2012 3:19 PM
Subject: terorist Islam halal darahnya ditumpahkan
 

Kasus Teror Solo

Lambannya pengungkapan kasus teror yang terjadi di kota Solo dari akhir bulan 
Ramadhan 1433 H (17/8/2012) sampai jatuhnya korban meninggal dari fihak 
kepolisian menunjukkan ada sesuatu yang tidak “beres” dalam penanganan kasus 
tersebut.

Kejadian teror pertama kali terjadi sebuah penembakan Pos Pam Lebaran 1433 H di 
Perempatan Geblegan Serengan Solo (17/8/2012), aksi teror ke-2 yaitu pelemparan 
“Granat Nanas” dikawasan Gladag Solo (18/8/2012), kemudian disusul dengan 
penembakan Bripka Dwi Data Subekti di Pos Polisi Plaza Singosaren Solo kamis 
malam 30/8/2012 dan terakhir aksi “koboi” berupa tembak menembak antara tim 
Densus 88 dengan para terduga aksi teror sebelumnya.

Kasus terakhir yang mungkin bisa dikatakan sebagai “gunung es” adalah aksi baku 
tembak antara tim Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Anti Teror Mabes Polri dengan 
orang yang diduga sebagai pelaku aksi teror di Solo akhir-akhir ini.

Menanggapi berlarut-larutnya penanganan dan pengungkapan kasus teror yang 
membuat resah warga Solo tersebut, Ustadz Sholeh Ibrohim, S.Th.I salah satu 
tokoh maysrakat di kota Bengawan ikut angkat bicara. Menurutnya, kasus teror 
yang terjadi di Solo hanyalah permainan politik fihak tertentu.

“Ya kalau saya berpendapat seperti ini, bahwa kasus teror ini politik. Karena 
memang kasus yang meneror Solo ini tiga berturut-turut kok ini ternyata tidak 
segera tertuntaskan dan terkuak pada persoalan intinya, siapa 
pelaku-pelakunya”, jelasnya saat ditemui Kru FAI dikediamannya Jum’at siang 
31/8/2012 (setelah penembakan di pos polisi Singosaren dan sebelum baku tembak 
di Tipes Solo).

Saat diminta keterangannya lebih lanjut siapakah para pelaku aksi teror 
tersebut, beliaupun menjawab singkat yaitu aparatur negara sendiri. Sebab 
menurutnya, jika pelaku penembakan dan pelemparan granat itu di indikasikan 
oleh Densus 88 berasal dari umat islam, maka tentunya takkan butuh waktu lama 
bagi Densus 88 untuk menangkapnya, sebelum aksi teror tersebut dilakukan.

“Saya sendiri dalam hal ini selaku pribadi memang itu sangat melibatkan dari 
unsur-unsur aparat sendiri (yang menjadi pelaku-red), indikasinya seperti itu. 
Karena kalau kasus dengan orang yang dianggap sebagai teroris (mujahidin-red) 
itu biasanya kan langsung ketangkap dalam beberapa waktu yang dekat sekali. Lha 
ini kan sudah berapa minggu sejak Ramadhan lalu sampai sekarang ini hingga 
jatuh korban, belum ada yang terkuak (siapa pelakunya-red)”, ungkap Ustadz 
Sholeh.

Bahkan menurut salah satu staf pengajar Ponpes Al Mukmin Ngruki Solo ini, kasus 
teror Solo ada indikasi sebuah skenario didalamnya yang coba dimainkan.

“Ya sebetulnya mereka kalau dibilang kecolongan ya,, tidak bisa juga seperti 
itu. Kalau dikatakan membiarkan, mereka nggak mau dikatakan demikian, karena 
dia sudah bekerja. Karena mereka kan punya intelejen. Ya,, kurang sigapnya saja 
dalam menangani semacam itu (kasus Solo-red) dan mengungkapnya, dan indikasinya 
ada skenario”, paparnya.

Beliau-pun menegaskan, jangan dikira bila ada korban meninggal, kemudian hal 
itu dianggap sebagai sesuatu yang serius dan pembenaran bahwa kejadian tersebut 
bukan sebuah rekayasa, meskipun yang tewas dari fihak aparat. Bahkan, sebelum 
kejadian baku tembak di selatan Lotte Mart Tipes Solo yang menewaskan 2 orang 
terduga teroris dan 1 petugas Densus 88, Ustadz Sholeh sudah memprediksi akan 
ada aksi yang lebih besar dari sekedar penembakan Bripka Dwi Data Subekti.

“Suatu saat nanti juga menurut saya akan ada yang lebih dari ini (penembakan 
polisi di Singosaren-red). Jadi tidak semua yang sampai jatuh korban itu bisa 
dikatakan sebagai sesuatu yang dibenarkan (bukan rekayasa-red), yaitu bukan 
dramatir dan rekayasa meskipun yang jatuh korban dari fihak mereka 
(kepolisisan-red)”, tegasnya.

Ustadz Sholeh-pun kembali menegaskan keyakinannya kalau kasus teror di Solo ini 
hanyalah politisasi belaka. Meskipun beliau juga tidak menafikkan adanya jatuh 
korban meninggal dan luka-luka akibat aksi teror tersebut.

“Ya,, politisasi, jatuhnya saya kesitu. Ya sebenarnya bisa juga pemilihan 
Gubernur atau bisa juga ingin mengkondisikan kota Solo yang Jokowi ada 
didalamnya ini mau dibuat kacau”, pungkasnya.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke