Jenghiz Khan adalah satu2nya manusia yang berhasil menguasai seluruh dunia dalam waktu 70 tahun dengan cara2 berperang yang sangat tradisional. Prestasi Jenghiz Khan sebagai jendral mendapatkan penghargaan yang sangat tinggi dari US Military Academy di West Point. Satu hal yang sangat menonjol dunia kita sekarang ini adalah bahwa Islam yang dulu pernah berhasil menguasai banyak kerajaan2 di Eropah akhirnya terhenti kekuatannya setelah terbentur pasukan Jenghiz Khan.
Kalo didunia ini tidak pernah lahir seorang jendral kalibar Jenghiz Khan, maka seluruh Cina, Jepang, Korea, Mongol, Russia, Hawai hingga ke Amerika, sekarang ini beragama Islam dan menjadi negara Syariah dan dunia tidak akan semaju sekarang. Expansi Islam ke Eropa dan Asia terhenti akibat munculnya raja langit yang bernama Jenghiz Khan ini. Kalo tidak ada orang Yahudi didunia ini, maka orang yang paling dibenci Islam adalah orang Cina, karena Jenghiz Khan menjajah negara2 Islam dengan segala kekejiannya melalui pasukannya yang mayoritas orang2 Cina, karena orang2 Mongol sendiri populasinya sebenarnya tidak banyak, namun mereka mampu menjajah Cina dan mempelajari budaya dan agamanya. Semua kerajaan2 Islam di Timur Tengah banjir darah, laki2 dibunuh, perempuan diperkosa. Penelitian pada akhir perang dunia kedua diperkirakan 75% penduduk Timur Tengah mengandung atau menurunkan DNA dan Chromosome Jenghiz Khan. Jenghiz Khan sendiri beragama campuran antara Buddhisme dan To yang disebutnya agama Shamanist, dia adalah satu2nya raja yang pluralistik memberi kesempatan semua agama untuk berkembang. Sedangkan pemusnahan kerajaan2 Islam oleh Jenghiz Khan bukanlah karena diskriminasi agama melainkan karena kompetisi kekuasaan. Pada waktu dia berkuasa, hanya ada kerajaan2 Islam saja yang juga berkompetisi dengan dirinya. Seorang Raja Islam pernah mencoba memasuki wilayah kekuasaan Jenghiz Khan, tapi hasilnya seluruh kerajaan itu dimusnahkannya. Jenghiz Khan suka mengadu domba antar agama baik untuk kompetisi spiritual juga untuk kompetisi fisik seperti halnya gladiator di Roma. Cucu Jenghiz Khan berhasil meneruskan, memperluas, dan menguasai jazirah yang lebih luas dari kakeknya, cucunya terkenal dengan nama Kubilai Khan yang menjadi raja di Cina sebagai dynasti Yuan. http://en.wikipedia.org/wiki/Yuan_Dynasty http://en.wikipedia.org/wiki/Religion_in_the_Mongol_Empire At the time of Genghis Khan in the 13th century, virtually every religion had found converts, from Buddhism to Christianity and Manichaeanism to Islam. To avoid strife, Genghis Khan set up an institution that ensured complete religious freedom, though he himself was a shamanist. Mongol emperors were known for organizing competitions of religious debates among clerics, and these would draw large audiences. However, under Genghis's successor Ögedei, several building projects were undertaken in he Mongol capital of Karakorum. Along with palaces, Ogedei built houses of worship for the Buddhist, Muslim, Christian, and Taoist followers. The dominant religions at that time were Shamanism, Tengriism and Buddhism, although Ogodei's wife was a Christian. Keturunan Jenghiz Khan kemudian berkembang biak di Timur Tengah menjadi raja2 kecil yang mengadopsi agama Islam untuk menguasai masyarakatnya yang beragama Islam. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
