Gereja di Indonesia banyak yang dibakar dan ditutup paksa dengan SMB 2
Mentri atas desakan Ormas Islam

2012/9/11 hendrikus sukiman <[email protected]>

> **
>
>
> Maraknya Gereja Beralih Fungsi
>
> Suatu fakta bahwa gereja-gereja di dunia sedang dilanda krisis keyakinan
> adalah karena gereja-gereja yang diharapkan menjadi tumpuan Ibadah umat
> kristiani justru tidak seperti harapan bapak gereja. Kalau gereja banyak
> gulung tikar diluar negeri, itu sebuah fenomena alam manusia yang makin
> cerdas memahami agama. Mereka tidak berhenti pada titik kulminasi daulat
> gerej
> a terhadap pemeluknya, tetapi terdapat banyak kalangan umat kristiani
> merasa gersang dengan bentuk keimanan yang menjanjikan penebusan dosa.
>
> Sebab dalam baptisan agama Kristiani, pengakuan semata pada suatu dogma
> Kristen bisa menghapus dosa dosa mereka. Tetapi hal ini justru mengendorkan
> semangat barat untuk beragama. Banyaknya gereja dijual, dirubah fungsinya,
> itu menunjukkan bahwa gereja-gereja tersebut sepi pengunjung. Sebagaimana
> disinyalir oleh media-media setempat.
>
> Penyebab utama gereja mengalami masa transisi dari tempat pemujaan Tuhan
> menjadi tempat pertunjukkan, Gedung serba guna dan menjadi Mesjid,
> dipastikan karena transformasi pemikiran barat menempatkan akal sebagai
> tuhan. Ilmu dan temuan temuan baru mereka mendorong barat berpikir matang
> tentang arti tuhan pada bingkai modern. Bahwa Alkitab sebagai kitab induk
> keyakinan yang direduksi dari pengembaraan manusia masa lalu, dianggap
> tidak mampu mengatasi persoalan perkembangan Ilmu pengetahuan. Muncul
> kesangsian nurani menerima ajaran tuhan dengan serta merta. Sebab dalam
> titian berpikir ala barat, agama tidak menjadi sudut pandang utama untuk
> mencari kepastian sebua metodik membangun peradaban barat.
>
> Alkitab contohnya, tidak menjamu dan menjamin pembacanya lebih terjamin
> keilmuan dan pemahamannya tentang kehidupan masa depan, tetapi Alkitab
> hanya sebuah kitab yang pasif untuk dapat membenarkan isu modernis dan
> peradaban masa depan. Alkitab menjadi bisu bersaksi ketika seorang Galelio
> harus berkorban demi sebuah pandangan ilmiah. Alkitab tidak dapat
> mengahadirkan saksi-saksinya, lalu menjamin kelestarian berpikir anak-anak
> manusia pada setiap jamannya. Tetapi Alkitab hanya sebuah nostalgia dari
> lompatan-lompatan jaman anak-anak manusia dengan segala predikatnya, dengan
> menempatkan kisah-kisah didalamnya sebagai karunia tuhan. Tanpa menyodorkan
> sebuah konsep leterat, yang bisa menjadi tata awal perintisan dan
> pembangunan peradaban manusia itu sendiri. Sehingga dalam benak imani,
> kalangan pengikut Alkitab barat muncul pertanyaan, apakah tuhan hanya
> menghidangkan konsep pembelaan ketuhanan belaka? apakah tuhan hanya sibuk
> mengurus penyembahan hambanya, tanpa perduli dengan perkembangan yang
> terjadi di alam manusia? Itulah yang menjadi sumber ilustrasi barat
> meninggalkan gereja, dan berada di barak-barak keilmuan serta bergulat
> dengan waktu menciptakan isnpirasi modern, meninggalkan budaya Alkitab yang
> kaku.
>
> Fenomena barat juga terjadi karena fundamental modern memaksa pemikiran
> orang-orang barat itu anti agama. Itu dapat dipahami lewat kasus-kasus
> kehidupan modern yang menolak mitologi ala Alkitab. Menutup cela-cela
> keyakinan dengan resonansi sekuler dan menganggap agama sebagai sumbat
> terhadap ilmu pengetahuan dan kemajuan jaman. Sebab itulah Alkitab menjadi
> perhiasan berharga yang tidak terusik sama sekali dengan mengalihkan
> perhatiannya pada gejala kemajuan jaman. Barat tidak lagi berwajah agama,
> tetapi sebuah topeng peradaban yang menggelar kemampuan SDM berdasarkan
> sendi-sendi kemanusian tanpa agama. Bagi barat, Alkitab itu tidak lebih
> dari sebuah prosa, tulisan sastra bermuatan diskusi kehidupan masa lalu.
>
> “Alkitab ini dikarang pada waktu-waktu tertentu, dan
> pengarang-pengarangnya memang manusia juga, yang terpengaruh oleh keadaan
> waktunya dan oleh suasana di sekitarnya dan oleh pembawaan pengarang itu
> sendiri. Naskah-naskah asli dari Kitab Suci itu sudah tidak ada Iagi. Yang
> ada pada kita hanya turunan atau salinan. Dan salinan itu bukannya salinan
> langsung dari naskah asli, melainkan dari salinan dan seterusnya. Sering di
> dalam menyalin Kitab Suci itu terseliplah salah salin.” (Dr. Mr. D. N.
> Mulder dalam bukunya “Pembimbing ke dalam Perjanjian Lama”, tahun 1963,
> pagina 12 dan 13, ).
>
> Pengakuan Mulder ini menyimpulkan, bahwa Alkitab bukanlah suatu himpunan
> firman firman tuhan, tetapi merupakan karangan para penulis dahulu kala
> yang menyadap berita dari orang-orang alkisah. Ini juga dikuatkan oleh
> hasil telaah kalangan seorang ahli:
>
> Dr. B. J. Boland dalam bukunya “Het Johannes Evangelie”, p. 9, berkata
> sebagai berikut: “Zijn ons de waarheden van het Evangelie van Jesus
> Christus in haar corspron-kelijken onvervalschen, zul veren vorm
> overgeleverd of zijn de door het intermediair van den Griek schen Geest,
> van de Griek sche reid, het laat stea an te nemen dat de letter der
> Nieuw-Testament-ische boeken in de eerste eeuwen anzer jaartelling
> gewichtig wijzungen moet hebben ondergaan.”(Apakah kebenaran-kebenaran dari
> Injil Jesus Kristus diserahkan kepada kita dalam bentuk murninya, asli dan
> tidak dipalsukan, ataukah telah dirubah melalui alam fikiran kebudayaan
> Gerika? Umumnya yang terakhirlah yang diterima oleh orang jaman kini bahwa
> tulisan-tulisan Kitab Perjanjian Baru pada dua abad pertama perhitungan
> tahun kita, pasti telah mengalami perubahan besar”
>
> Dugaan Boland mengindikasikan bahwa Alkitab adalah suatu dogma dari kisah
> masa lalu yang ditulis oleh pengarangnya sebagai karya maha besar, penuh
> tulisan tulisan dan gambaran gambaran yang mengesankan tentang kehidupan
> seorang Yesus menurut refrensi penulisnya yang disadap dari para pembawa
> kabar. Hal ini juga dijelaskan oleh bukti lain yang hampir sama nilainya.
>
> Dr. A. Powel Daviesdalam bukunya “The meaning of the Dead Sea Scrolls The
> New American Library” tahun 1961 , p. 106, berkata: “The first three, or
> Synoptic Gospels tell much the same story. There are discrepancies; but it
> is impossible to a considerable extent to reconcile them. John’s Gospel,
> however, tells quit a different story from the other three. If John is
> right, then the other three are wrong; If the Synoptic are right, the
> John’s gospel must surely be in error.”
> (Tiga Injil pertama, yaitu Injil Synoptik, membawakan cerita yang sama.
> Terdapat pertentangan-pertentangan di dalamnya, sehingga tidaklah mungkin
> sedemikian jauh untuk mendamaikan ayat-ayat ini. Namun Injil Johannes,
> menceritakan cerita-cerita yang amat berbeda dari ketiga Injil pertama itu.
> Bila Injil Johannes yang betul, maka ketiga Injil yang lain itu salah; bila
> ketiga Injil itu betul, maka Injil Johannes pasti salah)
>
> Suatu bukti memang sudah terjadi pergumulan dibarat tentang Alkitab.
> Mereka tidak menganggap sederhana permasalahan Alkitab yang disusun atas
> nama tuhan, tetapi mereka mengabadikan tulisannya, menyoroti Alkitab itu
> sebagai diskusi berkesinambungan yang membuahkan gagasan pembaharuan dalam
> pemikiran dunia Kristen. Pendapat mereka menyadarkan kita, betapa Alkitab
> sebagai suatu firman dapatkah memastikan bahwa karya maha yang mengukir
> sejarah ketuhanan ala Alkitab itu adalah wahyu dan firman tuhan? Sejauh
> mana bisa dibuktikan bahwa tulisan-tulisan kuno itu tidak mengalami
> perobahan dan terjamin keberadaannya menjadi kitab agama samawi pertama?
> Ini yang kemudian melahirkan kegamangan dibarat, hilang control dan sirna
> keyakinan untuk berprinsip dogma sebagai suatu anutan ketaatan. Dianggap
> irasional isinya. Barat yang berobsesi membuka rahasia alam akhirnya harus
> bertarung dengan waktu dan keluar dari jebakan jebakan keyakinan, masuk
> dalam rana kebebasan sekuler. Karena bagi barat tuhan dianggap telah mati.
> Itulah sebabnya kemudian mengapa gereja harus beralih fungsi.
>
> Data:
> 1. London, Lebih dari 60 gereja di Inggris ditutup setiap tahun. Ratusan
> uskup mengatakan, ribuan gereja hanya didatangi 10 jamaah atau kurang
> setiap hari minggunya. Laporan terpisah The Ecclesiological Society,
> yayasan penjaga gereja, menyebutkan, 4 gereja dari 4.000 ribu gereja hanya
> dihadiri tak lebih dari 20 jamaah. Laporan ini mengingatkan kemungkinan
> ditutupnya gereja tersebut karena sedikitnya pengunjung. Yayasan
> mengatakan, jumlah warga Inggris yang melakukan ritual keagamaan meningkat
> dari 1 juta menjadi 3,5 % pada tahun 1970 dan 1,9 % pada tahun 2001. Tapi,
> dalam kurun waktu itu, 1.626 buah gereja Inggris ditutup, 360 darinya
> dihancurkan, 341 dipertahankan, dan 925 dirubah bentuknya menjadi tempat
> yang tidak ada kaitannya dengan keagamaan. Yaitu seperti perpustakaan,
> tempat olah raga, gedung pertunjukan, studio musik, ruang tarian, restoran,
> dan tempat tinggal.
> <http://abudira.wordpress.com/2009/05/15/banyak-gereja-dijual-di-inggris-2/>
>
> 2. Paham Sekularisme, Liberalisme dan Humanisme ini pada dasarnya
> menggiring orang Barat pada ateisme. Arus Liberalisasi dan humanisasi
> agama, telah memberi peluang orang Barat untuk menafsirkan agama sesuai
> dengan logikanya. Humanisme adalah aliran filsafat modern yang memberi
> ruang kebebasan manusia untuk menafsirkan arti Tuhan. Menrurut aliran ini,
> manusia adalah pusat dari segala hal, bukan Tuhan. Maka, bermain-main
> dengan agama dan konsep ket-Tuhan-an bukan lagi menjadi keharaman. Bahkan
> pernah ditemukan seorang Barat mentato pantatnya dengan nama Yesus.
> Fenomena ateisme telah menjadi tren masyarakat Barat Postmodern. Beberapa
> laporan menunjukkan Gereja Eropa saat ini semakin sepi. Itu pun diisi
> dengan orang-orang tua. Bahkan karena kosong, sejumlah Gereja di Belanda
> dijual. Beberapa orang masih mengakui eksistensi Tuhan, tapi menolak untuk
> beragama. <http://fajrulislam.wordpress.com/>
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke