http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=39468

SELASA, 11 September 2012 | 1534 Hits


Terkait Latihan Perang di Poso
Penangkapan 4 Orang di Ambon 


JAKARTA, AE.- Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy 
Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Senin (10/9), mengungkapkan penangkapan 
terhadap empat orang terduga teroris di kawasan Gunung Malintang, Kebun 
Cengkeh, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Minggu (9/9), terkait 
dengan pelatihan di Poso. 

Keempatnya yaitu Sukri, Jimmy alias Zum, Baharuddin, dan Imran, pemilik tempat 
dilakukan penangkapan. Saat ini keempatnya masih menjalani pemeriksaan oleh 
Densus 88 dan Polda Maluku. "Pemeriksaan terkait pelatihan di Sulawesi, ada 
beberapa titik yang dilakukan pemantauan, termasuk pelatihan di Poso, Sulteng," 
ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar 
di Mabes Polri, Jakarta, Senin (10/9).

Dalam penangkapan tersebut Densus 88 juga menyita dua buah senjata api jenis 
MK-3 satu buah, NNC satu buah, satu buah granat nanas berikut pelontarnya, 
tujuh buah magazin, dan amunisi yang berjumlah kurang lebih 10.000 butir siap 
pakai .

Selain itu juga ditemukan satu buah buku petunjuk cara membuat bom di rumah 
tersebut. Empat terduga teroris itu diketahui bukan warga asli Ambon. 
"Penangkapan itu adalah pengembangan dari mereka yang telah terindentifikasi 
melakukan pelatihan, kegiatan perencanaan aksi teror," pungkas Boy.

Seperti yang diketahui, belakangan ini polisi gencar menangkap jaringan teroris 
di berbagai wilayah. Penangkapan bermula dari kelompok teroris di Solo, Bayu 
cs. Setelah itu dugaan perakitan bom terjadi di Tambora, Jakarta Barat dengan 
buronan, Muhammad Thorik.

Belum usai menelusuri sejumlah kelompok ini polisi dikejutkan dengan ledakan 
bom di wilayah Beji, Depok yang juga melibatkan Thorik, Yusuf dan Mr. X. Saat 
ini kendali jaringan teroris ini masih ditelusuri Polri. Belum diketahui kaitan 
antarsatu kelompok dengan kelompok lainnya.

Sementara itu Polda Maluku masih tertutup untuk mengungkap peran enam warga 
yang ditahan di beberapa tempat berbeda di Kota Ambon ini, Minggu (10/9). 
Sampai kemarin, polisi belum juga memberikan keterangan resmi terkait penahanan 
enam warga yang diduga bukan penduduk asli Ambon itu. 

Kepala bidang Humas Polda Maluku AKBP Johanis Huwae yang dikonfirmasi wartawan 
hanya memberikan informasi terbatas, kemarin. Dia hanya memastikan, Densus 88 
anti teror mengamankan, enam orang berinisial S, U, J, A, B dan P, di TKP yang 
berbeda.

Dalam penangkapan itu, polisi berhasil menyita dua pucuk senjata dan enam buah 
magazen, amunisi puluhan ribu butir, satu buah granat, satu buah pelontar 
granat, dan satu buku pembuat bom. “Mereka sementara dipriksa di bekas kantor 
Densus 88 Polda Maluku. Itu urusan Densus. Mereka bukan warga Lokal, mereka itu 
mungkin orang luar Maluku yg datang tinggal di situ,” ungkap Huwae.

Dia enggan membeberkan apakah enam orang ini terkait jaringan teroris ataukah 
tidak. “Soal jaringan atau lainnya itu tidak bisa saya jelaskan, maaf ya,” 
singkat Huwae. Kapolda Maluku Brigjen Muktiono yang dikonfirmasi juga tidak 
menjawab pertanyaan wartawan Ambon Ekspres.(flo/jpnn/M6)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke