Kebiadaban 9/11 diinspirasi oleh Quran; dirancang oleh para mujahid Muslim; 
dilaksanakan oleh para pejuang Islam; diagungkan oleh orang-orang Muslim 
sebagai kemenangan besar mereka dan dengan sukaria dirayakan di seluruh dunia 
Muslim.
 

 
Oleh: ALI SINA


Lebih dari satu dekade setelah tragedi 9/11 teori-teori konspirasi masih 
bermunculan. Adalah penting untuk mengetahui kebenaran dan apa yang mengompori 
konspirasi ini. Sebagian dari kedua hal tersebut adalah karena gampang ditipu 
dan kebodohan. Banyak orang yang bodoh. Mereka malas berpikir secara kritis. 
Jika anda percaya atau masih percaya pada konspirasi ini, saya berharap setelah 
anda membaca artikel ini anda akan mengakui bahwa anda ada di antara barisan 
orang-orang bodoh. Tapi jangan bersedih. Pengakuan ini akan menjadi permulaan 
dari pencerahan anda. Anda harus kuatir jika anda terus mempercayai konspirasi 
ini. Orang-orang bodoh senantiasa dimanfaatkan oleh tangan-tangan licik untuk 
menjadi alat kejahatan. Orang-orang bodoh itu berbahaya.

Konspirasi ini adalah kejahatan semata. Ia dibuat oleh orang-orang yang sangat 
jahat dan dipercayai oleh orang-orang yang sangat bodoh. Ia dirancang secara 
licik sebagai sebuah penyangkalan berdarah yang baru. Saya akan menjelaskannya 
pada akhir artikel ini. Tetapi pertama-tama ijinkan saya untuk memaparkan 
kekeliruan klaim tersebut. Artikel ini berdasarkan pada logika dan sains, bukan 
merupakan agenda politik. Silahkan melihat klaim tersebut terlebih dahulu 
pada 911-conspiracy.

Nah, kelihatannya meyakinkan bukan? Kini marilah kita membahas klaim-klaim 
tersebut satu demi satu dan menyingkapkan penipuannya. Berikut adalah 
mitos-mitos yang dikemukakan:
 
Mitos 1 – Runtuhnya Gedung 7
Satu pertanyaan yang diajukan para pembuat teori konspirasi, mengapa gedung 
pencakar langit ketiga di WTC yang tidak ditabrak oleh pesawat-pesawat itu 
runtuh juga?

 
 
Saya mengutip paragraf berikut ini dari Wikipedia:
“Hipotesa resmi yang dirilis dalam laporan kemajuan Juni 2004 dan diulangi 
dalam update status pada Juni 2007 adalah bahwa kerusakan sebuah kolom yang 
penting terjadi di bawah lantai ke-13, disebabkan oleh karena api dan/atau 
puing-puing dari runtuhnya dua menara utama. Keruntuhan itu bergerak secara 
vertikal ke atas hingga ke griya tawang mekanis di timur. Struktur interior 
tidak mampu menahan beban yang tersalurkan, mengakibatkan pergerakan keruntuhan 
ke lantai-lantai yang lebih rendah, terutama lantai 5 dan 7. Ini mengakibatkan 
“keruntuhan yang tidak proporsional pada seluruh struktur”

Perusahaan asuransi sepakat untuk mengganti gedung tersebut. Ini membuat mereka 
harus mengeluarkan biaya 7 milyar dollar.

Pertama, perusahaan asuransi tidak membayar kepada para pemilik jika gedung 
mereka rusak atau dihancurkan. Asuransi dimaksudkan untuk membayar biaya 
penggantian. Oleh karena itu, Larry Silverstein, pemegang lising gedung 
tersebut tidak dan tidak akan mengambil satu sen pun dari 7milyar dollar 
tersebut. Uang itu dibayarkan kepada seorang kontraktor yang disewa oleh 
perusahaan asuransi untuk mengganti gedung tersebut. Ini adalah prosedur normal.

Kedua, akankah perusahaan asuransi membayar uang sebanyak itu jika gedung 
tersebut dengan sengaja dihancurkan? Tidakkah mereka akan mengirim inspektur 
mereka sendiri untuk memverifikasi keabsahan klaim tersebut? Tujuh milyar 
dollar bukanlah jumlah yang sedikit. Jika mereka membayarkan uang tersebut itu 
karena mereka yakin tidak ada kecurangan.

Ketiga, siapakah yang akan diuntungkan dari penghancuran gedung tersebut? Jika 
penghancuran itu dimaksudkan untuk membunuh orang, seperti yang dikehendaki 
oleh para pembuat teori konspirasi untuk kita percayai, tujuan itu tidaklah 
tercapai. Jadi jika penjelasan resmi yang mengatakan bahwa gedung tersebut 
telah mengalami kerusakan fatal akibat jatuhnya puing-puing dari dua menara WTC 
itu tidak benar, motif lain apakah yang dipikirkan oleh para pembuat teori 
konspirasi tersebut?

Video tersebut mengklaim bahwa Larry Silverstein dalam rekaman mengatakan bahwa 
ia memerintahkan Departemen Pemadam Kebakaran New York untuk “merobohkannya”.
Pikirkanlah hal itu sejenak. Apakah klaim itu realistis? Akankah Departemen 
Pemadam Kebakaran New York (NYFD) merobohkan gedung yang benar-benar aman hanya 
karena pemiliknya memerintahkan mereka untuk merobohkan gedung itu?

Untuk menjawab argumen pertama ini kita tidak harus menjadi seorang insinyur 
bangunan ata u mempunyai pengetahuan apapun mengenai bangunan. Yang diperlukan 
hanyalah sedikit akal sehat. Sayangnya akal sehat bukanlah sesuatu yang 
dimiliki banyak orang. Seperti yang ditegaskan oleh Bertrand Russel, “Berkenaan 
dengan kegilaan kebanyakan umat manusia, kepercayaan yang luas diyakini 
nampaknya lebih tidak masuk akal” [Marriage and Morals.1929 bab. 5]
 
Gambar berikut ini menunjukkan kerusakan yang dialami Gedung 7 dan mengapa 
kemudian gedung itu harus dirobohkan.
Paragraf berikut diambil dari Wikipedia
 
Setelah Menara Utara runtuh, beberapa petugas pemadam kebakaran memasuki Gedung 
7 World Trade Center untuk memeriksa gedung tersebut. Mereka berusaha 
memadamkan kobaran-kobaran kecil api, tetapi tekanan air yang rendah 
menghalangi usaha mereka. Semakin siang, kobaran api semakin menjadi-jadi dan 
membakar beberapa lantai Gedung 7 World Trade Center, nyala api terlihat di 
sisi timur gedung tersebut. Selama siang hari, api juga terlihat di lantai 
6-10, 13-14, 19-22, dan 29-30. Terutama, api di lantai 7 hingga 9 dan 11 
melewati 13 terus membakar dengan tidak terkendali selama siang hari. Pada 
kira-kira jam 2 petang, para petugas pemadam kebakaran mendapati adanya 
lengkungan di sudut barat daya Gedung 7 World Trade Center antara lantai 10 dan 
13, tandanya bangunan itu tidak stabil dan akan runtuh. Selama siang hari, para 
petugas pemadam kebakaran juga mendengar suara-suara berderak yang berasal dari 
dalam bangunan. Sekitar pukul 3 petang ketua FDNY Daniel
 Nigra memutuskan untuk menghentikan operasi penyelamatan, penyisiran di 
permukaan dan pencaharian di sepanjang permukaan puing-puing di dekat Gedung 7 
World Trade Center dan mengevakuasi area tersebut sehubungan dengan keselamatan 
para petugas pemadam kebakaran. Pada pukul 5:20:33 sore EDT bangunan itu mulai 
runtuh, dengan rubuhnya griya tawang mekanis timur, dan pada pukul 5:21:10 sore 
EDT benar-benar runtuh. Tidak ada yang dikaitkan dengan keruntuhan itu.
 
Mitos 2: Api saja tidak cukup untuk meruntuhkan bangunan yang terbuat dari baja.
Para pembuat teori konspirasi berargumen bahwa mengingat Meridian Plaza di 
Philadelphia terbakar selama 19 jam namun gendung itu tidak rubuh, bagaimanakah 
kedua menara kembar itu dapat rubuh setelah satu atau dua jam terbakar? Mereka 
juga bertanya, “Bagaimana bisa bahan bakar jet menyebabkan keruntuhan itu 
ketika Federal Emergency Management telah menyatakan bahwa kebanyakan bahan 
bakar jet telah habis pada nyala api pertama?” Tambahan lagi, mereka 
bertanya,”Bagaimana api dapat menyebabkan keruntuhan sedangkan tes yang 
dilakukan oleh Cardington menemukan bahwa bangunan yang terbuat dari baja tidak 
akan terbakar oleh api dengan temperatur melebihi batasan yang dapat dicakup 
oleh bahan bakar jet? Oleh karena asap hitam yang berasal dari dalam bangunan 
mengindikasikan bahwa api sangat membutuhkan oksigen dan tidak dapat mencapai 
derajat maksimum 1.800 derajat Fahrenheit dan baja meleleh pada temperatur yang 
jauh lebih tinggi yaitu 2.500 derajat
 Fahrenheit, bagaimana para kru yang bertugas melakukan pembersihan dapat 
menemukan baja yang telah meleleh di gudang bawah tanah?”

Berikut ini adalah jawaban saya: Ketika suatu bangunan baja pencakar langit 
terbakar, satu-satunya bahan bakarnya adalah perabotan di dalam gedung itu. Ini 
tidak menghasilkan panas yang cukup untuk melelehkan bangunan baja.

Ketika ribuan liter bahan bakar jet ditumpahkan sekaligus dalam ruang yang 
tertutup panas yang tercipta derajatnya sangat tinggi. Ia tidak hanya menjadi 
sekadar panas tetapi sudah menjadi sebuah bom. Itu karena hawa panas yang 
terperangkap. Sebatang kayu yang dibakar di dalam kompor kayu dapat 
menghasilkan panas yang lebih banyak daripada jika ia dibakar di ruang terbuka 
dimana panas dapat menguap ke dalam atmosfir.

Bagaimanapun, bangunan-bangunan itu tidak runtuh karena tiang-tiang baja yang 
meleleh. Gedung-gedung itu runtuh karena bangunan itu rusak dan dianggap 
berbahaya. Panas melunakkan baja dan mengakibatkan baja itu menjadi bengkok 
sehingga bangunan mudah rubuh. Panas hanyalah elemen tambahan, bukan penyebab 
utama keruntuhan.
Gedung Selatan rubuh hanya berselang satu jam karena berat akibat kerusakan 
lebih parah dari Gedung Utara yang rubuh setelah dua jam terbakar.

Kerusakan struktural sendiri tidak cukup kuat untuk merubuhkan bangunan. Itulah 
yang terjadi pada Gedung 7.
Pada bulan Juni 1995, Pasar Swalayan Sampoong di Korea runtuh karena kegagalan 
struktural. Pada awalnya retakan kecil mulai terlihat. Retakan itu secara 
bertahap mulai melebar. Dibutuhkan beberapa hari setelah retakan-retakan itu 
ditemukan barulah seluruh bangunan itu runtuh. Dengan beban yang sangat berat 
yang dapat ditanggung menyebabkan kerusakan pada kolom-kolom, dua menara rubuh 
bahkan tanpa adanya api.
 
Mitos 3: Racikan super digunakan untuk meningkatkan panas
Para fisikawan seperti Steven E. Jones dan  Niels Harrit mengklaim bahwa di 
dalam debu dan puing-puing menara-menara WTC terletak bukti adanya “bahan 
peledak yang dirancang berdaya ledak tinggi”. Mereka menunjuk dua jejak 
material panas aktif, sebuah substansi yang menghasilkan panas intens yang 
terlokalisir ketika dibakar, yang ditemukan di antara puing-puing Ground Zero.

selengkapnya baca di

http://buktidansaksi.com/blogs/829/2012/09/Teori-Konspirasi-11-September-Fitnah-Berdarah-Yang-Baru 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke