Kesaksian Mbok Iyem Mengunjungi Surga

http://islammurtad.blogspot.com/2012/09/kesaksian-mbok-iyem-mengunjungi-surga.html#more 


Baru-baru ini pernah ada mujizat terjadi di kota Surabaya. Bukan zaman 
rasul-rasul, bukan zaman John Wesley, bukan zaman Smith Wigglesworth, bukan 
zaman Kathryn Kuhlman, tapi zaman internet. Suatu mujizat yang menggemparkan 
kota yang banyak melahirkan hamba-hamba Tuhan berkaliber. Tapi mujizat ini 
dialami oleh seorang pembantu rumah tangga. Jadi bukan hanya hamba Tuhan di 
Afrika yang bisa mengalami keajaiban, di Indonesia juga, karena Allah kita 
adalah Allah yang sama, Amin.!
Ada seorang pembantu rumah tangga yang mati selama delapan jam. Sebut saja ibu 
ini dengan nama Mbok Iyem. Mbok Iyem ini bekerja di panti rehabilitasi yang 
bekerjasama dengan kami. Entah mengapa, mendadak Mbok yang rajin ini sakit 
keras. Ia tidak sempat meminta ijin sakit karena mendadak sangat tidak enak 
badan. Ia pun masuk ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya.
Dalam beberapa menit saja, matanya terbalik dan tubuhnya membiru. Dan tidak 
lama kemudian dia meninggal. Sewaktu dia meninggal, pembantu yang lain, seorang 
laki-laki melihat tubuhnya sudah kaku, dipanggil-panggil namanya tidak 
menyahut, diperhatikan tubuhnya tidak bergerak sama sekali. Setelah mendekati 
dan memastikan kecurigaannya benar, iapun memanggil kepala panti rehabilitas.
Mbok ini adalah pembantu rumah tangga yang berasal dari kaum Kedar. Dia baru 
bertobat menerima Tuhan Yesus beberapa tahun ini. Dulu sebelum bertobat dia 
adalah pembantu rumah tangga yang terkenal galak dan kejam, Saudara.
Rupanya saking kejamnya dia, pernah ada pembantu yang lebih muda dan lebih kuat 
saking tidak tahan melihat kelakuannya mendorongnya dari lantai dua di tempat 
kerjanya yang lama. Hal itu terjadi sebelum bekerja di panti ini. Akibatnya 
kakinya patah, dan jalannya menjadi terpincang-pincang karena tidak mendapatkan 
perawatan yang benar.
Tidak ada yang mau menerima seorang pembantu rumah tangga yang pincang, tetapi 
seorang ibu bersedia menampungnya di panti rehabilitasi yang dikelolanya. 
Akhirnya, Mbok ini dijamah oleh Roh Kudus dan hatinya mau terbuka terhadap 
Tuhan Yesus dan mengubah hidupnya.
 Yang dulu terkenal galak dan kejam, sekarang ramah dan lemah lembut. Allah 
kita sanggup mengubah hati setiap orang yang keras menjadi lemah lembut, 
Amin..!!
Nah, Mbok Iyem ini meninggal. Matinya mendadak, tidak sempat meninggalkan 
pesan-pesan apapun. Pemilik panti yang hidupnya bergaul dengan Tuhan 
membicarakan peristiwa aneh ini bersama beberapa tukang yang sedang memperbaiki 
bangunan yang juga pengikut Kristus. Mereka semua bersepakat bahwa kematiannya 
tidak wajar. Karena selama ini Mbok Iyem tidak pernah mengeluh sakit atau ada 
tanda-tanda penyakit di dalam tubuhnya. Ia sehat walafiat sebelum tiba-tiba 
meninggal. Mereka tidak tahu harus melakukan apa, sementara – ini uniknya – 
mereka memiliki keengganan yang sama untuk tidak memanggil dokter. Jadi bukan 
hanya perasaan sugesti satu orang saja. Padahal saya tahu persis mereka punya 
rekanan dokter. Tiba-tiba mereka terpanggil malahan untuk berdoa dan menyembah. 
Mereka pun taat. Mereka mulai berdoa menyembah, berdoa menyembah, berdoa 
menyembah, berdoa menyembah, begitu saja.
Di dalam hadirat Tuhan, tidak terasa beberapa jam sudah mereka berdoa dan 
menyembah Tuhan. Tiba-tiba di tengah-tengah doa itu tubuh Mbok Iyem yang 
tadinya kaku bergerak-gerak dan tersedak bangun. Mbok Iyem yang sudah meninggal 
hidup kembali..!!! Disaksikan oleh pemilik panti, tukang-tukang, dan 
penghuni-penghuni yang berdoa dan menyembah bersama-sama.
Oh, jangan pernah meremehkan kuasa doa kelompok atau doa komunitas ini, Saudara.
Mbok Iyem tadi minta minum. Setelah diberi minum untuk menenangkan dirinya, ia 
terus saja dicecar pertanyaan seperti para wartawan saja,”Mbok, tadi waktu Mbok 
mati ke mana Mbok…?”
“Tadi waktu saya mati saya lihat sesuatu lepas dari tubuh saya…,” Nah, itulah 
yang namanya roh. Kadang-kadang orang dunia sombong dan tidak percaya adanya 
roh. Tapi nanti kalau ajalnya tiba, barulah kesombongan hilang seketika.
Kalau seorang tidak mati ketakutan dengan alam roh yang dilihatnya karena yang 
menjemputnya bukan malaikat maut, berarti ia meninggal dengan tenang dan damai 
karena ia mengenal siapa yang menjemputnya, yaitu malaikat surga ataupun Tuhan 
Yesus sendiri.
“…dan saya melihat tubuh saya terbujur kaku dan saya menembus plafon rumah ini. 
Begitu sampai ke atas, saya masuk ke suatu tempat. Tidak ada tempat lain yang 
lebih indah dari tempat itu. Saya tahu itulah tempat tempat yang sering Pak 
Pendeta khotbahkan. Yang namanya surga. Surga itu bukan cerita, tapi surga itu 
nyata..!! Ya, berikan kemuliaan yang paling meriah bagi Allah kita.!
Nah, ceritanya tidak berhenti sampai di sana. Bahkan sebenarnya kalau 
diceritakan lebih lengkap bisa jadi satu buku. Misalnya waktu di sorga, Mbok 
Iyem bertemu dengan Tuhan Yesus dia spontan berbicara dalam bahasa aslinya, 
“Gusti Yesus kulo kenopo? (Tuhan Yesus saya ini kenapa?)”
“Lho, Jeng sampean itu sampun sedo (Loh, Anda itu sudah meninggal).”
Wah, rupanya Tuhan Yesus juga bisa berbahasa Jawa, Saudara. Tuhan itu mengerti 
segala bahasa, termasuk bahasa air mata. Sampai di sini, Mbok Iyem tidak bisa 
menahan air matanya menitik. Sungguh indah pengalaman bertemu dengan Yesus. 
Baru di dalam hadirat Tuhan saja, kita bisa meneteskan air mata, apalagi kalau 
memandang wajah kemuliaanNya. Milikilah pengharapan yang demikian, Saudara, 
supaya Anda tidak mudah disimpangkan Iblis.
Sambil meneteskan air mata mengenang perjumpaannya dengan Yesus, Mbok Iyem 
meneruskan ceritanya, “ Saya disambut Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus berkata 
begini kepada saya. “Jeng sudah di surga, engkau sudah berbahagia. Ayo, Jeng 
saya tunjukkan surga kepadamu.”
Untuk Anda ketahui, Mbok Iyem ini bekerja di panti itu setelah bertobat bukan 
hanya pembantu rumah tangga saja, Saudara. Dia juga melayani. Pelayanannya 
sederhana. Panti itu mengadakan kebaktian khusus bagi para pemulung, tunawisma 
lain, supir, pembantu rumah tangga, baby sitter, dan sebagainya di kota 
Surabaya. Yang hadir sekitar delapan puluh sampai seratus orang. Nah, sebelum 
mereka memulai kebaktian itu, dialah yang menyapu, mengepel tempat kebaktian 
itu, menyiapkan kursi-kursi, menyiapkan minum bagi hamba Tuhan dan sebagainya. 
Hampir tiga tahun dia menjalani itu.
Tapi kesaksian Mbok Iyem meneguhkan Firman bahwa Tuhan tidak melihat jenis 
pelayanan kita. Tuhan melihat kesetiaan dan ketekunan Anda di dalam pelayanan 
Anda. Tuhan bukan memperhitungkan apakah Anda melakukan pekerjaan baik saja, 
tapi apakah Anda melakukan pekerjaan itu dengan baik menurut Tuhan ?
Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! (1 Korintus 16:14)
Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu 
yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang 
kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. (Ibrani 6:10)

Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu 
maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari 
pada yang pertama. (Wahyu 2:19)
Begitu Mbok Iyem dibawa berkeliling keluar dari tahta Allah yang maha suci, 
ternyata di sekeliling surga itu ada real estate, Saudara. Kompleks perumahan. 
Tempat tinggal. Jadi rupanya roh kita tidak keluyuran di surga. Sudah ada 
kavlingnya masing-masing. Anda sudah memastikan kapling tersedia untuk Anda ? 
Kalau belum minta pada Tuhan Yesus.
“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. 
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku 
mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat 
bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat 
bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat 
di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke 
situ.” (Yoh 14:1 – 4)
Dan Mbok Iyem pun mulai bercerita dengan mata yang berbinar-binar tentang real 
estate yang ia lihat. Ia masuk ke sebuah tempat. Rumah itu besar sekali. Jauh 
lebih besar dari rumah tuannya ini. Dan ia bertanya begini (sebetulnya 
percakapannya dalam bahasa Jawa, tapi sudah saya terjemahkan ke bahasa 
Indonesia supaya lebih mudah), “Gusti Yesus, ini rumahnya siapa ?”
Tuhan Yesus menjawab, “Ini rumah Jeng di surga.”
Mbok Iyem terperangah kaget, “Hah, besar banget Gusti ?”
Tuhan Yesus menjawab kekagetan Mbok Iyem, “Ya, Jeng telah melakukan di dunia 
ini pekerjaanKu, Aku memberikan upah bagi engkau sesuai apa yang engkau 
lakukan.” Ooh, berikan kemuliaan yang meriah bagi Allah kita yang memberikan 
upah dengan adil pada kita..!
“Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku 
akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan 
kamu.” (Yesaya 61:8)
“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa 
berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah 
memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” (Ibrani 11:6)
Tiba-tiba Mbok Iyem – sebagai pembantu rumah tangga yang setia ini – ingat 
sesuatu. Pada saat itu ia teringat kepada anak majikannya. “Gusti Yesus, Sinyo 
sama Noni belum dikasih makan.”
Lho, bayangkan Saudara. Sudah di surga masih ingat bahwa anak majikannya belum 
dikasih makan. Ini baru tipe pembantu yang luar biasa.
Dan lebih lanjut Mbok Iyem berbicara seperti ini, “Gusti, saya mau kembali 
saja, Gusti.”
“Ya, kembalilah.”
Kalau memang waktu Anda belum tiba, pasti Anda akan diperintahkan kembali ke 
dunia. Biasanya setahu saya orang yang ke surga justru ogah balik, meskipun 
waktunya belum tiba karena begitu indahnya keadaan surga. Tetapi bayangkan, ini 
yang minta adalah Mbok Iyem sendiri gara-gara ingat anak majikannya belum 
makan.!
Begitu Tuhan selesai berbicara kembalilah ia ke tubuhnya, Saudara. Rohnya 
kembali ke tubuhnya dan hidup kembali.
Yang lebih mencengangkan saya, sebelum ia mengalami seperti itu, Mbok Iyem ini 
buta huruf. Tidak pernah bersekolah. Tapi setelah mengalami diubahkan oleh 
Tuhan, apalagi mengalami kematian dan hidup kembali, sekarang ini Mbok Iyem 
bisa membaca. Uniknya ia cuma bisa membaca Alkitab. Setelah Alkitab ditutup 
lalu mencoba membaca majalah wanita, membaca koran, atau membaca yang lain 
tidak bisa. Buta huruf lagi. Jadi praktis ia cuma bisa membaca Alkitab.
Anda tahu, Mbok Iyem sekarang diundang berkeliling pelayanan, memberikan 
kesaksian tentang pengalamannya yang ajaib di mana-mana. Sampai ke Amerika 
sampai ke Jerman. Tidak kalah sibuk dengan hamba Tuhan.
Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang 
lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia. Ingat saja, saudara-saudara, 
bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak 
banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak 
orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk 
memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih 
Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang 
hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah 
untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang 
memegahkan diri di hadapan Allah. (1 Korintus 1:25 – 29)
Sahabatku, karena itu bagi yang punya talenta banyak jangan sombong, yang 
merasa talentanya hanya sedikit jangan minder. Tuhan sanggup mengubah siapapun 
untuk dipakai sebagai alat Tuhan yang mulia. !Tuhan ga lihat kemampuan kita, ga 
harus orang yang hebat baru bisa dipakai Tuhan. Tuhan cari orang-orang yang 
biasa, untuk dipakai menjadi luar biasa sebagai alat kemuliaanNya. Contohnya 
bisa kita lihat dari Firman Tuhan dalam Kisah Para Rasul 4:13 “Ketika sidang 
itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang 
biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya 
sebagai pengikut Yesus.” Tuhan Yesus pakai Petrus dan Yohanes, yang waktu itu 
cuma orang biasa, mereka nelayan, tapi Tuhan pakai mereka menjadi alatNya yang 
luar biasa.
Tuhan cuma melihat hati yang murni melayani Dia. Setialah di dalam perkara 
kecil, walaupun pelayanan yang saat ini kamu lakukan cuma pelayanan biasa, tapi 
kalau dilakukan dengan hati yang murni untuk Tuhan, itu sangat berkenan kepada 
Tuhan dan menyukakan hatiNya. Mari jadikan hidupmu sebagai pelayanan kepada 
Tuhan. Firman Tuhan dalam Kolose 3:23 berkata “Apapun juga yang kamu perbuat, 
perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”
Sahabatku, siapapun kamu saat ini yang sedang membaca artikel ini, Tuhan sedang 
mau pakai kamu. Tuhan ga lihat latar belakangmu, Tuhan ga lihat ketrampilanmu, 
Dia cuma mau lihat kemurnian hatimu. Belajar taat melayani Tuhan dari perkara 
kecil, lakukan semua murni untuk Tuhan. Mari kita sukakan hatiNya melalui 
pelayanan kita. Tuhan Yesus memberkati ^__^
Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan 
berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya 
sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum 
permulaan zaman  (2 Timotius 1:9)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke