> Ref: Apa yang bisa diperbuat untuk mencegah diskriminasi (Indon) dan korban > penembakan?
Polisi akan nembakin orang di Papua, hehehe... >________________________________ > From: Sunny <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Thursday, September 13, 2012 1:23 AM >Subject: [proletar] Dalam 7 Bulan, 3 Kasus Penembakan WNI di Malaysia > > > >Ref: Apa yang bisa diperbuat untuk mencegah diskriminasi (Indon) dan korban >penembakan? > >http://www.tempo.co/read/news/2012/09/12/118429158/Dalam-7-Bulan-3-Kasus-Penembakan-WNI-di-Malaysia > >Keluarga Abdul Kadir Jailani, Tenaga Kerja Indonesia asal Nusa Tenggara Barat >yang tewas di Malaysia. TEMPO/Supriyantho Khafid > >Rabu, 12 September 2012 | 23:44 WIB >Dalam 7 Bulan, 3 Kasus Penembakan WNI di Malaysia >Besar Kecil Normal > >TEMPO.CO, Jakarta - Dalam tujuh bulan terakhir setidaknya ada tiga kasus >tewasnya Warga Negara Indonesia (WNI) di tangan polisi diraja Malaysia. Kasus >pertama terjadi pada akhir Maret, kasus kedua pada pertengahan Juni, dan kasus >terbaru terjadi pada pertengahan September. > >Pada 24 Maret lalu tiga orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara >Barat tewas ditembak polisi Diraja Malaysia. Ketiga orang itu adalah Herman >asal Desa Pancor Kopong Kecamatan Pringgasela Selatan, Abdul Kadir Jaelani >asal Desa Pancor Kopong Kecamatan Pringgasela Selatan, dan Mad Noon asal Desa >Pengadangan Kecamatan Pringgasela. > >Ketiga TKI itu tewas akibat tembakan oleh polisi Malaysia di daerah Port >Dickson. Mereka dituduh hendak mencuri rimah dan dianggap berbahaya karena >membawa parang. > >Selang dua bulan kemudian, pada Selasa 19 Juni 2012 Kedutaan Besar Republik >Indonesia di Malaysia menerima informasi dari Interpol Malaysia ihwal tewasnya >tiga TKI di Malaysia. Ketiga orang itu adalah Sumardiono, 34 tahun, asal >Lumajang; Masudi, 28 tahun, asal Bangkalan; dan Hasbullah, 25 tahun, asal >daerah belum diketahui. > >Ketiganya diduga hendak merampok rumah. Mereka sempat terlibat kejar-kejaran >dengan polisi sebelum akhirnya tewas ditembak. > >Kasus penembakan terakhir terjadi pada Jumat pekan lalu. Lima warga negara >Indonesia yang menjadi pekerja di perkebunan kelapa sawit di negara Malaysia >tewas ditembak. > >Fitria Susanti, menjelaskan, kelima orang itu adalah Osnan, Hamid, Diden, Noh, >dan Joni. Fitria yang juga istri salah satu korban, Osnan menduga organ tubuh >korban telah diambil untuk diperjualbelikan. “Ini bekas sayatan, jadi pasti >hati dan paru-paru diambil,” kata Fitria. > >Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene tak mengangkat telepon ketika >dihubungi pada Rabu 12 September 2012 malam. Pesan pendek yang dikirim juga >tak direspons. Tempo juga belum berhasil menghubungi petugas komunikasi >Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia. > >ANANDA BADUDU > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
