Yah kita lihat aja aksi sang walikota selanjutnya
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Muskitawati <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 13 Sep 2012 18:24:28 
To: [email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>;
 [email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [proletar] UN Nyatakan Palestina Tidak Bisa Berdiri Karena Tak Ada 
Sumber2

Gaza dan Westbank hanyalah padang steppe yang tidak ada sumber2 alam yang bis 
diolah atau bisa dijual dipasaran Internasional.  Jadi ketentuan UN bahwa 
setiap negara harus mempunyai sumber2 alam yang bisa membiayai atau self 
finance kegiatan negaranya.  Jadi negara Palestina tidak bisa berdiri dulunya, 
sekarang dan dimasa depan.  UN hanya bisa membantu untuk sementara dan tidak 
mungkin membantunya seumur hidup.

> Wal Suparmo <wal.suparmo@...> wrote:
> Selama Bashaer Othman sebagai walikota
> ada dibawah kontrol Israel Minimal
> sepengetahuan Israel. Jika Palestina
> merdeka, belum tentu. Apalagi kalau
> dibawah HAMAS yg fundementalis. Yg juga
> didukung oleh Indonesia.

Palestina SUDAH PASTI tidak bisa menjadi negara merdeka menurut penyidik dari 
UN, alasannya:

1. Palestina tidak punya sumber financial untuk membiayai rakyatnya dan tidak 
mampu membiayai pemilu.  Sumber alam nol.  Hidup dan kerja semua dari Israel.

2. Palestina tidak punya wilayah negara, sedangkan Gaza dan Westbank adalah 
wilayah Israel bukan wilayah Palestina.  Berdasarkan perjanjian Camp David dan 
perjanjian Oslo, Israel bersedia memberikan tanah Westbank dan Gaza apabila 
Palestina bersedia mengakui Israel, menghentikan tembakan roket2, dan menjadi 
tetangga yang damai, menjaga perdamaian dunia.  Ternyata semua syarat tidak 
satupun yang dipatuhi Palestina sehingga, tidak mungkin bisa berdiri Palestina, 
lebih lagi perjanjian Camp David dan perjanjian Oslo sudah dibatalkan sepihak 
oleh Palestina, padahal kedua perjanjian itulah cikal bakal negara Palestina.  
Jadi alasan kedua ini memastikan negara Palestina TIDAK MUNGKIN BISA BERDIRI.

3. Palestina tidak punya batas negara, sedangkan yang mereka klaim sebagai 
batas negaranya adalah batas negara Israel pada sebelum 1967.  Namun klaim 
Palestina untuk batas sebelum 1967 ini ditolak oleh Israel dan Amerika bahkan 
mengakui bahwa Jerusalem ibukota Israel.  Padahal UN sudah menasihati Palestina 
untuk berunding dengan Israel dalam menentukan batas negara Palestina.  Namun 
Abbas menolak dan tetap berkukuh kepada batas yang sama sekali tidak ada 
kaitannya dengan negara Palestina.

4. Pemerintah Israel sudah menetapkan bahwa semua wilayah yang sudah dibangun 
pemukiman Yahudi tidak bisa dijadikan wilayah Palestina.  Pemukiman Yahudi akan 
terus dibangun diseluruh wilayah Gaza dan Westbank.

5. Semua perjanjian yang pernah ditanda tangani Palestina, ternyata tidak 
satupun pernah dijalankannya, semuanya setelah ditanda tangani kemudian 
dibatalkan secara sepihak oleh Palestina sendiri.

Kesimpulannya:  Tidak akan mungkin ada negara Palestina baik dulu, sekarang 
maupun dimasa depan.  Semua yang mencatut nama pemimpin Palestina seperti Abbas 
dan Hamas, ternyata tidak satupun dari keduanya yang mampu menguasai anak 
buahnya.

Rencana Israel: Melakukan operasi besar2an di Gaza dan Westbank untuk 
menetapkan seluruh kedua wilayah itu menjadi wilayah sebagai "Demiliterization 
Zone" untuk menjamin keamanan Israel dari serangan2 teroris jihad Islam.

Dalam kaitannya dengan negara2 kuartet, semua keputusan masalah Palestina telah 
diserahkan sepenuhnya kepada Israel dan Palestina untuk mencari kesepakatan2.  
Jadi keputusan apapun yang dihasilkan dari kesepakatan keduanya akan diterima 
oleh negara2 Kuartet.  Tapi karena Palestina dibawah Abbas menolak berunding 
mencari kesepakatan, maka kesepakatan tidak akan pernah bisa dihasilkan, hal 
ini disebabkan Abbas sendiri tidak punya legitimasi untuk berunding dengan 
Israel.

Mahmud Abbas bekas presiden Palestina yang sudah kadaluwarsa, dan tidak pernah 
Abbas mau melakukan pemilihan presiden yang baru demi ambisinya dan melindungi 
hasil korupsinya.

Mahmud Abbas hanya mendapatkan dukungan kurang dari 10% rakyatnya, sehingga 
tidak akan mampu mencapai kesepakatan dengan Israel, sementara Israel sendiri 
menolak membuat kesepakatan2 yang tidak bisa dijalankan karena ketiadaan 
legitimasi Abbas ini.

Negara2 Eropah sudah sebagian besar menghentikan atau mengurangi bantuanya 
kepada negara Palestina, sementara Amerika pun sudah memotong bantuannya lebih 
dari 50%, akibatnya sekarang rakyat Palestina kelaparan, pengangguran lebih 
dari 75%, tidak ada listrik, tidak ada air, tidak ada obat2an.  Dalam 
pengertian disini, Palestina benar2 negara yang lumpuh, gaji pegawai ada yang 6 
bulan belum juga dibayar.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke