----- Original Message ----- 
From: "bangsat" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Sunday, August 18, 2002 1:53 AM
Subject: Re: [proletar] Re: [indonesia_damai] Indonesia Sudah Dapat 
HidupTanpaIMF/Pro Pak Kwik


> makanye gue setuju ame si pasiek "urpas".........
> (kemane ye die ?)
> bubarin aje negara terkutuk ini...............
> biar nyaho' si cukimai ntu .......
> mo nagih kemana coba.. ?
>
> tempo hari gue denger di TV dari 3 ratus sekian trilyun pemasukan
> negara 2 ratus sekian trilyun dari pajak ....................
> hehehehe........  nyang dari eksploitasi pertiwi masuk kemana Ya ?
> minyak/aceh/riau/bontang/lng/lpg/telkom/satelit/bbara/kayu/semen/
> ppd/damri/pln/pam/freeport/airport/bontang/sawit/karet/jati/pinus/
> ptp/cendana/timah/bangka/buton/dll/etc/dlsb. (bingung gue nulisnye,
> saking banyaknye).... masuk mana ya ? rugi kali ye ?
>
> From: "dipo" <[email protected]>
>
>> From: "Virg mallau" <[email protected]>
>
>> : --- Deden Tam <[email protected]> wrote:
>
>> : > ngapain musti bayar utang?
>> :
>> : koq lu ngomong dengan gaya preman?
>> : mana ada yang mau terima, enak aja.
>> : duit mau,giliran bayar kagak,
>>
>> Utang harus dibayar, itu betul secara ekonomi (dalam ekonomi mafia
>> utang nyawa pun perlu lunas). Tapi yang musti terus diingat adalah,
>> utang negara bukan keputusan ekonomi semata. Keputusan untuk
>> menyelamatkan / mensejahterakan orang banyak (rakyat) adalah keputusan
>> politik. Segala upaya ke arah sana nggak bisa dicopot begitu saja dari
>> frame politik; apalagi urusannya ini dengan negara / lembaga asing.
>> Dus, penyelesaian utang negara nggak bisa diurus cuma dengan
>> itung-itungan ekonomi. Ada kebijakan politik yang harus ikut
>> dipertimbangkan.
>>
>> Tanpa pertimbangan ini mustahil penghapusan utang di beberapa negara
>> Amerika & Afrika boleh terjadi. Dan pertanyaan kenapa kita harus bayar
>> utang biasanya mengarah pada kebijakan negara kreditor yang tanpa
>> ampun terhadap Indonesia. Padahal, sejumlah lembaga riset menemukan
>> antara 70-90% (!) utang luarnegeri Indonesia tidak sampai sasaran.
>> Kajian Bappenas sendiri menemukan 80% utang luarnegri kita mental
>> balik ke kreditor dalam bentuk pembayaran aneka jasa konsultan asing,
>> kontraktor asing, termasuk pembayaran komisi pencairan utang!
>>
>> Taruhlah angka Bappenas yang 80% itu yang kita pegang, lalu apakah
>> berarti 20% sisanya jadi bermanfaat (untuk orang banyak)? Kalau
>> melihat "show room" di lapangan parkir MPR/DPR & gedung-gedung
>> pemerintah (sampai ke daerah), saya kira ampas yang 20% itu memang
>> sangat bermanfaat...bagi segelintir orang, sedangkan ratusan juta
>> orang lainnya cukup saja menanggung utang + bunga.
>>
>> Kenapa negara kreditor tak kenal ampun? Karena mereka sangat tau kita
>> kaya, terutama dengan bahan mentah. Jepang paling ngotot menolak
>> dimasukkannya Indonesia dalam kategori bangkrut; kategori yang
>> membolehkan suatu negara dapat pengurangan / penghapusan utang (kalau
>> melihat lapangan parkir DPR & kantor pemerintah ya siapa yang percaya
>> Indonesia bangkrut).
>>
>> Apakah penjadualan ulang bisa menjawab problem utang kita? Tentu.
>> Jadual ulang saja terus sampai ke anak-cucu, maka kita yang hidup
>> sekarang bakal terbebas dari beban utang yang berbunga-bunga.
>>
>> Seorang teman bilang negara kreditor pasti menepati janjinya menghapus
>> utang Indonesia asal ada bukti nyata rakyat kita betul-betul bangkrut.
>> Kapan itu? Ntar, kalau para anggota dewan datang bersidang naik bus
>> kota atau otopet (sementara itu para rakyat sudah terlanjur meninggal
>> kelaparan). Akankah kondisi ini terjadi? Ya nggak mungkin, kapan utang
>> baru terus juga dibikin.
>>
>> Tapi jangan khawatir, proses pembangkrutan tetap berlangsung kok.
>> Bukan cuma lewat pengerukan & perusakan alam, tapi juga langsung
>> merogoh kocek rakyat lewat rekening sembako dan kebutuhan lainnya.
>>
>> Setelah kenaikan harga banyak diprotes & ladang pajak habis, sekarang
>> liur pemerintah menetes-netes untuk cari duit dengan melabrak segala
>> aturan. Antara lain lagi mengintai untuk mencukai minuman ringan dan
>> sejumlah barang konsumsi masyarakat. Bayangin, berapa kali lipat modal
>> yang musti Virg siapin nanti buat nraktir cewek nonton bioskop.
>> Mustahil kan manyun-manyun doang? Paling kurang ada dong jajan-jajan
>> teh botol & tahu pong (nonton bioskop bakal jadi acara mewah).
>>
>> Nah, mau tau dari mana datangnya ide sinting mencukai minuman ringan
>> dsb ini?
>>
>> Yes, the cukimai IMF!
>
>> : >
>> : > kita nggak bakal bisa bayar utang.
>> : > lu pikir kita bisa bayar?
>> :
>> : siapa bilang indo kagak bisa bayar hutang?
>> : cuma ya semuanya dijadwal ulang lagi temponya.
>> :
>> : > mendingan, duit hasil pendapatan kita di kasih makan
>> : > ke rakyat.  jangan untuk bayar bunga hutang.
>> :
>> : agh,lu ngomong udah kayak anggota dewan aja . bawa
>> : bawa nama rakyat.
>> :
>> : > makanya, gua tulis "tempeleng dan kencingin".
>> : > kalo tuh bule kurang ajar, ditempeleng.  kalo banyak
>> : > omong, kencingin mulutnya.
>> : >
>> : >
>> : > deden
>> :
>> : abis itu di embargo..gitu?
>
>
>
> ---------------------------  Yang Mudah dan 
> Menghibur ---------------------------------
> Hosting menjadi mudah dan murah hanya di PlasaCom. Klik 
> http://idc.plasa.com
> F1 Mania!! Ikuti F1 Game di Obelix Game Corner di 
> http://www.plasa.com/infotel/f1.html
> ---------------------------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
> Post message: [email protected]
> Subscribe   :  [email protected]
> Unsubscribe :  [email protected]
> List owner  :  [email protected]
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
>
>
> 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke