Ref: Kalau grup teror ini terkait pembunuhan 5 polisi yang lagi tidur (2005), 
sesuai koran lokal di Ambon pada waktu itu diberitakan bahwa salah seorang dari 
pembunuh polisi (brimob) ini tertangkap. Dari penangkapan ini diketahui bahwa 
para penyerang adalah anggota Majelis Mujahidin Indonesia dan juga diketahui 
oleh pihak berwajib adanya gudang senjata mereka dalam bangunan sekolah tinggi 
agama (STAIN) yang letaknya di wilayah Kebun Cengkeh, Ambon. Dengan 
terbongkarnya gudang senjata tsb, rektor sekolah tsb bernama Atamini segera 
berangkat ke Jakarta. Rupanya untuk berkonsultasi dengan petinggi-petinggi 
disana. Apa hasil konsultasinya tidak ada berita selanjutnya. Juga tidak ada 
berita tentang orang yang ditangkap, apakah dihadapkan ke pengadilan, 
terkecuali diberitakan bahwa mayat 5 anggota Brimob yang ditembak mati dikirim 
ke daerah mereka untuk dimakamkan. 
Senjata yang disita seperti yang diberitakan sekarang ini juga terdapat di 
Kebun Cengkeh, lokasi ini dulu dijadikan markas Laskar Jihad yang didatangkan 
ke Ambon (Sulawesi Tengah dan Maluku) dengan sponsor SBY cs. Pada waktu konflik 
lalu itu di Kebun Cengkeh ini diberitakan bahwa dilakukan hukum rajam terhadap 
seorang tertuduh, agaknya hukuman ini satu-satunya hukuman demikian dalam 
sejarah Maluku. Kebun Cengkeh adalah lokasi pemukinan yang dibuat pada 
permulaan 1960-an berhubung banjirnya pendatang dari luar Maluku. 


http://www.thejakartaglobe.com/home/indonesia-police-nab-pakistan-trained-terror-suspect-in-maluku/544379

Indonesia Police Nab Pakistan-Trained Terror Suspect in Maluku
Farouk Arnaz | September 14, 2012

The National Police's anti-terror squad has arrested a man suspected of being a 
Pakistan-trained terrorist, a spokesman said on Friday. 

"The arrest of the man whose initials are WD took place on Thursday [in 
Southeast Maluku] and was a result of the six previous arrests," National 
Police spokesman Brig, Gen. Boy Rafli Amar said on Friday. 

He was referring to the six terror suspects who were arrested during a raid on 
a house in Ambon, Maluku, on Sunday. 

“Therefore we are now investigating seven people, two of whom we have 
sufficient evidence on, Sukri and Jummu,” he added. 

Boy said WD was "an important figure" because he had undergone training with 
Pakistan's Laskar e Thiba, which was involved in the terror attack in Mumbai in 
November 2008. 

"He is an alumni of the training camp there. From our monitoring, we believe he 
was planning to conduct actions in Central and South Sulawesi," he said. 

Boy said it was WD who usually carried the MK3 firearm that police managed to 
confiscate during the raid Sunday raid. Police also seized an MNC gun, a 
grenade, magazines and about 3,000 bullets as well as a bomb-making manual. 

"They are suspected of being involved in a series of terror incidents in Ambon 
and outside of Among," a source within the anti-terror squad said. 

The source also said the group was suspected of having been involved in the 
attack on a police post in Loki, Seram island, in 2005 that left five policemen 
dead

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke