http://www.harianterbit.com/2012/09/14/sudah-11-wni-tewas-ditembak-polisi-malaysia/
Jumat, 14 September 2012 19:11 WIB Kemenakertrans dan Kemenlu RI Memble Sudah 11 WNI Tewas Ditembak Polisi Malaysia Maghfur — HARIAN TERBIT JAKARTA—Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Kedutaan Besar RI di Malaysia dinilai lambat juga tidak sigap dalam menindak lanjuti kasus tewasnya WNI yang ditembak mati kepolisian diraja Malaysia. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Irgan Chairul Mahfiz, mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memprioritaskan agenda perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri. Paling tidak menurut catatannya selama kurun waktu Maret-September ini di Malaysia ada 11 TKI/WNI yang tewas akibat ditembak kepolisian Diraja Malaysia. Sejauh ini, kata Irgan, Kemenakertrans mapun pihak Kedubes RI disana baru bisa mengutip kronologi ksus tersebut versi kepolisian Malaysia. “Ini mengindikasikan betama lemahnya Kemenlu dan perwakilan Indonesia dalam memberikan perlindungan terhadap TKI/TKW,” kata Irgan, Jumat (14/9). Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mendeak Kemenlu dan Kemenakertrans proaktif dalam menjaga dan melindungi warga Negara Indonesia yang ada di negeri jiran. Menurut Irgan, sah-sah saja polisi Malaysia melontarkan tuduhan bahwa WNI terlibat perampokan atau masih dicurigai akan melakukan tindakan criminal. Tetapi apakah begitu mudah polisi Malaysia menembak sampai mati. “Terus terang ini sangat mengganggu perasaan kita sebagai bangsa, dengan melihat begitu mudahnya polisi Malaysia menghilangkan nyawa TKI,” kata Irgan. Berdasarkan catatan yang ada, pada 24 Maret 2012, polisi Malaysia menembak mati tiga TKI asal Nusa Tenggara Barat. Herman (34), Abdul Kadir (25), dan Mad Noor (28) di kawasan Port Dickson, Negeri Sembilan, karena diduga merampok. Pada 19 Juni 2012, tiga TKI/WNI asal Jawa Timur Hasbullah (25), Sumardiono (34), dan Mursidi (28) juga ditembak polisi Malaysia di sekitar jalan tol Selangor-Kuala Lumpur Lalu pada 7 September 2012, terjadi lagi penembakan 5 TKI yang berasal dari Batam dan Madura. Kelima TKI itu adalah Jony, Osnan, Hamid, Diden, dan Mahno. Tudingan sama soal keterlibatan perampokan atau tengah dicurigai akan melakukan tindakan kriminal. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
