Kim Hook akhirnya ketahuan juga belangnya, pertama dengan sok ada jango lain yg memakai nick name beda, lalu morang maring bila ada oretan kasar yg di tuju kan ke si uplik yg makin gelo setelah adiknya modar gak ada yg melayat, Kim Hook ternyata masuk katagori penjilat si uplik, dimana si uplik oretannya menyakiti orang lain, yg bukan lagi membantah tulisan ( Ad Hominem ), malah dibela tanpa pamrih lagi.
Bila orang Indonesia maupun yg pro NKRI menulis langsung dianggap jelek, dengan segala cara diasumsikan bahwa NKRI adalah negara yg sudah rusak, tanpa mau peduli lagi bahwa Indonesia bukan Sukabumi doangan ( Mengenai Sukabumi saja sudah ngaco ). Aku heran mereka sudah menjadi warganegara non Indonesia, koq menulis Indonesia tanpa mau peduli dan tanpa malu mencari kejelekan saja, sedang bagian yg baik baik di masa bodo kan ?. Aku heran mereka mendapat santunan belas kasihan karena sudah menjadi warga negara dimana mereka tinggal koq iri, sirik dengki dan dendam ke Indonesia ?. Aku sebut santunan belas kasihan karena bila sudah menjadi warga negara asing, mengapa usil ke NKRI, masih oke bila berbuat kebaikan untuk NKRI, semisal cukup banyak mantan WNI yg tidak bisa balik, masih tetap peduli Indonesia dengan membuat kerja sama baik dibidang pendidikan, kesehatan maupun ekonomi. Lha Uplik, Loper Koran, Kim Hook apa yg bisa mereka berikan utk NKRI selain tulisan tulisan penuh dengan dendam ? Aku jadi ingat Warga Negara Amerika asal Indonesia, dimana di sana setiap tahun " MERAYAKAN PERISTIWA MEI " aku tulis merayakan, karena disana perayaan tsb dibuat dengan membuka lapak lapak jualan makanan dan memperlihatkan foto foto Mei, sedang hasil akhirnya NOL besar. Aku ikut millis mereka ( Komunitas Tionghoa ), dan ternyata masih cukup banyak anggota millis yg sudah lama tinggal di Amerika tidak mengetahui lagi situasi dan kondisi Indonesia selain dari berita dan obrolan gossip, aku unsub karena tulisanku di tuduh membela NKRI, sungguh aneh dan setelah unsub cukup banyak yg menjapri aku agar tetap menulis Indonesia sesuai dengan yg apa aku alami dan situasi baik ekonomi, sosial dan politik. Hasan Basri biarpun sudah menjadi Warga Negara Amerika, datang ke Indonesia masih mau investasi, sama halnya dengan Harry Anti Negara, Harry biarpun tulisannya galak dan keras mengenai Indonesia masih memiliki sopan santun sehingga kritikan Harry masih bisa dijadikan bahan diskusi, biarpun Harry sudah menjadi Warga Negara Australia. Di millis lain lagi, tidak sedikit Warga Negara asal Indonesia datang dan bertemu dengan teman teman di millis, dan sudah tahu kondisi sebagian wilayah Indonesia ( pulang kampung ) masih tetap mencintai Indonesia karena mereka memang lahir di Indonesia biarpun nantinya ketika meninggal tidak di Indonesia. Kadang terpikirkan bisa jadi Jusfiq, Sunny dan Kim Hook sudah tidak punya sama sekali sanak saudara maupun kerabat dan teman di Indonesia sehingga apapun yg diketahui mengenai Indonesia akan langsung di cap jelek, biarpun apa yg diketahuinya hanya sedikit. Aku tidak heran bila ada member semodel abu ireng, jak pontana, karena dibenakku mereka adalah WNI yg sudah tidak memahami lagi apa itu bermasyarakat dan bersosialisasi, semua yg berbau Islam diasumsikan pasti jelek, padahal tinggal di Indonesia, dan tayangan media massa yg sebenarnya malah sudah bebas. Karena pola pikir mereka masih gamang, dan tidak pernah menyadari bagaimana akibat tulisan di dunia maya ( di FB juga banyak yg saling ejek mengenai agama, padahal tinggal di Indonesia ), apa karena di FB bisa menulis bebas sehingga bisa seenaknya menulis tanpa peduli dengan dampaknya ?. Apakah Uplik, Sunny, Kim Hook tahu bagaimana pusingnya Imigrasi Indonesia menampung pelarian dari negara luar ?, semisal Bogor biarpun jauh dari laut dan lapangan terbang yg namanya imigran gelap tetap saja sejublek, dan juga bukan selalu dari timur tengah, campur aduk, Europa, Amerika, RRC. Belum lama di Bali di berikan grasi oleh SBY padahal tuntutan seharusnya hukuman mati membawa narkoba tidak sedikit, bila ada negosiasi palingan menjadi hukuman seumur hidup ( di Indonesia hukuman mati tidak mudah dilakukan karena Indonesia sudah terikat dengan aturan dunia mengenai Hak Asasi Manusia ). Tulisan tulisan dari Jusfiq, Sunny dan Kim Hook selalu ke Islam Indonesia, lha Islam Malaysia, Brunei, Kuwait, Qatar ( yg dibela Amerika dan sekutunya mengapa tidak di komplain ? ). Dendam sebenarnya tidak apa apa, Iri dengki dan sirik pun tidak masalah selama tulisannya kritis dan bukan asal tulis, itu yg aku tahu mengenai cara bersosialisasi dan mencari teman, dengan cara ku, aku banyak menambah teman dari beragam millis dengan suku, etnis dan agama yg berbeda beda. Wawan sangat jelas menulis keras mengenai Indonesia, dilain sisi Wawan pun memberikan alasan mengapa menulis kritis, sehingga membaca tulisan Wawan masih bisa dicerna. Apakah Jusfiq, Sunny yg jelas jelas hidup dari tunjangan pemerintah dimana mereka tinggal memiliki pola pikir positif utk segala sesuatu yg diketahuinya ?, menurutku dari sekian lama berkecimpung diberagam millis, jujur saja kemampuan Jusfiq, Sunny jauh dibawah standart manusia yg sudah dan sedang tinggal di negara maju. Bisa dibilang malah mereka seperti hidup dijaman Yesus ketika para Rabbi menjadi antek Romawi, dan itu sudah 2000 tahun an. Disatu sisi menulis sudah di abad 21, disisi lain menulis seperti dijaman kegelapan, sangat penuh dengan kontradiksi. Kim Hook yg tulisannya sejak awal memposisikan anti Islam dilain sisi juga pernah ke Sukabumi, dan tidak bisa menerima dengan perkembangan kota Sukabumi, sama halnya perkembangan kota Cianjur yg sama sama kota santri disatu sisi dilain sisi malah banyak pendatang dari luar Jawa ( Sumatra, Maluku paling banyak ), dan mereka anteng anteng saja tinggal di kota santri. Eniwe entah ada apa di dalam otak mereka koq jadi iri, sirik, dengki dan dendam ke Indonesia, boleh dijabarkan mengapa jadi benci dendam iri sirik dan dengki ? ----- Original Message ----- From: "Abbas" <[email protected]> > Memang orang aanti Islaam sih biadab2 dan sadist2 ! Ini ditunjukkan oleh > KIMOHOOK dengan gamblangnya ! > Teruslah tunjukkan kebiasaadaban dan kebrutalanmu Kim Hook ! > > --- In [email protected], "kim" <kimhook@...> wrote: >> >> --- In [email protected], "Abbas" <abas_amin08@> wrote: >> > Jadi miturut Kim Hook orang2 bulek itu bodo2 yah ? >> >> Iya bener, bule itu bodo soal menghadapi Islam. >> Tidak habis pikir kenapa kasih duit sama Mesir sampe >> milyaran dollars pertahun, semua itu dilakukan karena >> mengharapkan kalo Mesir itu nantinya akan jadi negara >> demokrasi... >> >> Kalau dijabarkan dengan lebih sederhana sih, misalkan >> saya ajak kamu, Abas Barabas, untuk kopdaran dan saya >> kasihkan mobil mercedez, lalu saya traktir kamu dengan >> beberapa mangkuk laksa agar kamu itu jadi orang toleran >> terhadap bangsa dan orang non-muslim, ini semua kan >> sia-sia saja utk merubah kamu agar lebih adab. >> >> Yang diperlukan mah, saya bawa kamu keruang operasi dan >> saya bongkar batok kepala dan saya cungkil otak kamu >> untuk di reset lagi memory kamu hingga nol. Bisa jadi >> itulah yang paling baik utk dilakukan. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
