iya orang islam memang tidak cermat, ya mbah... masak maria bisa hamil tanpa ada lakinya, di belain. padahal ampir tiap hari dimilis dicaci dan dijelek2in mulu.
coba mana ada wanita hamil tanpa lelaki? --- On Mon, 9/17/12, Gabriella Rantau <[email protected]> wrote: > From: Gabriella Rantau <[email protected]> > Kalau kita > perhatikan dengan jeli ayat2 Al Qur'an maka akan kita > dapati bhw banyak ayat yg selalu menyetarakan Allah SWT > dengan Nabi Muhammad. Yaitu banyak ayat yg menyebut Allah > dan Rasul-Nya. > > Sebaliknya > Nabi Junjungan dlm banyak ayat selalu menyatakan bhw beliau > hanyalah PEMBERI > PERINGATAN. Beliau juga sangat rendah hati menyatakan > bhw:"Aku tidaklah termasuk nabi yg istimewa (mungkin > karena beliau tidak pernah melakukan mujizat. Mujizat hanya > ada pada Allah SWT > & Isa Al Masih.). Aku tidak tahu apa yg akan diperbuat > kepada aku (sesudah meninggal dunia). Aku juga tidak tahu > apa yg akan diperbuat kepada kalian (pengikut-ku) sesudah > kalian meninggal dunia!" > Kiriman > Pak Sukamto agak menarik. Mentaati Allah berarti mentaati Al > Qur'an. Mentaati Nabi Muhammad berati mentaati kumpulan > hadist. Seluruh ahadist? Soalnya banyak hadist yg dinyatakan > 'LEMAH' atau 'Dhoif'. Dan terus terang > banyak hadis yg dianggap tidak menguntungkan Islam karena > menunjukkan kekejian tindakan sang Nabi, perlakuan sangat > menghina perempuan, kegemaran beliau menikmati perempuan > secara seksuil dst. > > Gabriella > > > From: > ################ <[email protected]> > To: > [email protected]; [email protected]; > [email protected]; [email protected]; > [email protected]; [email protected]; > [email protected]; Abbas Amin <[email protected]>; > Alexander Edbert > <[email protected]>; > "[email protected]" > <[email protected]>; Dimas > H. Pamungkas <[email protected]>; Gabriella Rantau > <[email protected]>; > "[email protected]" > <[email protected]>; item abu > <[email protected]>; Jhonny Research > <[email protected]>; Kabarmu Kutunggu > <[email protected]>; > "[email protected]" > <[email protected]>; Musik hari Ini > <[email protected]>; > "[email protected]" > <[email protected]>; > "[email protected]" > <[email protected]>; Richan S > <[email protected]>; Slamet > <[email protected]>; Tawangalun > <[email protected]> > Sent: Monday, > 17 September 2012 4:41 PM > Subject: Fwd: [parapemikir] > Adakah Negara Islam(bahan kajian). > > Apakah kita harus taat kepada RAsul > meskipun Rasul selalu bad influence di muka bumi ini ? > > ---------- Forwarded > message ---------- > From: Sukamto > Sukamto <[email protected]> > > Date: 2012/9/17 > Subject: [parapemikir] Adakah Negara Islam(bahan kajian). > To: parapemikir <[email protected]> > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Tafsir: > Taati Allah dan Taati Rasul > > 15 Juli 2009 at 2:41 am > (Artikel > Inti) > > > Bab 06 > Taati Allah dan Taati > Rasul > > Banyak orang yang memakai Ayat2 Qur’an yang > memerintahkan kita untuk > “Taati Allah dan Taati Rasul”, dan menyatakan bahwa > Taati Allah dan > Taati Rasul adalah dua hal yang berbeda – Taati Allah > berarti mentaati > Qur’an dan taati Rasul berarti mentaati kitab2 Hadits. > Mereka menunjuk > bahwa kalau mentaati Rasul disamakan dengan mentaati > Qur’an Allah, maka > harusnya Allah hanya akan menyatakan “Taati Allah” saja. > Orang2 ini > mengatakan bahwa adanya penambahan kata “taati Rasul” > mengimplikasikan > bahwa Rasul mengatakan hal2 EKSTRA diluar Qur’an yang > harus kita patuhi. > > Hal yang banyak > dilupakan para pemegang Hadits adalah bahwa Allah > tidak menyuruh kita berspekulasi tentang apa yang harus kita > “taati”. > Ayat2nya tidak berakhir dengan “Taati Allah dan Taati > Rasul”, tapi > berlanjut dan menyertakan apa tugas sang Rasul : > “Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu > kepada > Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka > ketahuilah > bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah > menyampaikan dengan > terang. <wa ma_ alar rasu_li il lal balaghul > mubin>” (Qur’an 5:92) > “Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari > apa yang telah > Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal > di > gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang > memeliharamu dari > panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam > peperangan. > Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu > berserah > diri. Jika mereka tetap berpaling, maka sesungguhnya > kewajiban yang > dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (pesan > Allah) dengan > terang. <wa ma_ alar rasu_li il lal balaghul > mubin>” (Qur’an 16:81-82) > > “Dan jika kamu > (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebelum > kamu juga telah mendustakan. Dan kewajiban rasul itu, tidak > lain > hanyalah menyampaikan (pesan Allah) dengan terang. > <wa ma_ alar rasu_li il lal balaghul > mubin>”. (Qur’an 29:18) > “Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada > Rasul-Nya, jika kamu > berpaling sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah > menyampaikan > (pesan Allah) dengan terang. <wa ma_ alar > rasu_li il lal balaghul mubin>” (Qur’an > 64:12) > > “Katakanlah: > “Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan > jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu > adalah apa > yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian > adalah > semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat > kepadanya, > niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban > rasul itu > melainkan menyampaikan (pesan Allah) dengan terang. > <wa ma_ alar rasu_li il lal bala_ghul > mubin>” (Qur’an 24:54) > > Nah, kalau kita lihat pada Ayat2 ini, kita > melihat bahwa Allah telah > secara jelas menunjukkan tugas dari Rasul, yaitu beliau > harus > MENYAMPAIKAN keterangan <Balaghul Mubeen>. Kita telah > lihat bahwa > keterangan atau pesan yang dibawa Rasul adalah Qur’an. > Disini kita lihat > term penting lain yang digunakan dalam Qur’an. Term ini > adalah > “Balagha”, yang berarti “sampai”, atau > “pengiriman” dari Rasul. > > Rasul menyampaikan > Pesan. Maka “Taati Rasul” berarti mentaati pesan > yang beliau bawa. Kita telah lihat di Bab-Bab sebelumnya > bahwa Rasul > mengajar, membacakan, menjelaskan dan hidup dengan Qur’an. > Disini kita > akan lihat bahwa yang disampaikannya <Balagha> adalah > Qur’an: > “Ini <Haza> adalah pesan > <Balaghu> > yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi > peringatan dengan > ini, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah > Tuhan Yang Maha > Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil > pelajaran.” (Qur’an 14:52) > Ayat ini menunjuk pada INI <haza>, yang berarti > INI (menunjuk > pada Qur’an sendiri) adalah pesan yang dibawa Rasul. Hal > ini > diklarifikasi lebih lanjut di Ayat berikutnya : > “Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah > Dhikr, bahwasanya > bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh. Sesungguhnya > ini > benar-benar sebuah pesan <Balaghan> bagi hamba-hamba > Allah.” > (Qur’an 21:105-106) > Tetapi beberapa orang mengatakan bahwa Ayat 21:106 > menunjuk pada > 21:105 dan bukan pada Qur’an (walaupun kata Dhikr ada > disitu). Mereka > tetap tidak mempunyai jawaban terhadap Ayat 14:52. Tetapi, > kita tidak > akan mengejar masalah ini lebih jauh karena Allah tidak > meninggalkan > PesanNya untuk dispekulasi tapi Dia menjelaskan apa yang Dia > maksud. > > > > Mari kita lanjutkan membaca Qur’an : > “Hai Rasul, sampaikanlah <Baligh> apa > yang diturunkan kepadamu <ma Unzila Ilaika> > dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan, kamu tidak > menyampaikan > amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari kaummu. Sesungguhnya > Allah tidak > memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” > (Qur’an 5:67) > Disini kata Baligh didefinisikan sebagai sesuatu yang > diturunkan pada > Nabi dari Allah <unzila>. Kita telah lihat di Bab-bab > sebelumnya > bahwa tidak ada hal lain yang diturunkan pada Nabi kecuali > al-Qur’an. > Tetapi, beberapa orang mungkin akan tetap bersikukuh bahwa > ada “EKSTRA > something” yang diturunkan dan “EKSTRA something” itu > ada didalam kitab > Hadits. Maka kita lanjutkan membaca Ayat setelah 5:67, > dimana Allah > menjelaskan lebih lanjut tentang apa yang Dia turunkan > : > “Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak > dipandang beragama > sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, > Injil, dan Al > Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.” Sesungguhnya > apa yang > DITURUNKAN kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah > kedurhakaan > dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah > kamu > bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.” > (Qur’an 5:68) > > Disini apa yang > diturunkan pada Nabi dibandingkan dengan Taurat dan > Injil, alias Al-Qur’an. Dijelaskan lebih lanjut bahwa > Allah menurunkan > <anzaka> Kitab kepada para Nabi. > “Manusia itu dulunya umat yang satu, dan Allah > mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah > menurunkan <anzala> bersama mereka Kitab yang > benar,..” (Qur’an 2:213) > “Dia menurunkan <nazala> Al Kitab > kepadamu dengan sebenarnya…” (Qur’an 3:3) > Tapi orang2 berkata bahwa bukan hanya Kitab yang > diturunkan tapi juga > wahyu EKSTRA yang dikenal dengan nama al-Hikma > (kebijaksanaan) juga > diturunkan. Mereka mngutip beberapa Ayat dari Qur’an untuk > mengedepankan > argumen ini. Ini salah satunya : > “..Dan Allah telah menurunkan > <anzala> Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah > mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui…” > (Qur’an 4:113) > Saya akan, Illa an yasha’a Allah, mengurus > “Al-Hikma” nanti di Bab > berikutnya. Untuk sekarang ini, kita akan mengutip beberapa > Ayat Qur’an > untuk menunjukkan bahwa Hikmah adalah bagian dari Kitab, dan > al-Hikma > yang diturunkan adalah Qur’an : > “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa > yang telah diturunkan <anzala> > Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang > sedikit , mereka > itu sebenarnya tidak memakan ke dalam perutnya melainkan > api, dan Allah > tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan > tidak > mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.” > (Qur’an 2:174) > Disini kita melihat bahwa peringatan tersebut HANYA > diberikan untuk > menyembunyikan Kitab, dan bukan Hikmah. Apakah ini berarti > mereka yang > menyembunyikan “Hikmah” didalam Kitab Hadits tidak akan > dihukum? Tidak, > tapi jawaban yang tepatnya adalah Hikmah itu sendiri bagian > dari Kitab > dan menyembunyikan Kitab secara otomatis berarti > menyembunyikan Hikmah > juga. > “Yang demikian itu adalah karena Allah telah > menurunkan <anzala> > Al Kitab dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya > orang-orang yang > berselisih tentang Al Kitab itu, benar-benar dalam > penyimpangan yang > jauh.” (Qur’an 2:176) > > Kalau Hikmah adalah > sesuatu yang terpisah dari Kitab, maka itu > berarti boleh2 saja untuk berselisih soal Hikmah karena > SATU2NYA yang > disebut disini hanya Kitab. Oke, mari kita kembali pada kata > “Balagha”. > Tidak ada gunanya bergulat dengan spekulasi kalau > seseorang sudah punya “saksi terkuat”. > “Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat > persaksiannya?” > Katakanlah: “Allah.” Dia menjadi saksi antara aku dan > kamu. Dan AL QURAN > ini diwahyukan kepadaku supaya dengan ini > <Bihi> aku memberi peringatan kepadamu dan > kepada orang-orang yang sampai > <Balagha>…” (Qur’an 6:19) > Disini Rasul sendiri secara jelas menyatakan apa > BALAGHAnya? > Al-Qur’an. Maka untuk terus bersikukuh tanpa bukti bahwa > Rasul > menyampaikan sesuatu yang lain selain Qur’an berarti > pembangkangan > terhadap pernyataan Qur’an itu sendiri bahwa yang beliau > sampaikan > hanyalah pesan Qur’an. > Tapi argumennya tidak berakhir disini. Orang-orang > tetap bilang bahwa > “Taati Allah dan Taati Rasul” harus berarti bahwa > kepatuhan pada Rasul > dipisahkan dari kepatuhan pada Allah. Ini absurd, karena > Rasul tidak > mempunyai kekuasaan sama sekali kecuali karena alasan bahwa > beliau > DIKIRIM oleh Allah. Kalau Muhammad bukan menjadi Rasul Allah > apakah > orang2 diwajibkan mematuhinya? Jawabannya “TIDAK”. Maka > “kepatuhan” pada > Nabi ada KARENA beliau adalah Rasul Allah. Maka keduanya > BUKANLAH > bentuk kepatuhan yang terpisah – salah satu bergantung > banyak pada pihak > yang satunya lagi. Sama saja dengan mengatakan “makan > apel dan makan > nutrisinya”. Ini adalah bukti lanjutan dari Qur’an bahwa > keduanya tidak > terpisah: > “Dan suatu pengumuman daripada Allah dan > Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa > sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya > berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika > kamu bertobat, > maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu > berpaling, maka > ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan > Allah. Dan > beritakanlah kepada orang-orang kafir akan siksa yang > pedih.” (Qur’an 9:3) > Nah, apakah orang-orang mendengar Allah memberi > pengumuman ini? > Jawabannya “Tidak”. Dari BIBIR Rasul-Nyalah, Muhammad, > maka mereka > mendengar pengumuman ini. Tapi tetap ini dimaksudkan bahwa > pengumuman > ini datang dari Allah dan Rasul. Atau apakah orang-orang > berpikir bahwa > satu pengumuman datang dari Allah dan pengumuman LAINNYA > datang dari > Rasul? > Allah tidak berbicara pada seluruh umat manusia. Yang > Dia lakukan > adalah memilih seorang manusia sebagai instrument-Nya dan > berkomunikasi > lewat instrument-Nya tersebut. Siapa diantara para sahabat > Nabi yang > pernah mendengar perintah Allah secara LANGSUNG dari Allah? > TIDAK ADA! > Lalu bagaimana mereka bisa PATUH kepada Allah kalau begitu? > Berdasarkan > hal tersebut, menurut logika kacau diatas, yang harus Allah > katakan > adalah “Patuhi Rasul” karena HANYA melalui BIBIR Rasul > lah mereka bisa > mendengar Al-Qur’an. > Ayat berikutnya akan membuka lebih jauh bahwa kepatuhan > pada Allah dan pada Rasul-Nya adalah SATU dan hal yang SAMA > : > “Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada > Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling > darinya <anhu>, sedang kamu mendengar > (perintah-perintah-Nya),” (Qur’an 8:20) > Disini kaum beriman diidentifikasikan sebagai mereka > yang > mendengarkan Rasul yang menyampaikan hukum Qur;an pada > mereka, > diidentifikasikan dengan penggunaan kata ganti tunggal > “anhu” (darinya). > Ini mengkonfirmasi bahwa Allah dan Rasul-Nya bukan dua > sumber hukum > wajib dipatuhi yang terpisah, tapi sumber dari Hukum Suci > yang harus > dipatuhi HANYA Allah dan orang-orang HANYA bisa mendengar > hukum2 suci > ini melalui BIBIR Rasul-Nya. > Lalu kesombongan mereka yang terus menolak Qur’an > makin terekpos > ketika mereka secara kalut mengutip beberapa contoh dari > para Nabi > seperti Nuh, Luth, Hud dan Saleh dalam Qur’an dan > mengatakan bahwa dalam > “Ash Shu’ra” (Surah 26) orang-orang diperintahkan > untuk mematuhi Nabi2 > ini. Mereka bilang bahwa karena para Nabi ini tidak memiliki > Kitab, maka > mematuhi mereka akan berarti kepatuhan pada Rasul BERBEDA > dari > kepatuhan pada Allah. Qur’an sudah merefutasi klaim ini > seperti yang > sudah saya tunjukkan diatas. Tapi sebagai tambahan, > Al-Qur’an > mengkonfirmasi bahwa dalam setiap sejarah, Allah menurunkan > Kitab. Ada > Kitab yang langsung diberikan pada Nabi dan ada juga Kitab > dari Nabi > sebelumnya yang digunakan oleh Nabi selanjutnya : > “Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada > mereka > bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu, dan di > antara > golongan-golongan yang bersekutu, ada yang mengingkari > sebahagiannya. > Katakanlah “Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk > mengabdi pada Allah > dan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan Dia. Hanya > kepada-Nya aku > seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali.” Dan > demikianlah, Kami > telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (HUKMAN) > yang benar > dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu > mereka > setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak > ada > pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. Dan > sesungguhnya > Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami > memberikan > kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Dan tidak ada hak > bagi > seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat melainkan dengan > izin Allah. > Bagi tiap-tiap masa tertentu ada Kitab > (diturunkan).” (Qur’an 13:36-38) > Dengan term tak pasti, Allah mengumumkan bahwa setiap > Nabi memiliki Kitab di masanya- Status dari Nabi dan Kitab > selalu terikat. > “Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah > berikan kepadanya > Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada > manusia: > “Hendaklah kamu menjadi hambaku dan bukan hamba Allah.” > Akan tetapi (dia > berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, > karena kamu > selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap > mempelajarinya.” (Qur’an 3:29) > Ayat ini mengikat status antara Nabi dan Kitab. Kalau > tidak, jika > kita mengambil klaim tak berdasar bahwa beberapa Nabi dikirm > tanpa Kitab > maka Ayat ini hanya membatasi pada Nabi-Nabi yang membawa > Kitab, dan > maka dari itu para Nabi tersebut yang datang tanpa Kitab > masih bisa > menyuruh kaumnya untuk menjadi hambanya dan bukan hamba > Allah? > > Selanjutnya Qur’an > memberitahu kita bahwa Allah memberi Kitab pada Nuh dan Lut > dan keturunannya: > > “Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub > kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri > petunjuk; dan kepada Nuh > sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada > sebahagian dari > keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa > dan Harun. > Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang > berbuat baik. > dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk > orang-orang yang > shaleh. dan Ismail, Alyasa’, Yunus dan Luth. > Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat. Dan > Kami lebihkan > (pula) derajat sebahagian dari bapak-bapak mereka, keturunan > dan > saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka dan > Kami menunjuki > mereka ke jalan yang lurus. Itulah petunjuk Allah, yang > dengannya Dia > memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara > hamba-hambaNya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, > niscaya > lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. > Mereka itulah > orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmah dan > > kenabian Jika orang-orang itu mengingkarinya, maka > sesungguhnya Kami > akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan > mengingkarinya.” (Qur’an 6:84-89) > “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh dan > Ibrahim dan Kami jadikan kepada keturunan keduanya kenabian > dan Al Kitab, maka di antara mereka ada yang menerima > petunjuk dan banyak di antara mereka fasik.” > (Qur’an 57:26) > > Ayat-Ayat diatas telah membuat jelas bahwa SEMUA Nabi > diutus dengan > membawa Pesan Allah dalam bentuk Kitab, dan kepatuhan pada > Rasul adalah > kepatuhan pada pesan Allah yang Rasul bawa. Apakah pesan2 > Allah pada > Kitab tersebut terjaga dan terpelihara kemurniannya, itu > masalah lain. > Tapi, selama yang dibicarakan adalah Qur’an, Qur’an > telah dijaga dan > dipelihara kemurniannya – Saya telah menunjukkan > sebelumnya bahwa Wahyu > yang diturunkan pada Nabi Muhammad tidak lain tidak bukan > adalah > Al-Qur’an, dan karena itu, untuk mematuhi Rasul, kita > harus mematuhi > Qur’an. > Lagipula, spekulasi tentang kepatuhan pada Allah dan > kepatuhan pada > Rasul adalah terpisah, akhirnya malah membuat konflik dengan > statement > Qur’an yang jelas yang menyatakan Allah TIDAK berbagi > kepada siapapun > dalam Hukum-Nya atau Hukm. > “Hukm (Hukum dan keputusan) itu hanyalah kepunyaan > Allah.” (Qur’an 12:40) > “dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi > sekutu-Nya dalam menetapkan Hukm (Hukum dan > keputusan).” (Qur’an 18:26) > Rasul sendiri bersaksi bahwa Hukum dan Keputusan hanya > dari Allah sebagaimana diwahyukan melalui Rasul dalam > Kitab-Nya : > “Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada > Allah, padahal > Dialah yang telah menurunkan kitab ini kepadamu dengan > terperinci?” (Qur’an 6:114) > Maka, para pemegang hadits sebenarnya hanya bersandar > pada > persangkaan dan spekulasi belaka ketika mereka berkata bahwa > “mentaati > Rasul” berarti mentaati perintah2 EKSTRA dari luar > Qur’an; mereka tidak > mempunyai bukti dari Qur’an untuk menguatkan argumen > mereka – hanya > persangkaan: > “Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali > persangkaan saja. > Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk > mencapai > kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang > mereka kerjakan.” > (Qur’an 10:36) > Sebelumnya > (Bab o5. Tafsir Rasul) > Home > Selanjutnya > (Bab 07. Al-Hikma, Wahyu terpisah dari Qur’an?) > SukaBe the > first to like this. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
