Ref: Pilkada maupun pemilu adalah perebutan rejeki, jadi segala akal termasuk yang kotor lagi busuk pun dipakai, sesuai kebutuhan negara kleptokrasi, jadi tidak mengherankan.
http://www.shnews.co/detile-8060-pilkada-sering-diwarnai-kampanye-kotor.html Pilkada Sering Diwarnai Kampanye Kotor Ruhut Ambarita | Selasa, 18 September 2012 - 15:01:03 WIB : 40 (dok/antara) Politik uang masih mewarnai Pilkada di daerah. JAKARTA - Sistem pemilu saat ini dinilai bertentangan dengan sila ke-4 Pancasila. Buktinya, pelaksanaan pemilu kepala daerah masih diwarnai dengan kampanye kotor dan praktik politik uang. Persaingan antarkandidat untuk meraih kekuasaan dicederai kampanye hitam yang hanya akan memicu konflik. Sosiolog Universitas Indonesia Thamrin Amal Tamagola mengatakan, pelaksanaan pemilu kepala daerah di pelbagai daerah di Indonesia menunjukkan bahwa elite politik masih kepanjangan rezim Orde Baru. Mereka, kata Thamrin, selalu berusaha mengembalikan pada kondisi saat rezim Orde Baru berkuasa. "Hal ini terlihat dari proses pelaksanaan pemilukada yang masih diwarnai dengan kampanye kotor dan praktik politik uang," kata Thamrin dalam diskusi di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (17/9). Hal senada disampaikan Ketua Dewan Pembina Pemuda Demokrat Indonesia Edwin Henawan Soekowati. Edwin menilai, sistem pemilu di Indonesia bertentangan dengan sila ke-4 Pancasila yang mengedepankan musyawarah untuk mufakat. Hampir seluruh proses politik di Indonesia saat ini, kata Edwin, dalam pelaksanaannya justru kian menjauh dari semangat permufakatan lewat musyawarah. "Makanya bangsa terus terombang-ambing," kata Edwin. Ia menilai, UU Pemilu Presiden dan UU Pemilu Kepala Daerah saat ini tidak senapas dengan sila ke-4. Pertarungan ideologi, kata dia, hilang karena tergeser oleh politik uang yang dianut kader-kader partai yang tidak memiliki ideologi. Sejak reformasi, kata Edwin, partai yang saat ini menjadi satu-satunya wadah melahirkan calon pemimpin justru meninggalkan sistem rekrutmen berbasis kaderisasi. Akibatnya, kata dia, partai hanya dijadikan legitimasi untuk meraih kekuasaan. Sementara itu, Sekretaris Majelis Partai Nasional Demokrat Jeffrie Geovanie mengatakan, efek negatif yang muncul dalam pelaksanaan pemilu kepala daerah harus dipahami terjadi karena tingkat pendidikan politik pemilih dan kandidat masih rendah. "Masih perlu pendidikan politik agar warga dan peserta cerdas. Yang perlu diperbaiki adalah kedewasaan partai, peserta dan rakyat dalam berpolitik," ujarnya. Ia mengatakan, pemilu kepala daerah harus tetap dilaksanakan secara langsung disertai dengan penekanan partai harus melakukan pembenahan menyeluruh. Jeffrie mengatakan, partai harus dibenahi supaya bisa melahirkan kader-kader yang memiliki dedikasi dan integritas, sekaligus elektabilitas yang baik. Selain itu, kata Jeffrie, pembenahan partai ditujukan agar terjaminnya proses regenerasi. Menurutnya, partai harus bisa menjadi tulang punggung pembangunan bangsa. Sumber : Sinar Harapan [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
