Atas biaya Amnesty International, Aung San Suu Kyi sebagai aktivis 
pro-Demokrasi Burma diundang selama 3 minggu berkunjung keseluruh Amerika dalam 
rangka menjawab dan memberi komentar berbagai pertanyaan2 yang menyangkut 
kebebasan, kekuasaan, dan kekerasan yang sering melibatkan pemerintahan.

Myanmar democracy icon Aung San Suu Kyi, on a landmark visit to the United 
States, called for the release of jailed members of the Russian punk band Pussy 
Riot.  "Was ... anything in the song that was nasty to other people?" asked the 
Nobel Peace Prize winner, who was freed at the end of 2010. 


A Moscow court last month sentenced three members of Pussy Riot to two years in 
a labor camp for hooliganism motivated by religious hatred over a performance 
against President Vladimir Putin in an Orthodox cathedral. 


if an american or european music band protest their government in the church, 
what happens?

She also condemned the use of violence, saying those who resort to it are 
"undermining the very foundations of human rights."
"To be honored is great but to honor is even greater," Suu Kyi said. 


Suu Kyi mengelak pertanyaan yang menyangkut Rohingya, karena psosisi Suu Kyi 
adalah opposisi pemerintah militer Burma.yang selama ini menindas kaum Buddha.  
Dengan kata lain, pemerintah militer Burma mengharapkan Suu Kyi berpihak 
membela Rohingya sehingga mayoritas kelompok Buddha di Burma tidak lagi 
mendukung Suu Kyi dalam pemilu 2015.

Rohingya di Burma sudah luas dikenal sebagai kelompok rampok yang menyusup 
menyebrangi perbatasan.  Yang paling dirugikan selama ini adalah kaum Buddhis 
yang dibunuhi, kuil2nya dibakar dlsb dimana militer Burma tidak pernah 
membelanya kecuali kelompok2 Buddha tertentu diperbatasan yang memang bekerja 
untuk pemerintah Burma.

Itulah sebabnya, bagi Suu Kyi penyelesaian masalah Rohingya bukanlah militer 
melainkan melalui hukum tanpa kekerasan.  Dan hal ini akan menyangkut hak azasi 
manusia Internasional karena ethnik arab bengali ini sama sekali bukan rakyat 
dibawah pemerintah Burma sehingga Suu Kyi merasa belum waktunya untuk bersuara 
dalam masalah Rohingya karena memang posisinya belum berada dalam pemerintahan 
melainkan masih dalam mencari dukungan politik bagi partainya dalam menghadapi 
pemilu 2015 nanti.

Hillary Clinton dalam pada itu memberi tahukan Suu Kyi, bahwa dia harus tahu 
kapan dia harus diam dan kapan harus berbicara dalam mempertahankan karier nya 
dimasa depan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke