http://www.suara-islam.com/read5330-Cina-Kristen-Pimpin-Ibu-Kota,-Aib-Besar-Bagi-Bangsa-.html
Cina Kristen Pimpin Ibu Kota, Aib Besar Bagi Bangsa 

Shodiq Ramadhan | Sabtu, 08 September 2012 | 12:06:07 WIB | 

H. Rhoma Irama
Ketua Umum FAHMI TAMAMI, Mubaligh dan Musisi 


Bagi musisi kondang Rhoma Irama, Pilkada DKI putaran kedua pada 20 September 
nanti akan menjadi pertarungan hidup mati antara Foke-Nara vs Jokowi-Ahok. 
Namun masalah Pilkada DKI bukan hanya persoalan Foke-Nara vs Jokowi-Ahok, 
tetapi sudah menjadi pertarungan pribumi vs non pribumi dan muslim vs non 
muslim. Sebab jika berhasil, mereka akan menguasai pemerintahan Ibukota dengan 
segala kebijakan dan problematikanya selama 5 tahun mendatang. Jika yang menang 
ternyata pasangan Jokowi-Ahok, maka akan menjadi aib besar bagi bangsa 
Indoneisa.

Berikut ini wawancara Suara Islam dengan Raja Dangdhut Rhoma Irama di 
kediamannya yang asri di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa 
(4/9/2012) lalu. 

Dalam Pilkada DKI Jakarta, bagaimana jika pemimpin non muslim tampil memimpin 
umat Islam ?

Kalau sampai itu terjadi, artinya umat sudah tidak taat lagi sama ulama. Kalau 
sudah begitu, maka Allah SWT akan menurunkan tiga bercana. Pertama, akan 
dicabutnya keberkahan dari rizki berbagai macam usaha. Kedua, akan diutus 
penguasa yang dholim, artinya penguasa tidak Islami. Dimana kebijakan dan 
keputusan politiknya akan bertentangan dengan Islam. Ketiga, akan keluar dari 
dunia tanpa membawa iman, karena orientasinya sudah tidak lagi agama tetapi 
materi dunia.

Wakil Gubernur DKI otomatis menjabat Ketua BAZDA (Badan Amil Zakat Daerah) dan 
Ketua Pembina JIC (Jakarta Islamic Centre). Bagaimana jika Wagubnya Kristen ?

Gubernur dan Wagub adalah satu paket, tidak bisa dibedakan. Menurut UU, ketika 
Gubernur berhalangan tetap atau mangkat, maka wakilnya otomatis 
mengggantikannya. Kita tidak bisa melihat satu pihak saja tetapi keduanya. 
Dalam konteks aqidah Islam, Allah SWT melarang keras umat Islam memilih 
pemimpin non muslim, seperti dalam surat An Nisa’ ayat 144, Dimana Allah SWT 
melarang orang beriman memilih orang kafir sebagai pemimpin. Sanksinya sebagai 
munafik dan menjadi keraknya neraka. Dalam surat Al Maidah ayat 51 ditegaskan, 
jangan mengangkat orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin. Jika memilih 
mereka, maka akan digolongkan kedalam golongan mereka. Pemimpin kafir pasti 
akan membuat kebijakan-kebijakan yang menabrak nilai-nilai Islami, sehingga 
dilarang keras memilihnya. 

Di Jakarta, mereka terang-terangan jika nanti menang tidak akan menggunakan 
kitab suci sebagai acuan pemerintahannya dan akan melaksanakakan pemerintahan 
secara sekuler. Ini sudah secara terang-terangan. Jadi kalau umat Islam mau 
memilih mereka, maka hukumannya akan ditimpakan tiga bencana seperti diatas.

Jika seorang ulama atau mubaligh berbicara politik di Masjid, apa bisa disebut 
SARA sebagaimana yang pernah anda alami ?

Saya kira ini menjadi pembelajaran bagi seluruh warga bangsa, jadi bukan hanya 
Jakarta saja. Setiap kandidat harus jelas identitasnya, sehingga masyarakat 
tidak seperti memilih kucing dalam karung. Dalam rangka mengungkapkan biodata 
seorag pemimpin, tidak bisa dikatakan SARA, sebab dalam rangka semangat 
keterbukaan. 

Umat Islam Indonesia terlalu toleran, sebab dua propinsi mayoritas Islam Kalbar 
dan Kalteng, Gubernurnya Kristen. Padahal Gubernur Islam jelas tidak mungkin 
memimpin Bali, NTT, Sulut atau Papua. Bagaimana komentar anda ?

Saya rasa ini bukan dalam konteks toleransi. Tidak bisa toleransi dalam Islam 
itu mengangkat orang kafir menjadi pemimpin. Waktu itu mereka bisa terpilih 
karena umat Islam terpecah menjadi tiga kelompok, sementara mereka bersatu 
dalam satu kelompok saja. Jelas bukan karena umat Islam mendukung mereka untuk 
menjadi Gubernur. Kalau toleransi itu artinya umat Islam tidak menganggu dan 
menghina agama lain. Lakum dinukum wa liyadiin.

Kelompok Cina Kristen semakin menguasai perekonomian nasional. Sekarang mereka 
akan berusaha untuk menguasai politik dan pemerintahan. Bagaimana jadinya nasib 
negara dengan mayoritas umat Islam terbesar di dunia ini nantinya ?

Saya pernah punya pengalaman empiris di Singapura. Tahun 1972, saya berada 
disana selama 3 hari tiga malam dalam rangka megikuti Festival Pop Singer ASEAN 
pertama yang diikuti sembilan negara. Alhamdulillah, saya sebagai juara 
pertama, sehingga saya dapat gelar South East Asia Super Star. 

Waktu itu saya tinggal bersama satu satunya Menteri Singapura bersuku Melayu 
dan beragama Islam, Tengku Ghazali Ismail sebagai Menteri Kebudayaan dibawah PM 
Lee Kwan Yew. Sejak 1972 beliau sudah mengingatkan saya untuk mengingatkan Bang 
Ali Sadikin Gubernur DKI Jakarta. Katanya, tolong ingatkan Bang Ali supaya 
hati-hati terhadap bahaya kuning, bahaya Cina. Saya melihat Jakarta ini secara 
ekonomis sudah dikuasi Cina, padahal itu 40 tahun lalu. Dulu Johor Malaysia 
awalnya ekonominya dikuasia Cina kemudian politik dikuasianya pula sehingga 
lahirlah negara Sigapura. Saya khawatir Jakarta akan seperti Singapura, kata 
Tengku Ghazali Ismail. 

Sebab Kalau secara politik sudah dikuasai Cina, maka bukan mustahil suatu saat 
Jakarta akan menjadi Singapuranya Indonesia, sehingga akan menjadi negara 
sendiri. Ini suatu kekhawatiran yang sangat rasional. 

Dalam kasus pemerintahan Jokowi di Solo dengan wakilnya FX Hadi Rudyatmo yang 
Katolik, ternyata 71 persen bantuan APBD diberikan ke Kristen, pembangunan 
Gereja meningkat dan para pejabat Solo mayoritas Kristen. Apakah itu nanti bisa 
terjadi di Jakarta jika Jokowi-Ahok Cina Kristen berkuasa ? 

Saya rasa tragedi di Solo bisa menjadi acuan seperti itulah Jokowi, artinya 
lebih mengutamakan Kristen daripada Islam. Makanya keIslaman Jokowi masih perlu 
dipertanyakan, karena ada data seperti anggaran APBD 71 persen digunakan untuk 
kepentingan Kristen dan wakilnya selalu Kristen. Artinya kalau dia selesai 
jabatannya, maka yang akan naik wakilnya yang Kristen. Sepertinya ada sebuah 
skenario dari Jokowi untuk mengangkat orang Kristen. 

Pernyataan si Ahok Cina Kristen yang akan lebih taat pada konstitusi daripada 
ayat-ayat suci, apakah ditujukan kepada umat Islam ?

Tidak ada kitab suci yang komprehensif yang dapat mendirikan sebuah negara 
kecuali Al Qur’an. Makanya tidak ada negara Kristen, Hindu atau Budha, yang ada 
negara Islam. Karena ajaran mereka tidak mampu mencakup kelengkapan sebuah 
negara. Karena Islam agama yang sempurna, maka cuma Islamlah yang dapat membuat 
negara Islam dengan Undang-Undang dari Al Qur’an itu sendiri. Kalau dia 
mengatakan tidak mau kitab suci, artinya tidak mau menggunakan Al Qur’an 
sebagai acuan. Artinya, kalau dia memerintah pasti semua kebijakannya akan 
menerjang Al Qur’an, ini akan sangat berbahaya. Apalagi Allah SWT sudah secara 
tegas menyatakan kalau orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridho kepada 
umat Islam sebelum umat Islam mengikuti mereka, sebagimana disebutkan dalam 
surat Al Baqoroh ayat 120. 

Sekarang terungkap ternyata Jokowi anggota Rotary Club dan istrinya Lions Club. 
Padahal kedua ormas itu menjadi organ gerakan Yahudi internasional. 
Dikhawatirkan nantinya Yahudi akan lebih berperan lagi di Indonesia ? 

Itulah artinya anda sendiri sudah melihat bahaya yang akan terjadi jika Jokowi 
menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dengan menjadi anggota Rotary Club, sudah menjadi 
indikator kalau dia agen Yahudi di Indonesia. Terbukti dia lebih mengutamakan 
membantu perkembangan Kristen daripada Islam. Juga lebih memilih wakil Kristen 
seperti dalam kasus Solo dan Jakarta. Ini seharusnya sudah menjadi indikator 
siapa dia sebenarnya. 

Dikhawatirkan Jokowi tidak sampai 2017, tetapi akan berhenti pada 2014 demi 
mengincar kursi RI-1 atau RI-2. Maka praktis kursi Gubernur DKI akan diserahkan 
ke Cina Kristen Ahok. Bagaimana komentar anda ? 

Ini menunjukan integritas Jokowi sangat rendah dan dedikasinya sangat lemah, 
Itu menunjukkan akhlaqul sayyiah atau akhlak yang buruk. Jadi tidak ada 
pertanggungan jawab dia sebagai seorang pemimpin. Itu sudah dia tunjukkan dari 
Solo loncat ke Jakarta. Apalagi jika nanti ada skenario dia akan loncat ke RI-I 
atau RI-2. Jadi harus disosialisasikan ke masyarakat, padahal selama ini 
dikesankan Jokowi selalu bersih. Kalau seperti itu sangat jauh panggang 
daripada api. 

Bagaimana pesan anda sebagai seorang mubaligh sekaligus musisi kondang kepada 
umat Islam DKI Jakarta dalam menghadapi pencoblosan putaran kedua 20 September 
nanti ?

Pertama, memilih pemimpin dalam hukum Islam adalah wajib, sedangkan dalam 
bernegara hanya menjadi hak warga negara. Sabda Nabi Muhammad SAW, apabila ada 
tiga orang diantara kamu maka angkatlah seorang sebagai pemimpin. Jadi memilih 
pemimpin itu hukumnya wajib. Karena itu jangan sampai ada umat Islam yang 
mengabaikan persoalan Pilkada DKI ini dengan tidak memilih, apatis atau menjadi 
golput, karena itu berdosa apalagi dalam kondisi seperti ini.

Kedua, karena sekarang ini bukan lagi masalah Jokowi Foke, tetapi telah menjadi 
masalah pribumi dan non pri atau muslim non muslim. Jadi kasusnya sudah seperti 
itu. 

Jadi umat Islam harus betul-betul menggunakan hak pilihnya untuk memenangkan 
Islam itu sendiri. Sebab kalau tidak, maka ini akan menjadi musibah yang sangat 
besar. kalau sampai Ibukota Jakarta dipimpin seorang Cina Kristen, maka suatu 
aib besar bagi bangsa Indonesia. 

Pertama, dalam rangka martabat bangsa sudah tercabik-cabik, dimana kita sebagai 
bangsa besar dipimpin seorang Cina. Kedua, sebagai umat Islam juga suatu aib 
besar. Sebuah dosa besar kalau pemimpin Ibukota yang merupakan gerbang negara 
ini dipimpin seorang Cina Kristen. Jadi hal itu tidak boleh terjadi. Karena itu 
merupakan tanggungjawab umat Islam semua untuk memenangkan pribumi dan umat 
Islam. Jadi bukan soal Foke dan Jokowi. 

(Abdul Halim)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke