Nama Palestina berasal dari nama dewa-dewi Filistine yang disembah oleh penduduk yang tinggal diwilayah yang sekarang adalah Syria, Libanon, Mesir, Israel, Jordania, hingga ke Turki. Wilayah ini kemudian sejak abad ke 13 menjadi jajahan negara2 Barat terutama Inggris.
Dari zaman dahulu hingga sekarang bahkan sampaipun masa depan, belum pernah ada negara Palestina dan tidak akan pernah ada Negara Palestina, dan tidak akan pernah ada Kerajaan Palestina. Jadi mereka yang menuntut berdirinya negara Palestina bukanlah bangsa Palestina tapi 100% orang2 Arab yang kerajaan2nya bertebaran dengan berbagai nama yang saling "baku pukul". Jadi RENCANA berdirinya negara Palestina baru muncul idenya pada 1963 dan menjadi pembicaraan terkait dengan niat negara Israel mengamankan negerinya dari serangan2 terorist yang mengepung negerinya. Begitu tinggi biaya yang harus dikeluarkan Israel untuk pengamanan negerinya dari serangan para terorist Arab yang menyusup melalui perbatasannya. Oleh karena itu usul tentang berdirinya negara Palestina datang dari negara2 tetangga Arab yang berjanji dan menjanjikan Israel jaminan keamanan dari serangan2 terorist yang akan menekan pengeluaran Israel untuk pengamanan negaranya. Setelah point2 penting yang utama menyangkut mengenai keamanan Israel di definisikan dalam berbagai perjanjian yang dilakukan diberbagai negara, maka sebagai tahapan2 realisasinya terjadilah penanda tanganan perjanjian Oslo 1993, dan perjanjian Camp David yang kemudian rencananya akan dilanjutkan dengan perjanjian2 penyelesaian terakhir. Dalam tahap2 pelaksanaan pembentukan negara Palestina, Israel harus mengosongkan dua wilayahnya yaitu Gaza dan Westbank dan menarik semua pasukannya dan pemukiman2 rakyatnya disana untuk kemudian dimasuki orang2 Arab yang berada di camp2 pengungsian di Jordania, di Libanon, di Syria, di Mesir dan dari Arab Saudia. Pada tanggal 17 September 2001, disaksikan oleh presiden Jimmy Carter, Anwar Sadat, dan Menachem Begin telah dicapai persetujuan yang ditanda tangani semua pihak yang terkait beserta para saksi2nya di Camp David tentang pengakuan berdirinya negara Palestina di Gaza dan West Bank dengan Yasser Arafat sebagai presiden-nya. Sejak 2001 itu terjadilah perpindahan besar2an pasukan Yasser Arafat dari semua camp2 pengungsian menuju ke Gaza dan West Bank. Semua negara2 didunia memberikan sumbangan untuk membangun berbagai infrastructure negara baru Palestina, seperti sekolah, kepolisian, kantor2 pemerintahan serta pembangunan2 bagi perumahan rakyat. Setelah seluruh pasukan Yasser Arafat menduduki wilayah yang diserahkan Israel, ternyata serangan2 terror tetap berlanjut dan tidak ada upaya dari negara baru Palestina ini untuk menghentikannya, serangan2 roket makin lama makin meningkat, setiap hari Israel dihujani roket lebih parah daripada sebelum berdirinya negara Palestina. Akhirnya ditemukan pihak UN, bahwa semua bantuan yang diberikan pihak Internasional diselewengkan oleh Yasser Arafat, dana pembangunan negara Palestina ternyata digunakan untuk membangun pusat pelatihan bomb2 bunuh diri di kota Jenin. Angkatan Perang Israel yang semuanya sudah menarik diri dari Gaza dan West Bank, kemudian masuk kembali dan pada March 29 - April 21, 2002 terjadi pembantaian massal pusat pelatihan bomb2 bunuh diri di kota Jenin dimana sudah dipersiapkan 15 ribu pembom bunuh diri dari umur 10 tahun hingga 30 tahun yang dilatih disana. Selanjutnya, Yasser Arafat menyatakan pembatalan semua perjanjian yang pernah ditanda tanganinya secara sepihak, dan tidak ada pilihan lain bagi Israel untuk kembali menduduki wilayahnya Gaza dan West Bank yang rencananya akan diserahkan kepada Palestina Authority, akhirnya semuanya dibatalkan. Sejak kejadian itu, pihak Israel tidak akan pernah lagi memperbincangkan masalah keamanan negaranya dengan Palestina, semua serangan2 terorist berhasil sukses diatasinya dengan serangan2 udara ke pusat2 serangan, penghancuran gudang2 roket, pembangunan tembok beton sepanjang perbatasan, dan yang terakhir adalah blokade total ekonomi kewilayah Gaza dan West Bank. Ternyata strategy pertahanan yang dikembangkan Israel jauh lebih berhasil daripada berdirinya negara Palestina YANG JUSTRU MENINGKATKAN ANCAMAN menjadi paling parah. Jadi segala masalahnya sudah jelas, pembentukan negara Palestina hanyalah utopia dan tidak bisa menjamin keamanan Israel, dan pemikiran itu sudah dibuang dari rencana Israel maupun UN. Oleh karena itu tuntutan2 Abbas hanya dilemparkan balik untuk bernegosiasi dulu kepada Israel. Israel kemudian melanjutkan pembangunan pemukiman2 diwilayah West Bank dan Gaza yang sebelumnya sudah dihentikan dan ditarik dari kedua wilayah tsb. Semua aktivitas yang dilakukan Israel sekarang sangat jelas, TIDAK AKAN ADA LAGI PEMBICARAAN NEGARA PALESTINA. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
