Makin lama makin goblok
elu mikir pakai pasangan nya biji panas sih


________________________________
 From: item abu <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Wednesday, September 26, 2012 4:44 PM
Subject: Re: [proletar] Derita Nenek Dahniar yang Terlantar di Madinah
 

  
Hehehe ... jadi orang ke rumah auloh unt memenuhi undangan auloh itu sedang 
ngejalani hukuman.

>________________________________
> From: Abbas Amien <[email protected]>
>To: [email protected] 
>Sent: Wednesday, September 26, 2012 4:39 PM
>Subject: Re: [proletar] Derita Nenek Dahniar yang Terlantar di Madinah
> 
>
>  
>jadi manusia harus lancar terus ? kan manusia kedunia menjalanin
>hukuman ? Ya harus menghadapi banyak masalah. Nanti di sorga tak akan
>ada problem sama sekali.
>
>On 9/25/12, item abu <[email protected]> wrote:
>> Tamu auloh tuh yg udah datang jauh2 memenuhi undangan auloh. Kemana auloh
>> sbg tuan rumah yg ngundang orang?
>>
>>
>>
>>
>>
>>>________________________________
>>> From: Sunny <[email protected]>
>>>To: [email protected]
>>>Sent: Tuesday, September 25, 2012 4:06 PM
>>>Subject: [proletar] Derita Nenek Dahniar yang Terlantar di Madinah
>>>
>>>
>>>
>>>http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/09/24/130873/Derita-Nenek-Dahniar-yang-Terlantar-di-Madinah
>>>
>>>24 September 2012 | 23:54 wib
>>>
>>>Diasingkan Teman-temannya
>>>
>>>Derita Nenek Dahniar yang Terlantar di Madinah
>>>
>>>MADINAH, suaramerdeka.com - Payah benar nasib nenek Dahniar Jamaludin.
>>> Wanita berusia 79 tahun ini mengalami dimensia atau penurunan fungsi
>>> kognitif, lebih sederhananya disebut stres dan setengah pikun begitu tiba
>>> di Madinah. Lebih payah lagi, tak ada keluarga yang mendampingi si nenek
>>> selama menunaikan ibadah haji. Saudara atau teman sekampung yang dia kenal
>>> pun tiada.
>>>
>>>Lebih menyesakkan lagi, si nenek sempat telantar berjam-jam tidak diurus
>>> baik oleh rekan-rekan satu kloternya dari Padang, Sumatera Barat, maupun
>>> oleh tim medis Misi Haji Indonesia. Perempuan asal Simpang Empat, Pasaman
>>> Barat, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat itu justru 'diselamatkan' oleh
>>> orang lain yang sama sekali tidak memiliki hubungan dengannya, yakni Riza,
>>> staf Kedutaan Brunei Darussalam, yang kebetulan berada di Hotel Dyar Al
>>> Huda, tempat kloter Padang menginap.
>>>
>>>Reza menemukan sang nenek mondar-mandir di luar kamar, di antara lift yang
>>> tidak dipahami Dahniar cara menggunakannya, dan di lorong-lorong hotel.
>>> Usut punya usut, nenek Dahniar ternyata sengaja dikunci di luar kamar oleh
>>> rekan-rekannya sendiri yang tengah menjalankan ibadah shalat di Masjid
>>> Nabawi dilanjutkan dengan belanja berjam-jam.
>>>
>>>Dahniar sebenarnya tidak berangkat sendirian. Empat tahun lalu ketika
>>> mendapatkan nomor porsi, dia mendaftar bersama anak perempuannya,
>>> Desniawati (53). Namun suratan nasib bicara lain. Menjelang keberangkatan,
>>> Desniawati meninggal dunia. Keluarga berupaya keras 'menyisipkan' anak
>>> Desniawati sebagai pengganti pendamping Dahniar. Nomor porsi yang dipakai
>>> tentu saja nomor yang ditinggalkan Desniawati. Tapi, aturan pelaksanaan
>>> haji tidak mengiznkan 'penyisipan' atau pergantian orang semacam itu. Maka
>>> jadilah nomor Desniawati diisi orang lain, sementara sang nenek mau tak
>>> mau  berangkat sendirian ke Tanah Suci.
>>>
>>>Buang Hajat Sembarangan
>>>
>>>Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Belum tergerus rasa kehilangan Dahniar
>>> atas kepergian Desniawati, dia mesti berangkat ke Tanah Suci. Di negeri
>>> orang, dia dilalaikan saudara seperjalanan. Sri Efenti Syamsuir, perawat
>>> yang bertugas di Kloter I Padang, mengatakan bahwa sang nenek 'dilarang'
>>> masuk kamar oleh rekan-rekannya karena sering buang hajat sembarangan.
>>> Selain itu, Dahniar juga acapkali mengubek-ubek koper orang lain, tak
>>> jelas apa yang dicari.
>>>
>>>Dokter Jojok Santoso, ahli jiwa BPHI, meminta Dahniar tetap dirawat tim
>>> medis kloter, bukan malah diasingkan, agar cepat pulih. "Dia mengalami
>>> keterkejutan mental dan ini sementara. Jangan diasingkan, karena itu akan
>>> memperparah. Dia justru harus sering diajak berkomunikasi," katanya.
>>>
>>>Kepala Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah, Ahmad Jauhari Chariri,
>>> mengatakan, Dahniar kini sudah diurus dengan baik. Sang nenek telah
>>> dirawat dan mulai stabil. "Saya sudah jenguk beliau dan kondisinya
>>> stabil," kata Jauhari.
>>>
>>>Payah benar Dahniar. Andai aturan haji tak dipasang kaku, dia tentu akan
>>> berangkat bersama salah satu anggota keluarganya sebagai pendamping. Andai
>>> tim medis tak berdebat dulu soal siapa yang paling berkewajiban merawat,
>>> dia tentu akan lebih cepat tertangani. Tapi apa pun, Dahniar kini sudah
>>> mendapatkan perawatan yang bagus di BPHI. Hanya aturan main soal
>>> pendamping itu yang tampaknya perlu dikaji ulang. Dalam kondisi darurat
>>> seperti kasus Dahniar, tak bisakah aturan dibuat luwes?
>>>
>>>[Non-text portions of this message have been removed]
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>
>> [Non-text portions of this message have been removed]
>>
>>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke