dua orang ini sama gilanya, sama ambisiusnya, dan juga sama-sama cocaine users...
Edison adalah seorang pengusaha amerika, sedangkan Tesla dari eropa timur, Tesla tidak mempunyai banyak uang, dan ia mendengar kabar ttg edison sehingga ia pindah ke amrik, dan bekerja untuk Edison saya ingat posting Johnie, tentang penemu ramuan teh botol sosro adalah pegawai atau buruhnya, demikian juga, Edison banyak menjanjikan kepada Tesla uang, namun tidak dibayar, Edison punya filosofi: "genius is 1 inspiration and 99 perspiration" sehingga Alfa Edison banyak melakukan trial and error, beberapa staf-nya meninggal akibat kesalahan trial, sempat juga seekor gajah untuk percobaan meninggal, bahkan ketika ia membuat kursi listrik untuk hukuman mati bagi orang amrik, ia salah menentukan voltase, sehingga orangnya nggak mati, Ini yg dikritik oleh Tesla, karena Edison tidak pandai math dan fisika serta teory listrik. Nikola Tesla, lebih cepat mengerjakan segalanya, karena ia paham akan teori dulu, filosofi Nikola Tesla adalah: "Imagine, Calculate, Construc" dan meng-efisiensi trial and error trial dan kemudian error memang wajar terjadi, tapi Nikola Tesla jauh lebih efisien dalam error-nya, atau Nikola Tesla jauh lebih akurat daripada Alfa Edison, tragisnya seperti cerita Johnie tentang teh botol, karena Tesla bekerja untuk Edison, maka banyak paten hasil pemikiran Tesla atas nama Edison.. Tesla sendiri akhirnya mati di sebuah hotel di new york tanpa uang... ___ Teringat dengan Nikola Tesla, saya ingat kuliah saya dulu di Teknik Informatika, waktu kuliah saya 2x memenangkan karya ilmiah di semester 2 dan 4, tapi karena saya saat ini menjalani pendidikan produk amrik, saya jadi mengerti perbedaannya: waktu saya kuliah, pendidikannya lebih ke pendidikan menjadi operator, misal meng-operasikan Unix, pascal, c, untung saja saya tidak dididik untuk menjadi operator server, pabx, atau workstations, tapi ketika belajar di MIT, ini lebih banyak teori, math, dan imajiner Di MIT tidak diajari bagaimana mengoperasikan server, pabx, atau operator alat-alat mekanis, tapi isinya pertanyaan-pertanyaan logika yang gak bisa nyontek, computer science di MIT dimulai dari Circuit dan elektronik, sistem digital, AI, dslb... intinya saya melihat, pendidikan di amrik, dikuatkan dulu abstraction thinkingnya, daripada praktikal menghadapi lapangan kerja untuk menjadi operator. saya bisa maklum, mungkin karena orang indonesia menganggap kuliah untuk segera dapat kerja atau dapat uang, sedangkan pendidikan di amrik, terutama yg saya jalani, bidang study sastra computer science, tidak mengajari untuk operate mesin mekanis, tapi lebih banyak memainkan logika, dan abstraction thinking atau pendidikan untuk menjadi designer atau konseptor. kemaren saya menanyakan ke lecture, buku apa dan siapa yg layak untuk saya kontak sbg jagoannya AI? dijawab Peter Norvig, ia sekarang menjadi director dari kualitas search engine google dan juga penanggung jawab project AI Google dibawah komando sang boss technology Sergey Brin saya gak yakin Peter Norvig bisa mengoperasikan PABX dengan benar, atau menjadi operator server dengan benar, tapi kalau membuat sebuah KONSEP AI, saya yakin ia sangat jagoan... sekali lagi, pendidikan di amrik, terutama yg saya jalani, lebih di-desain untuk menjadi seorang KONSEPTOR, dan bukan sbg seorang OPERATOR... ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
