Cara joss untuk ngasih Tahu Yusfiq Tuhan itu ada.
Ketiga pemuda itu menemui sang ulama, dengan penuh yakin bahwa sang ulama tidak 
bisa menjawab salah satunya mulai berbicara,

"Ya syeikh, katanya Allah itu ada, mana buktinya? Kenapa tidak bisa kita lihat?"

"Cukup? Ya, ada pertanyaan lagi?" sambut ulama itu.

"Ada syeikh, katanya Allah telah menentukan segalanya, termasuk amal perbuatan 
kita sudah ditentukan dan ditakdirkan. Kalau memang demikian, kenapa musti ada 
hisab? Dan kenapa musti ada hukuman bagi orang yang melakukan kesalahan?" 
pemuda kedua bertanya.

"Ya bagus. Ada lagi yang ditanyakan?" tantang syeikh itu.

"Ya ada lagi syeikh. Katanya syetan itu diciptakan dari api. Dan kita tahu 
bahwa syetan nanti akan dimasukkan ke dalam neraka. Apa ada pengaruhnya, api 
dibakar dengan api?" Tanya pemuda ketiga.

"Cukup atau ada lagi?"

"Cukup syeikh."

"Ya sebentar ya…"

Sang ulama tidak menjawab melainkan mengambil beberapa genggam tanah keras lalu…

Pluk… prak…duss…

Dilemparkan tanah keras itu ke muka ketiga pemuda itu, dan ketiganya meringis 
kesakitan. Darah pun bercucuran dari wajah mereka.

"Ya syeikh, kami bertanya baik-baik, kenapa Anda melempar kami?"

"Itu jawabannya…" jawab ulama itu.

Kedua pemuda itu pergi dan langsung membawa kasus ini ke pengadilan. Melaporkan 
perbuatan ulama itu agar diadili karena kezhalimannya.

Pengadilan menerima aduannya dan ulama itu pun dipanggil.

Saat sudah berada di atas kursi terdakwa hakim mulai memproses hukumnya dan 
menanyakan kepada ulama itu perihal dakwaan ketiga pemuda itu.

"Ya syeikh," kata hakim. "Benarkah Anda telah menyakiti ketiga pemuda ini? Bisa 
Anda jelaskan?"

"Ketiga pemuda itu menanyakan tiga hal dan saya telah menjawabnya."

"Jawaban macam syeikh? Lalu kenapa mereka terluka seperti itu?"

"Ya, itu jawabannya."

"Saya tidak mengerti, bisa Anda jelaskan?"

"Mereka bertanya bahwa Allah itu ada, jika ada, mana buktinya? Kenapa kita 
tidak bisa melihatnya? Sekarang saya bertanya, bagaimana rasanya saya lempar 
dengan tanah keras itu? Sakit?"

"Jawab wahai pemuda?" minta hakim kepada salah satunya.

"Ya sakit."

"Kalau memang sakit, berarti sakit itu ada, kalau memang ada, mana buktinya? 
Kenapa saya tidak melihat `sakit' itu?"

"Ini, darah ini syeikh. Darah ini tanda bahwa sakit itu ada."

"Begitulah pak Hakim, dia tidak bisa membuktikan adanya sakit dan tidak bisa 
melihat sakit itu, hanya menunjukkan tandanya, darah. Bahwa sesuatu yang ada 
tidak mesti bisa dilihat. Tapi ada tanda-tandanya. Sakit itu ada dan tidak bisa 
kita lihat, hanya ada buktinya, darah. Demikian halnya dengan Pencipta kita, 
Allah Azza wa Jalla. Ia ada, namun keterbatasan akal kita tidak bisa menangkap 
keberadaan-Nya. Dan seluruh makhluk di jagad raya ini adalah bukti bahwa Allah 
itu ada."

"Bisa diterima," sela hakim.

"Pertanyaan yang kedua pak hakim, mereka bertanya bahwa Allah telah menentukan 
segalanya termasuk amal perbuatan manusia dan mentakdirkannya, jika demikian, 
apa gunanya hisab dan kenapa mesti ada hukuman bagi orang yang berbuat salah?"

"Apa jawaban Anda syeikh?"

"Sekarang saya bertanya kepada kalian. Kalau Anda berkeyakinan seperti itu, 
kenapa melaporkan perbuatan saya ke pengadilan? Perbuatan saya kan sudah 
ditentukan?"

"Bisa diterima syeikh, ada lagi?

"Yang ketiga bertanya, syetan adalah makhluk yang diciptakan dari api, lalu di 
akhirat nanti akan masuk neraka dan disiksa dengan api. Dan saya telah melempar 
mereka dengan tanah, kita tahu bahwa mereka, kita diciptakan dari tanah, kalau 
memang sama-sama dari tanah kenapa mesti meringis kesakitan?"

Hakim pun menerima argumentasinya dan memutuskan bebas untuk sang ulama…

Gitu dach Fiq. Semoga bermanfaat. Wassalam.

Shalom,
Tawangalun.



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke