Maksudnya Abbas ingin melamar sebagai "Non-State Membership" karena tahun lalu 
sudah gagal untuk melamar anggauta penuh dari UN.  Tapi seperti yang sudah 
pernah saya tulis, bahwa Abbas tahun lalu tidak memenuhi syarat dalam 
aplikasinya karena negara Palestina yang dimintakan pengakuan itu tidak ada 
batasnya dimana, tidak ada lokasinya dimana, tidak ada siapa rakyatnya, tidak 
ada siapa pemimpinnya.

Seperti diketahui seluruh dunia, status Abbas sebagai presiden sudah 
kadaluwarsa, sedang pemilu baru selalu ditunda-nya.  Sementara itu rakyat 
Palestina-nya sendiri terpecah dua dan Abbas hanya didukung kurang dari 5% 
sehingga sama sekali tidak representative mewakili Palestina.

http://www.jpost.com/MiddleEast/Article.aspx?id=286364 


Jadi seharusnya Abbas itu memahami posisinya sendiri yang tidak mungkin bisa 
mewakili Palestina sama sekali, apalagi wilayahnya sendiri masih dispute tidak 
jelas dan tidak mendapatkan pengakuan dari tetangganya Israel dan hal ini tidak 
mampu dia menyelesaikannya, sementara tuntutan posisi sebelum 1967 juga sama 
tidak jelasnya posisi mana yang dia maksudkan.

Alhasil, tidak ada konsultan yang bisa membimbing dia agar bagaimana harusnya 
dia berjuang, akhirnya cuma main tubruk bayangan aja mengerjakan sesuatu yang 
dipastikan tidak akan ada hasilnya.

Jadi meskipun ber-koar2 katanya dia didukung 140 negara2 didunia, tapi apa 
artinya kalo di sidang mejelis UN pun dia diabaikan cuma bermodal ngaku2 wakil 
Palestina sebagai observer.

Wajar ya, tahun lalu dia diabaikan, dengan tanpa perbaikan apapun melamar 
kembali lagi juga sama hasilnya diabaikan.  Akibatnya Abbas yang tidak mengerti 
protokol dan prosedur organisasi UN ini cuma bisa marah2 menyalahkan Israel 
yang katanya melakukan intrik agar dirinya ditolak, padahal wakil Israel sedang 
konsentrasi penuh dalam mempermasalahkan ancaman Iran, dan sama sekali soal 
Palestina tidak disinggungnya.

Jadi surat lamaran yang maksudnya melamar menjadi anggauta UN dengan status 
non-state, tetapi isinya cuma penuh caci maki dan sumpah serapah serta ancaman 
kepada Israel.

Kembali tahun ini Abbas gagal, biaya perjalanan, hotel dan foya2-nya akan 
kembali dicerca rakyatnya yang sekarang sedang dalam ekonomi sekarat, semua 
kebutuhan hidup tidak ada, gaji pegawai tidak dibayar, persediaan air, makanan 
dan obat2an kosong dan sekolah statusnya liburan setiap harinya.

Waktu yang berjalan akan makin merugikan Palestina, sementara Israel tidak 
perlu memperdebatkan masalah Palestina, sementara pemukiman Yahudi dibangun 
makin luas diseluruh wilayah Gaza dan West Bank.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke