> "Tawangalun" <tawangalun@...> wrote:
> Opo anda gak tahu Ariel Sharon itu
> dulu yg membantai Sabra and Shatila
> hingga mati 3000 orang.

Yang ngebantai Sabra and Shatila itu justru Yasser Arafat sendiri waktu itu 
sudah pindahkan markasnya ke Jericho di West Bank.

Silahkan baca sendiri berita aselinya, karena korban2 yang dibantai adalah 
Islam Syiah yang ditolak oleh Yasser Arafat menjadi bagian dari rakyatnya.  
Israel sendiri justru mengamankannya.

http://en.wikipedia.org/wiki/Sabra_and_Shatila_massacre
http://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/History/Sabra_&_Shatila.html

Jadi sebagai implementasi perjanjian Camp David, Yasser Arafat dan PLO-nya 
mendapat pengakuan UN untuk mempersiapkan berdirinya negara Palestina didua 
wilayah yang dikuasai Israel, yaitu: Gaza dan West Bank.

Screening dilakukan siapa yang boleh ikut pindah ke Gaza dan West Bank oleh 
Yasser Arafat, setiap anggauta PLO yang dibolehkan pindah ke Gaza dan West Bank 
diberi kartu pengenal khusus untuk menjadi penduduk di Gaza dan West Bank.

Akibat screening yang dilakukan Yasser Arafat ini, sejumlah kecil orang2 Arab 
Palestina yang ditolak sebagai orang2 Palestina oleh Yasser Arafat tetap 
tinggal di camp2 pengungsian yang sudah ditinggalkan oleh Yasser Arafat itu.

Setelah semua pasukan Yasser Arafat meninggalkan Camp2 pengungsian itu, pasukan 
Druz yang dendam kepada Yasser Arafat melakukan penyerbuan ke camp2 Sabra dan 
Shatila untuk melakukan bumi hangus meratakan bekas camp2 pengungsian di 
Libanon ini.  Yasser Arafat sendiri sama sekali tidak melindungi sisa2 yang 
ditinggalkannya dikedua camp pengungsian Sabra dan Shatila ini karena dianggap 
bukan bagian dari anggautanya.

Jadi bumi hangus camp pengungsian Sabra dan Shatila bukanlah tanggung jawab 
Israel, melainkan tanggung jawab Yasser Arafat yang menjadi pemimpinnya.  
Sedangkan tanggung jawab Israel hanyalah mengamankan perpindahan pasukan yang 
dipimpin oleh Yasser Arafat ke Gaza dan West Bank.  Sedangkan pasukan Druz 
adalah aliran Kristen Libanon Druze yang melakukan pemberontakan di Libanon 
untuk mengusir orang2 Arab Palestina keluar dari Libanon.

Jadi memang terjadi saling tuduh antara pasukan PLO dibawah Yasser Arafat dan 
Israel atas kejadian pembantaian massal di Sabra dan Shatila.  Tapi yang jelas 
dan pasti, Sabra dan Shatila adalah wilayah negara Libanon yang tidak ada 
tentara Israel disana.  Wilayah ini dikuasai tentara Libanon sementara kedua 
camp pengungsi Sabra dan Shatila sepenuhnya dibawah kekuasaan dan pengamanan 
Yasser Arafat.

Oleh karena itu, kita tidak bisa se-mena2 secara sepihak menuduh kejadian ini 
sebagai tanggung jawab Israel.  Tentara Israel justru bertugas mengamankan 
implementasi perjanjian Camp David dalam memindahkan pasukan dan rakyat 
Palestina ke Gaza dan West Bank, jadi enggak mungkin kemudian rakyat Palestina 
ini dibantai oleh tentara Israel yang sama sekali tidak tahu menahu bahwa 
mereka tidak dibolehkan ikut pindah bersama Yasser Arafat.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke