Perjuangan kemerdekaan RI dimotori oleh rasa persatuan nasional bukan persatuan 
agama, justru agama digunakan penjajah untuk memecah belah jiwa nasionalisme.  
Demikianlah, dalam mencapai kemerdekaannya Indonesia menggunakan motor 
nasionalisme, tapi untuk menghancurkan hasil kemerdekaan ini, agama dalam hal 
ini agama Islam adalah alat yang jitu dalam menghancurkan kemerdekaan ini.

Hal inilah yang sekarang dihadapi Palestina, bedanya dengan RI, kalo RI sudah 
berhasil merdeka kemudian mulai rontok oleh perpecahan agama, maka Palestina 
belum lagi merdeka sudah hancur batal digagalkan oleh perpecahan agama yang 
tidak bisa dikompromikan.

Rakyat dimanapun kalo dijajah pasti akan otomatis bersatu padu berjuang untuk 
kesamaan tujuan dalam mengusir penjajahnya. 

Beda dengan bajak laut, perompak, perampok, dan kelompok2 terorist, mereka juga 
kelihatannya bisa bersatu, tapi sebenarnya mereka berjuang sendiri2 bukan untuk 
kesamaan tujuan tapi untuk kepentingan diri sendiri yang juga ber-beda2 tapi 
intinya adalah harta, keuntungan dlsb.

Demikianlah mereka yang menamakan dirinya pejuang Palestina sebetulnya dari 
asal usulnya bukanlah untuk mendirikan negara Palestina, karena mereka memang 
merupakan sekumpulan terorist, sekumpulan perampok orang2 Arab yang sejak 1947 
melakukan konsolidasi bersatu untuk merampas harta benda dan tanah milik orang2 
Yahudi di Israel.  Kemudian mereka dibantu oleh negara2 Arab yang secara 
cultural juga hidupnya sejak dulu memang dari merampok, membegal para pedagang2 
Yahudi yang lewat.

Tapi para perampok2 Arab ini berhasil diusir oleh pasukan Israel yang merupakan 
negara baru.  Tapi meskipun berhasil mengusir keluar Israel, para perampok ini 
tetap melakukan serangan2 secara gerilya ke Israel dengan dibantu negara2 Islam 
disekitarnya yang secara historis religious memang memusuhi umat agama lain 
yang bukan Islam.

Demikianlah, para perampok dan terorist ini bergerilya sejak 1947 hingga 1967 
secara sia2 tanpa hasil.  Tapi pada 1967, gerombolan yang tidak terorganisir 
ini bergabung dengan sekitar 15 negara2 Arab Islam disekitar Israel untuk 
melakukan serangan simultant.  Tapi malang, hanya dalam 6 hari semua pasukan 
Arab Islam menyerah takluk, sedangkan gerombolan yang sporadis yang berasal 
dari perampok2 ini kemudian dipersatukan oleh seorang Mesir "Yasser Arafat" 
untuk membentuk gerakan politik yang mereka namakan "Pejuang Kemerdekaan 
Palestina" atau "Palestine Liberation Organization" yang biasa disingkat jadi 
PLO.

Jadi PLO ini asal mulanya memang hanyalah gerakan preman, perampok yang tidak 
terorganisir, tapi sejak menjadi organisasi PLO, maka gerakannya lebih terarah 
sebagai gerakan politik, apalagi mulai mendapatkan bantuan dari negara2 diluar 
sehingga se-olah2 merupakan organisasi pejuang kemerdekaan.

Orang2 Arab yang datang dari berbagai negara2 Arab yang berlindung dibawah PLO 
ini kemudian menamakan diri mereka sebagai bangsa Arab Palestina untuk menuntut 
berdirinya negara Palestina ditanah yang mereka klaim sebagai tanah Palestina.  
Untuk bisa solid mempersatukan gerakan mereka, maka unsur fanatisme religious 
Islam dijadikan dogma penggeraknya sehingga makin banyak bantuan dari negara2 
Islam disekitarnya.

Seharusnya cita2 mendirikan negara Palestina yang baru ini sudah berhasil 
dengan ditanda tanganinya "Perjanjian Camp David 2000".  Tapi gara2 
pengkhianatan Yasser Arafat yang menanda tangani perjanjian itu, semuanya jadi 
berantakan.  Bantuan dana besar dari UN untuk pendidikan ternyata diselewengkan 
untuk melatih bomb2 bunuh diri yang berpusat di kota Jenin.

Pasukan Israel yang tadinya sudah ditarik keluar dari Gaza dan West Bank 
akhirnya bergerak masuk kembali menduduki Gaza dan West Bank dan menghancurkan 
pusat pelatihan terorist di Jenin sehingga sekitar 15 ribu pasukan pembomb 
jihad bunuh diri mati terkubur ditempat latihan mereka.

Pepatah mengatakan, "Sekali berbohong, seumur hidup tidak akan bisa dipercaya". 
 Demikianlah nasib negara Palestina yang nyaris berdiri dengan sendirinya batal 
tanpa perlu adanya pernyataan batal.  Namun para pemimpinnya masih saja 
mengharapkan mengira bahwa negara impian-nya masih tetap bisa berdiri terlepas 
dari ikatan perjanjian apapun selain tekad Syariah Islam memusnahkan bangsa dan 
agama Yahudi sebagai kewajiban setiap muslimin dimuka bumi ini.

Asal mulanya perjuangan Palestina ini memang bukanlah pejuang kemerdekaan, 
tidak mengherankan dalam perjuangan-nya terpecah belah karena banyak 
kepentingan2 pribadi didalamnya termasuk kepentingan harta-benda, material, 
juga spritual dimana masing2 sekte Islam yang ber-beda2 ini merasa yang harus 
berkuasa.  Padahal berjuang untuk kemerdekaan harusnya melepaskan kepentingan 
pribadi, serta kepentingan kelompok2 agama.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke