Sudah lebih dari 3 tahun kasus ini tidak juga ada perkembangan. Dimana 
pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka, tapi belum pernah diperiksa. 
Bahkan setiap pejabat aparat hukum di daerah yang berani & akan 
memeriksa kasus ini langsung dimutasi/dipindah (bahasa halus dari: 
dibuang).
Note: Kajari Jember & Kasi Pidsus kejaksaan negeri 
Jember yang akan melakukan pemeriksaan & gelar perkara, seperti yang
 diberitakan koran dibawah ini, saat ini telah dipindah-tugaskan

Yang
 Mulia Ratu Mafia Pendidikan, Liauw Inggarwati (bersama putranya, 
pangeran mafia pendidikan Bastian Wijaya) memang benar2 sakti & 
kebal
 hukum

http://koran.tempo.co/konten/2012/06/13/277094/KILASKasus-Korupsi-Pembelian-Laptop-Belum-Tuntas
Kilas- Korupsi Pembelian Laptop Belum Tuntas

JEMBER -- Tim penyidik Kejaksaan Negeri Jember masih harus 
memeriksa 600 kepala sekolah untuk menuntaskan penyidikan kasus korupsi 
Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang digunakan untuk membeli ribuan 
laptop, yang merugikan keuangan negara Rp 9 miliar. “Baru 300 kepala 
sekolah yang kami periksa,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Jember 
Wilhelmus Lingitubun kemarin.


Wilhelmus menjelaskan, proses pemeriksaan terhambat pelaksanaan 
ujian nasional dan penerimaan murid baru. Namun Kepala Seksi Pidana 
Khusus Kliwon Sugiyanta mengatakan pekan depan akan dilakukan gelar 
perkara. "Untuk evaluasi dan penguatan alat bukti," ujarnya.


Hingga kini, baru Liauw Inggarwati dan David Gunawan yang 
ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya pemilik perusahaan yang digandeng
 Dinas Pendidikan Jember dalam pengadaan laptop pada 2009. Kejaksaan 
menemukan penggelembungan harga pada setiap unit laptop merek ACER 
Extensa 4630Z 14 inci, yakni Rp 10,5 juta. Padahal harga di pasar Rp 
5,5-6 juta. 


Pembelian laptop untuk 1.282 sekolah penerima dana BOS juga harus
 dilakukan di CV Tri Putra Witjaksana milik David Gunawan, yang bekerja 
sama dengan Liauw Inggarwati, pengusaha elektronik dari Surabaya.
-----------------------------------------------------------
http://www.suaramandiri.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1088:mafia-proyek-dak-pendidikan-sebut-marwan-effendy-sebagai-beking&catid=156:hukum-a-investigasi&Itemid=114
Mafia Proyek Sebut Marwan Effendy Sebagai Beking

suaramandiri.com (Surabaya) -  DAK (Dana Alokasi Khusus) pendidikan 
di beberapa kota di Jawa Timur terindikasi kuat menjadi ajang bancaan 
korupsi berjamaah antara birokrat dan rekanan dengan bantuan mafia 
pengadaan atau mafia proyek. Tidak tanggung-tanggung, mafia proyek yang 
menurut beberapa LSM teridentifikasi bernama Inggarwati dan Rudy Budiman
 menggunakan nama pejabat negara sekelas Marwan Effendy yang sekarang 
menjabat Jamwas (Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan) Kejagung yang 
diklaim sebagai beking.
Siaran pers yang dikeluarkan Panggung (Paguyuban LSM Tulungagung) 
menguatkan info bila sepak terjang mafia proyek itu cukup ampuh dalam 
memuluskan rekanan yang digandeng untuk dapat menjadi pemenang tender 
pengadaan DAK Pendidikan.
Tanggal 17 Agusutus 2011 lalu, Panggung menangkap basah adanya 
pertemuan Kepala Dinas Pendidikan (Bambang) dan Kepala Bagian Keuangan 
Kabupaten Tulungagung  (Fauzi) dengan Inggarwati dan Rudy Budiman di 
Hotel Elmi Surabaya. Karena merasa ketahuan sedang dibuntuti beberapa 
LSM dari Tulungagung, akhirnya pertemuan itu pindah di Hotel Majapahit 
Surabaya.
Hasil pertemuan di hotel Majapahit itu disepakati pekerjaan 
peningkatan mutu pendidikan akan diberikan kepada Inggarwati, Rudy 
Budiman, dan rekanan yang yang mewakili kepentingan DPRD Kabupaten 
Tulungagung. Setelah disepakati, maka pekerjaan akan mulai diatur agar 
orang atau rekanan lain tidak bisa mengikuti pelelangan.
Inggarwati menjamin, meski nanti mekanismenya menyimpang, tidak perlu
 kuatir jika dilaporkan  LSM. Karena dirinya diback-up pejabat tinggi 
Kejaksaan Agung. Sehingga nanti bila ada laporan dari LSM ke kejaksaan 
negeri ataupun kejaksaan tinggi, pasti aparat kejaksaan di Jawa Timur 
tidak akan berani memeriksa pekerjaan ini, sembari menyebut nama Marwan 
(Jamwas, red).
Dibeberapa daerah  peningkatan mutu pendidikan yang dibiayai dana DAK
 pendidikan yang dikerjakan Inggarwati, meski ada mekanisme yang tidak 
terlalu sesuai dengan aturan dan tidak sesuai dokumen pelelangan RKS 
serta barang yang dikirim tidak sesuai dengan spesifikasi dari 
Kementrian Pendidikan, terbukti aman – aman  saja.
“Inggarwati menyebut Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Mojokerto, 
Ngawi dan beberapa tempat lagi diluar Jawa Timur dirinya pernah mendapat
 jatah DAK Pendidikan. Yang penting bagaimana panitia mau memenangkan 
Inggarwati atau orang - orangnya. Karena selain punya backing dan 
menjalankan perintah dari oknum di kejaksaan agung yang bernama Marwan 
tadi untuk mencarikan dana operasional, juga aparat hukum di jawa Timur 
dan beberapa tempat lain telah menerima jasa baiknya, baik promosi 
jabatan ataupun juga mendapat setoran  rutin darinya,” ungkap aktivis 
LSM mengutip perbincangan Inggarwati dengan pejabat Pemkab Tulungagung 
di Hotel Majapahit. 
 
 Hal ini ditambahi Rudy Budiman yang 
mengaku suruhan Kadin Jawa Timur mencontohkan dirinya sebagai penyedia 
kain dan seragam untuk  pegawai negeri di hampir seluruh kabupaten di 
Jawa Timur. Sebab seperti pengadaan kain dan seragam pegawai negeri 
tersebut, meski bahan kain tidak sesuai spesifikasi dan mutu yang 
ditentukan, tapi terbukti aman – aman saja. Karena selain dibacking 
Ketua Kadin Jawa Timur, juga rutin memberi setoran memelihara aparat 
hukum.
Tidak hanya itu, kedua mafia proyek ini selalu mengiming – imingi 
pejabat yang berwenang dengan komisi senilai 25 – 30 % dari nilai 
proyek. Sampai berita ini dirilis, Inggarwati dan Rudy Budiman kompak 
melakukan aksi tutup mulut ketika dikonfirmasi terkait keterlibatan 
dalam mafia proyek DAK Pendidikan beberapa daerah di Provinsi Jawa 
Timur.
Note:
Konfirmasi dilakukan pada mereka yang disebut sebagai mafia proyek:
Rudy Budiman      HP: 0811371218
Liauw Inggarwati    HP: 081333300888

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke